Bepergian di belantara ibukota


Bermacam pilihan tansportasi di Jakarta

Kadang saya bepergian ke ibukota untuk keperluan kantor sambil menengok anak yang kos di daerah Setiabudi. Setelah tujuan utama selesai, apabila waktu longgar ada beberapa pilihan, ke toko buku, ke tempat internet, atau urusan lain. Buku-buku bacaan selalu terbawa dalam tas saya untuk melewatkan waktu dalam menunggu. Untuk pergi ke suatu tempat di Jakarta, sulit tanpa menggunakan kendaraan. Tergantung selera dan pertimbangan ekonomis. Pada waktu macet enak naik ojek. Untuk tempat yang nanggung kadang menggunakan bajai, walau kuping agak perlu menahan diri mendengar suara yang bising, tetapi memang hanya sebentar karena jarak dekat. Untuk jarak yang jauh lebih pilih naik busway dan bila menuju Airport bisa memakai bis Damri jurusan Sukarno Hatta. Pertimbangan waktu dan lainnya sering membuat keputusan untuk pergi memakai taksi.

Bagaimana pun saya berasal dari Semarang dan harus kembali ke Semarang. Bisa naik kereta api dengan berbagai pilihan jam kereta api atau naik pesawat dengan berbagai maskapai penerbangan. Yang jelas tidak mungkin saya berjalan sendiri.

 

Bepergian di belantara dunia

Tiba-tiba saya lama merenung…….. Untuk apa saya ke dunia? Untuk menyelesaikan urusan? Mestinya  bukan untuk menambah urusan baru  dan bagaimana pun setelah urusan terselesaikan, saya harus balik ke tempat asal saya.

Dalam perenungan yang mengasyikkan, tiba-tiba saya ingat Buku Bhagavad Gita Bagi Orang Modern, tulisan Bapak Anand Krishna……..

Untuk Anda renungkan sejenak: dalam setiap tradisi, kita menemukan hal semacam ini. Yesus pun menawarkan dirinya: masukilah diri-Ku, karena Aku adalah Gerbang yang akan mengantarmu. Muhammad pun menawarkan dirinya sebagai Rasul. Buddha menawarkan dirinya sebagai cermin, sehingga kita dapat melihat wajah asli kita. Bahasanya berbeda, maksudnya sama, intinya sama. Kita yang bodoh, yang dungu, yang belum juga sadar, yang hanya membaca apa yang tersurat, buka apa yang tersirat – sering terlibat dalam argumentasi yang hanya menunjukkan ketumpulan kita. Krishna di sini menawarkan dirinya sebagai tangga: Naikilah aku, Arjuna, sehingga kau dapat mencapaiNya……………….  BHAGAVAD GITA Bagi Orang Modern, Menyelami Misteri Kehidupan, PT Gramedia Pustaka Utama  2002 halaman 254.

Terima Kasih Guru atas panduan-Mu. Banyak kendaraan yang siap sedia membawa kita kembali ke asal kita, dan saya memilih menaiki Kendaraan-Mu Guru.

 

http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

April 2009.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: