Ajaran “Agama” Baru yang Cepat Berkembang Mendunia


Kitabnya menjelaskan seluruh kegiatan manusia

Ibadah tak dibatasi, sehari bisa berapa saja

Ajaran baru berkembang pesat mendunia

Kuil ibadah begitu banyak, sampai di pelosok-pelosok desa

 

Jutaan pengikut dicerahkan dengan berbagai macam ilmu

Sabda diulang-ulang, tetapi pengikut tak pernah jemu

Repetitif intensif di setiap waktu

Jutaan pengikut setia melakukan tanpa ragu

 

Para pengikut khusuk menyimak

Keceriaan dan kepuasan selalu nampak

Mendengar sabda yang membuat terhenyak

Berjam-jam berlalu tanpa beranjak  

 

Sabda Guru begitu memukaunya

Bahkan semua peralatan rumah tangga

Bahkan nasehat tentang peralatan pribadi manusia

Dari pisau cukur sampai shampo pun dipatuhinya

 

Salah satu ceritanya tentang pemuda tampan dari Jawa Timur

Sang pemuda menghabisi banyak kenalanbak mengiris-iris jamur

Banyak pendengar dalam kondisi serupa menjadi tergiur

Mendapat pencerahan dari Sang Guru bertutur

 

Ajaran terkini dibawa televisi berwarna

Ajaran yang penuh kuasa

Meresap merasuk ke dalam kepala

Mengabaikan ajaran nurani nan mulia

 

Media berkekuatan dahsyat mendikte perilaku pemirsa

Jutaan pemirsa yang pasif, patuh terhadap apa yang disampaikannya

Begitu kharismatis sabdanya

Listrik mati teramat sangat kecewa

 

Masyarakat yang menganggur dan depresi

Yang kesepian terasing dalam galau dunia penuh materi

Kriminalitas menjadi santapan sehari-hari

Cerita tentang kejahatan dikunyah dan dinikmati

 

Lebih menarik berita tentang “Adharma”

Rating, sharing, perhitungan komersial dasar pertimbangannya

Luar biasa

Ajarannya mengikuti kecenderungan para pecinta

 

Kekuatan penentu adalah pasar pemirsa

Semua ajaran justru menuruti hasrat muridnya

 

Tindakannya sangat tanggap pada minat pengikutnya

Banyak koreksi tindakan, sangat lentur dalam gaya

Kompetisi dengan saingannya terasa nyata

Sangat mengandalkan efisiensi kerja

 

Selera pasar sebenarnya bisa diciptakan dan diarahkan

Moralitas nilai sering diabaikan  

Kehancuran dan imoralitas sosial dianggap bukan tanggungan

Kejadian di ulang-ulang masuk bawah sadar pikiran

Ala Multi Level Marketing hipnotis dilakukan

Akhirnya calon pelanggan menyerah dan masuk jebakan

 

Dalam imitasi perilaku sosial, media masa dapat berperan

Televisi dapat efektif mendorong peniruan

Semoga segera muncul kesadaran

Bertanggung jawab terhadap akibat perbuatan

 

Tiga pihak sedang memperebutkan makna

Makna pasar makna masyarakat atau makna negara

Semua pihak lain-lain kepentingannya

Televisi sadar bertanggung jawab pada bangsa

Swasensor swapilih sudahlah semestinya

 

Triwidodo

Januari 2009.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: