Laporan Pandangan Mata: Silaturahmi Islamic Movement for Non Violence dengan Tokoh Muslim Bali


Muslihah Razak

http://www.facebook.com/muslihah.razak#/notes/muslihah-razak/laporan-pandangan-mata-silaturahmi-islamic-movement-for-non-violence-dengan-toko/180518735403

 

Islamic Movement for Non Violence (IMN)

Restoran de Surau Denpasar Bali, 13 November 2009

 

“Inna ad-din ‘Inda-Allah Islam: the Way to God is Peaceful Surrender” with Prof. Amina Wadud

 

Bertempat di Denpasar bali, Islamic Movement for Non Violence atau IMN mengadakan acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh muslim Bali, diantaranya Masrur, Ketua MUI Badung, Khabibah Ahmad dari Fatayat NU, Suri Handayani dari Muslimat NU, Yayuk Herawati dari Forum Majlis Taklim Denpasar, Ariful Akmal dari Religious Affairs Denpasar, dan masih banyak lagi seperti perwakilan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), perwakilan Himpunan Pengusaha Muslim Bali, perwakilan dari Departemen Agama, dan ada juga dari Universitas Udayana Hadir pula dalam acara tersebut Maya Safira Muchtar sebagai penggagas IMN

 

Yang membuat acara ini lebih special adalah kehadiran tokoh pemikir islam yang kontraversial Prof. Amina Wadud, yang hari itu berbagi dengan kami apa sebenarnya makna dari Inna ad-din ‘Inda-Allah Islam.

 

Amina memulainya dengan peringatan agar kita tidak sempit dalam memahami Al-quran karena dalam al-quran sendiri dijelaskan bahwa pesan-pesan Allah tidak hanya didalam a-quran tetapi juga diseluruh alam, tanda-tandanya berada dimana-mana. Dan alquran diturunkan bukan hanya untuk orang-orang yang mengerti bahasa arab saja, ataupun bangsa arab saja tetapi untuk semua ummat manusia

 

Disinilah pentingnya al-quran tidak hanya dimaknai secara tersurat saja tetapi harus digali makna yang terkandung didalamnya sesuai dengan konteks berlakunya. Sehingga alquran tidak hanya digunakan untuk kelimpok tertentu atau peradaban tertentu saja tetapi benar-benar bisa menjadikan al-quran sebagai cemin dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

 

Dalam menerjemahkan al-quran kita membutuhkan hati, pikiran dan perasaan agar bisa memahami pesan yang ingin disampaikan Allah kepada ummat manusia. Dan karena Allah berbicara di al-quran dengan menggunakan bahasa arab, jadi ini juga tentang bagaimana kita memahami bahasa arab.

 

Bahasa arab sudah ada sebelum adanya alquran maka ini tidak terkait dengan antropogi maupun historis karena banyak sekali kata-kata dalam al-quran yang terkadang tinggi maknanya namun karena kata-katanya terbatas, tidak bisa menjelaskan apa yang dimaksud. Kita tidak akan memahami apa yang ingin disampaikan oleh Sang Maha Kuasa, tidak akan memahami islam sebagai agama yang universal bila kita memahami alquran hanya dari konteks budaya dan sejarahnya saja.

 

 

Memaknai Inna ad-din ‘Inda-Allah Islam

 

Ad-din bukan lah agama secara konstitusi seperti yang kita pahami selama ini tetapi Amina memaknainya lebih jau sebagai hubungan timbale balik, komitmen, kontrak kita semua yang sedang berjalan dengan Sang Pemberi Kontrak yaitu Allah

 

 

Arti ‘Inda-Allah Islam islam didepan Allah..yg didepan allah itu Islam. Jadi beragama adalah bagaimana kita mencerminkan sifat Allah itu sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari yang tantangannya adalah bagaiman islam menjadi sesuatu yang universal, sehingga kita bisa hidup dengan seluruh ciptaan-Nya, dengan seluruh alam semesta

 

Seorang muslim yang masih bisa melakukan aksi kekerasan, terror, menghancurkan kedamaian berarti ia belum mencapai keadaan islam secara esensial yaitu perdamaian itu sendiri karena jalan menuju Allah adalah jalan menuju perdamaian , inilah kalau islam hanya dimaknai secara histories dan budayanya saja

 

Dalam islam kita diingatkan kembali untuk menuju jalan perdamaian, kita tidak hanya lahir sebagai muslim begitu saja. Tetapi kita punya tanggung jawab, komitmen untuk mencapai Allah dengan mewujudkan perdamaian dimuka bumi.

 

Dgn islam Kita diingatkan kembali utk menuju jalan perdamain menujunya. Kita tdk hanya sekedar lahir ya sbg muslim tetatpi kita harus menempuh jalan, komitemen utk mencapai Allah mewujudkan perdamaian di muka bumi.

 

Bagaimana Memberikan Bekal Kepada Generasi Muda dalam Memahami Agamanya

 

Amina juga memberikan tips dan trik dalam mendidik generasi muda agar ridak terjebak dalam radkalisme apalagi menjadi seorang pembunuh berdarah dingin atas nama agama yaitu dengan 3 cara”

1. Ta’lim yang dimaknai dengan informasi, bisa melalui buku dan lain-lain

2. Tarbiyah, yang berasal dari kata Rabb, Tuhan. Disini sudah mulai ada trainng, disiplin agar bisa mencerminkan ke-Ilahian didalam diri

3. Ta’dib, adab. Yang dimaknai sebagai pengabdian

 

Ta’ lim saja tidak cukup tetapi anak-anak harus didik dengan penuh compassion, kasih sayang, libatkan anak-anak dengan kegiatan yang bisa memimbulkan empati terhadap sesama seperti di ajak ke para korban teroris. Dengan empati inilah baru mereka bisa menghayati agamanya.

 

Tujuan Acara

 

Tujuan dari acara ini selain menyebarkan visi misi IMN untuk menyebarkan islam yang anti kekerasan dan cinta perdamaian lewat diskusi, dialog keilmuan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana terciptanya silaturahmi dan kerjasama dengan tokoh-tokoh muslim terutama dibali, bagaima kita bersama-sama mewujudkan tanggung jawab kita sebagai muslim untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Semoga terwujud.amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: