Ibu Pertiwi, Aku Bangga Menjadi Manusia Indonesia Yang Unik

Variasi Kisah Asal-Usul Genetikku

Aku begitu terperangah, membaca komik Buddha dari Osamu Tezuka, ternyata bukan hanya orang Indonesia yang berani membuat kisah yang menarik, walau belum tentu dijamin keotentikannya. Cerita otentik tanpa variasi kadang terasa kering, kurang berlembab dan tidak dapat mengetuk nuraniku. Dari segi tujuan ada benarnya juga membuat sedikit variasi. Ibarat ada orang yang suka sayur-sayuran asli dengan rasa aslinya, tetapi aku lebih dapat menikmati dan bersyukur kepada Gusti betapa enaknya sayur lodeh yang rasanya ada aslinya tetapi sudah tidak tidak asli lagi. Sepanjang aku bersyukur tidak apa-apa kan? Biarlah, bukankah ada yang bertugas menjaga keotentikan, walau keotentikan suatu tulisan itu belum sempurna, ada saja yang memasukkan ego kedalam pemaknaan tulisan sehingga dari satu tulisan yang dijamin otentik pun berkembang banyak paham yang bertentangan?

Konon Raja Dewata Cengkar adalah adalah raja yang adil dan berwibawa dan masyarakat di Medangkamulan sejahtera. Pada suatu hari, sang koki memasak sayur kesukaan sang raja dan salah satu jarinya teriris pisau dan ikut termasak. Sang Raja menikmati daging aneh baru tersebut dan mencari tahu daging apa. Mencari kenikmatan yang belum pernah dialami, akhirnya terbiasa dan karena berulang-ulang menjadi perilaku. Kalau orang menyatakan ada ‘narcotic drug adddict’, banyak orang  yang serakah dan menjadi ‘property addict’ dan dengan proses yang sama Dewata Cengkar menjadi ‘human-gulai- addict’. Baca lebih lanjut

Iklan