Dongeng Kancil dan Gajah abad ke 21


Dalam ketidaksadaran Si Kancil terperosok ke dalam perangkap lobang dunia

Dalam dongeng lama yang beredar di masyarakat tahun enam puluhan, Si Kancil selalu dikatakan cerdik dan penuh tipu muslihat, akan tetapi dalam dongeng pada abad ke 21, tindakan penuh tipu muslihat tersebut sudah tidak patut menjadi contoh. Si Kancil sedikit-sedikit telah memahami nasehat para leluhur di Nusantara: ‘Sapa sing nandur bakal ngundhuh’, siapa yang menanam benih, pada suatu saat akan menerima hasil panennya. Menanam benih padi akan memetik butir-butir padi empat bulan kemudian, menanam benih jambu akan memetik buah jambu tujuh tahun kemudian, menanam benih pohon jati akan memetik kayu jati dua puluh lima tahun kemudian. Setiap saat manusia menanam benih tindakan. Pikiran, ucapan dan tindakan setiap saat merupakan benih yang akan tumbuh dan akan datang akibatnya pada suatu saat nanti. Kapan waktu datangnya akibat, dari sebab yang telah dilakukan sebelumnya merupakan rahasia Ilahi.

Kadang sadar, kadang tidak sadar, itulah kejadian sehari-hari yang dialami Si Kancil. Dalam ketidaksadarannya, ketika menyadari potensi energi fisiknya yang telah dapat dibangkitkan, Si Kancil mencoba lari sekuat-kuatnya, Rusa si pelari cepat pun diajaknya berlomba lari. Si Kancil dapat diibaratkan seperti orang yang gila kekuasaan yang selalu ingin berlomba. Ia ingin menjadi nomer satu dan demi tercapainya keinginan itu, ia akan selalu melibatkan dirinya dalam perlombaan. Ia lebih mirip kuda-kuda yang digunakan di pacuan kuda. Perlombaan, persaingan itu sifat-sifat hewani. Si Kancil yang sudah manusiawi sebetulnya tidak perlu terlibat dalam perlombaan. Setiap manusia unik. Pada suatu saat, dalam perlombaan dengan Anjing Doberman, Si Kancil terperosok kedalam lobang yang dalam. Dalam lobang yang dalam, Si Kancil berkali-kali berusaha melompat ke atas, tetapi tindakan tersebut merupakan tindakan yang sia-sia. Dia telah terperosok dalam lubang yang dalam. Akhirnya dia menutup matanya dan merenungkan kehidupannya. Setelah beberapa lama dia teringat tentang cerita Prabu Kresna, Sang Raja di Dworowati.

 

Senjata Prabu Kresna

Pada hakikatnya, Prabu Kresna  tidak ada hubungan dengan pemujaan kelompok tertentu, Prabu Kresna, Sang Pemelihara Kebenaran  berada di dalam diri, bersemayam di hati nurani. Dalam kisah leluhur, sebagai Duta Hyang Widhi, Prabu Kresna mempunyai beberapa senjata.

1.       Senjata Cakra: Panah dengan ujung berujud cakra bulat seperti roda dan bergerigi tajam di ujung-ujung giginya. Senjata tersebut adalah senjata pemahaman tentang adanya Hukum Sebab-Akibat  yang akan mengejar siapa pun juga dan berada  dimanapun juga. Tidak ada tempat untuk sembunyi dari Cakra Prabu Kresna, bahkan meninggalkan dunia pun tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Si Kancil merenung: “Sudahlah, Aku sadar, biarlah benih perbuatan lalu yang telah kutanam akan datang kepadaku sebagai panen di kemudian hari, sekarang setelah memahami adanya Cakra Prabu Kresna, saatnya hidup baru, menjalani hidup dengan penuh kesadaran. Perubahan pertama bagi seorang yang melakukan ‘laku’ adalah memahami bahwa apapun yang dihadapinya, hal tersebut adalah akibat dari perbuatannya di masa lalu. Si Kancil ingat SMS Wisdom: “Kebaikan yang kau lakukan pasti kembali padamu. Begitu jua dengan kejahatan. Kau dapat menentukan hari esokmu, penuh dengan kebaikan atau sebaliknya”………….. “Kenapa mesti menangisi nasib? Kau adalah penentu nasibmu sendiri. Apa yang kau alami saat ini adalah akibat dari perbuatanmu di masa lalu. Apa yang kau buat hari ini menentukan nasibmu esok”.

2.       Bunga Wijaya Kusuma:  ‘Kembang Wijayakusuma’, ‘Bunga cinta kasih yang jaya’, puncak karya pohon kehidupan, yang bisa menyembuhkan penyakit batin dan menghidupkan orang yang telah mati  jiwanya. Bagi mereka yang yakin kepada Prabu Kresna, Pemelihara Kebenaran di dalam diri, mereka akan sembuh dari penyakit yang selama ini dialaminya, penyakit lupa diri karena hidup dalam dunia ilusi ‘mind’, maya. Bagi orang yang sadar, taubat, ‘metanoia’, Prabu Kresna akan menghidupkan kembali jiwanya yang mati dan lahir penuh kasih. Mati dimaksudkan sebagai ego keras yang tidak dapat berubah. ‘Mind’ yang mengeras, sehingga sinar kasih Ilahi tak dapat diterimanya. Si Kancil ingat SMS Wisdom: “Dengan menganggap dirimu lahir dari dan dalam dosa, kau menghujat Tuhan. Dirimu lahir dari dan dalam cinta, dan cinta itulah Tuhan, Allah”……… “Isilah harimu dengan kasih, maka kau tak akan pernah salah. Kekuatan kasih itu, cahaya cinta itu akan menerangi pikiranmu dan mengarahkan setiap langkahmu”………. “Awali harimu dengan cinta kasih, isilah harimu dengan cinta kasih, akhirilah harimu dengan cinta kasih, itulah jalan menuju Tuhan”…….. “Kasih tidak mengharapkan imbalan. Kasih itu sendiri adalah imbalan. Kebahagiaan yang kau peroleh saat mengasihi itulah imbalan kasih”.

 

3.       Cermin : Alam adalah salah satu wujud kasih, juga merupakan cermin Prabu Kresna. Manusia yang sadar dapat bercermin dari perilaku alam. Alam ini adalah cermin bagi diri, alam bersifat universal, tidak ‘pilih sih’, bertindak sama terhadap semua makhluk. Alam bersifat kasih, hanya memberi. Si Kancil ingat SMS Wisdom: “Men-cahaya-i diri saja tidak cukup. Cahaya yang menerangi dirimu itu mesti dibagikan dengan setiap orang yang membutuhkannya. Yakinlah bila kau mampu melakukan hal itu”. Si Kancil berhasrat meneladani Prabu Kresna untuk bertindak sebagai cermin, sehingga orang yang dihadapinya tersebut sadar akan wajah asli dirinya.

 

4.       Aji Pameling: Kekuatan Yang Mengingatkan. Prabu Kresna selalu mengingatkan manusia untuk berbuat Benar. Dia dapat memanggil dari jarak jauh, misalnya memanggil  Hanuman yang bertapa di Gunung Kendalisada. Bagi seorang yang bersih batinnya, dia akan mendengar panggilan Gusti untuk kembali ke Kebenaran, kepada jati dirinya. Kancil terobsesi SMS Wisdom: “Tuhan adalah gaung jiwamu. Bila jiwamu masih berkarat, maka kau akan menggaungkan Tuhan yang berkarat. Kau akan menciptakan sosok Tuhan yang berkarat. Bersihkan jiwamu”.

 

5.       Aji Kesawa:  Kekuatan untuk mengubah wujud menjadi Raksasa.  Dalam diri manusia terdapat potensi  raksasa. Potensi  luarbiasa yang terpendam dalam diri. Prabu Kresna paham cara membangkitkan potensi luar biasa dalam diri yang akan bermanfaat bagi alam semesta. Ada SMS Wisdom: “Kau adalah pusat dunia, bila kau berubah, dunia akan berubah. Fokuskan seluruh kesadaranmu pada perubahan diri. Jangan takut pada mereka yang menghalang-halangimu. Bila niatmu kuat dan keinginanmu untuk bekerja keras pun ada….. Maka, ketahuilah bahwa tiada sesuatu yang dapat menghalangimu untuk mewujudkan impianmu”……… “Cukup sudah kau mengemis dan minta dikasihani. Sekarang berdirilah di atas kedua kakimu. Sepasang tangan dan kaki yang kau miliki itu hanya menunggu perintahmu untuk menggerakkan bukit-bukit dari tempatnya”.

Pertemuan dengan Gajah

Dalam kontemplasinya Si Kancil, telah lupa keadaannya yang berada dalam lubang. Aku ini siapa? Kalau aku bilang itu bajuku, maka aku bukan baju, kalau aku bilang itu pikiranku, maka aku bukan pikiran, kalau aku bilang itu perasaanku, maka aku bukan perasaan, kalau aku bilang itu intuisiku, maka aku bukan intuisi……….. Isa Sang Masiha bersabda, “Mereka yang sedang mencari, hendaknya tidak berhenti mencari sampai menemukannya. Penemuan itu akan menggelisahkan mereka. Lalu dari kegelisahan itu akan timbul rasa kagum. Setelah itu baru akan ada pengendalian diri, dan ketenteraman sejati”.

Si Kancil ingat Ayat Kursi: Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (Q2 : 255). Tidak ada yang lain kecuali Allah…………………..

Tiba-tiba ada Gajah besar turun ke lobang dan berkata: “ Segera naik ke punggungku lewat belalai ini, dan lompatlah ke luar, kau sudah waktunya lepas dari lubang perangkap dunia, teruskan perjalananmu”. Si Kancil tertegun: “Untuk apa kau menolongku, pada zaman dulu aku menipumu dengan menakut-nakutimu adanya awan yang mau runtuh, sehingga kau turun ke dalam lobang dan aku bisa lari keluar, mengapa sekarang kau menolongku?”. “Terus kau sendiri bagaimana dapat ke luar dari lubang ini?” Gajah berkata pelan: “Aku menurut persangkaanmu, pada dongeng terdahulu kau menganggap aku bisa ditipu, demikianlah aku, saat ini kau menganggap aku penolong, demikianlah aku. Aku menunggumu sampai kau sadar”. “Orang di India pada waktu berdoa pertama kali selalu berdoa memuja Pemimpinku. Di Bandung Pemimpinku diabadikan menjadi simbol kampus ternama”. “Hutan ini terletak di daerah hutan suaka margasatwa, begitu aku berteriak, para pawang penjaga akan segera mendatangi suaraku dan akan menolongku ke luar dari lobang. Aku berusaha menerapkan nasehat SMS Wisdom: “Memberi cinta adalah kebebasan sejati. Mengharapkan cinta berarti memperbudak diri…………..segera naik ke punggungku dan teruskan perjalananmu, saya teruskan ucapan SMS Wisdom: Bangkitkan semangatmu, tak ada yang dapat membangkitkannya untukmu”. Terima kasih Guru.

 

http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

Maret 2009.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: