Bertindak Penuh Kesadaran

Dalam perjalanan Kereta Api Kamandanu dari Semarang menuju Jakarta, terjadi percakapan antara seorang anak remaja dengan ayahnya. Penyejuk udara kereta yang dingin membuat para penumpang tertidur dalam selimut yang tebal dan tidak peduli dengan film bagus di televisi yang terletak di depan gerbong. Percakapan mereka juga tertutup oleh suara roda kereta yang beradu dengan sambungan rel dan gerakan-gerakan kereta yang kadang-kadang meliuk-liuk dan memunculkan ritme bunyi tersendiri.

Sang Ayah: Anakku, kemarin Papa berbicara dengan teman yang berhasil menghentikan kebiasaan merokok. Setiap pecandu yang ketagihan mengatakan betapa sulitnya mengatasi kecanduan. Tubuh tidak lagi menginginkannya, tetapi dia tidak dapat melepaskannya. Ingatan dan hasrat atas sesuatu yang dicandu masih ada. Bentuk pikirannya masih tetap hidup dan menunggu untuk diaktifkan. Baca lebih lanjut

Iklan