Tindakan Persiapan dalam Mengelola Pikiran


Dalam sesi tanya jawab, seorang ‘peserta baru’ latihan meditasi bertanya kepada seorang fasilitator latihan.

 

Peserta Latihan: Mas, apakah yang perlu dipahami sebagai persiapan dalam mengelola mind?

 

Fasilitator: Dalam buku “Atisha” karya Bapak Anand Krishna dijelaskan 3 hal mendasar yang perlu dipahami seorang meditator. Pertama adalah tentang “Ada-nya Kebenaran”. Jangan meragukan “Ada-nya Kebenaran”. Ada yang menyebut Tuhan, Allah, Hyang Widhi, atau apa pun sebutan-Nya, sifat-Nya sungguh universal.

 

Peserta Latihan: Terima kasih mas, kami paham sebaiknya kami tidak memberi nama. Memberikan nama kepada-Nya memulai konflik. Kami yakin Ada-Nya Kebenaran, ada-Nya Keberadaan.

 

Fasilitator: Baik, kedua, jika seseorang belum berani menyelami Sungai Kebenaran, jika seseorang masih takut, masih bimbang, masih ragu-ragu, maka hal itu disebabkan oleh mind. Yang membuat seseorang lemah adalah mind – pikiran yang sudah terkristalisasi – yang penuh dengan referensi dan informasi.

 

Peserta Latihan: Yang kami alami, mind memang sering membingungkan. Kadang-kadang muncul pertanyaan, untuk apa menyelami Sungai Kebenaran? Karena itulah kami datang ikut latihan di sini.

 

Fasilitator: Mind bagaikan tirai yang memisahkan seseorang dari Allah. Dalam bahasa Arab disebut “Hijab”, dalam bahasa Sanskerta disebut “Maya” – ilusi. Kita belum berani bertanggung jawab atas kelemahan diri. Itu sebabnya kita mencari kambing hitam. Yang menggoda kita bukan setan, tetapi mind kita sendiri.

 

Peserta Latihan: Jadi Kebenaran itu Ada, dan kita belum dapat melihat-Nya karena terhalangi oleh Hijab, oleh Maya yang diciptakan oleh mind?

 

Fasilitator: Guru Atisha, bukan hanya mendiagnosa penyakit ketika menyatakan Hijab atau Maya yang diciptakan mind menghalangi dalam melihat adanya Kebenaran. Selanjutnya Guru Atisha memberikan obat dalam butir ketiga bahwa mind itu bisa dilampaui. Dan begitu mind terlampaui, Kebenaran akan nampak jelas.

 

Peserta Latihan: Terima kasih Mas, ada tiga hal mendasar sebagai persiapan untuk mengelola mind. Pertama – Ada-Nya Kebenaran. Kedua – mind menghalangi penglihatan kita. Ketiga – mind bisa dilampaui.

 

(dijiwai Buku “Atisha” karya Bapak Anand Krishna)

Triwidodo

Januari 2009.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: