Ketidakterikatan, “Sepi Ing Pamrih” dan Makna Bunga Teratai

Kakek kami pernah bercerita bahwa konon setiap saat, Kanjeng Nabi Ibrahim yang suci selalu memilih tindakan yang mulia (shreya) daripada tindakan yang hanya menyenangkan diri pribadi saja (preya). Tindakan mengasihi putra yang telah lama didambakan kelahirannya  juga merupakan tindakan yang mulia. Akan tetapi tindakan tersebut menyebabkan adanya keterikatan Kanjeng Nabi terhadap sang putra, terhadap dunia. Dengan petunjuk Yang Maha Kuasa lewat mimpi untuk menyembelih (“keterikatan” pada) sang putra, Kanjeng Nabi dapat melepaskan keterikatan terhadap sang putra dengan memilih Yang Haqq daripada kehidupan putra tersayangnya. Selanjutnya, kakek berpesan, nasehat leluhur tidak sekedar dipahami pikiran agar mahir dalam diskusi. Pemahaman harus dihayati, dirasakan dengan penuh perasaan dan kemudian dipraktekkan sehari-hari.

Bunga teratai

Bunga teratai tumbuh pada kolam di daerah subur seperti di Mesir Kuno, di Asia termasuk juga di Indonesia. Itulah sebabnya simbol ketidakterikatan bunga teratai hanya dikenal pada peradaban yang berkembang pada daerah yang subur dengan air yang berlimpah. Legenda dari Mesir Kuno menyebutkan bahwa Ra, Dewa Matahari lahir dari kelopak bunga teratai yang tumbuh dari air kekacauan. Dalam Buddhis bunga teratai juga bermakna kemurnian pikiran, kemurnian ucapan dan kemurnian tindakan yang tumbuh dari air lumpur keinginan dan keterikatan. Bhagavad Gita juga mengambil contoh daun teratai sebagai simbol ketidakterikatan. Baca lebih lanjut

Pengaruh Universal dari Musik dan Nyanyian terhadap Jiwa

Konon musik kecapi Daud dapat menenangkan kemarahan yang menggelegak dari Raja Saul dan hal tersebut disampaikan di dalam Bible.  Kemudian Napoleon menyatakan bahwa lagu revolusi yang dikenal sebagai “Marseillase” lebih berharga dari pada dua resimen pasukan. Juga dalam setiap peperangan selalu diiringi oleh musik, dengan instrumen-instrumen militer dan himne-himne pembangkit semangat. Pada zaman dahulu, sewaktu perang bharatayudha pun terompet-terompet kerang ditiup para ksatria untuk membakar semangat prajuritnya. Musik dan nyanyian memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan manusia dan bahkan untuk mengubah dunia. Musik dan nyanyian perlu dirasakan dan dihayati pengaruhnya terhadap diri.

Pengaruh musik terhadap kehidupan

Hidup kita terisi dengan suara-suara dengan segala macam ragamnya, dan respons-respons kita terhadap suara-suara tersebut ikut membentuk diri kita dari waktu ke waktu. Satu saat suara-suara tersebut terasa sangat mengganggu dan pada saat yang lain sangat menyenangkan. Getaran-getaran suara mempengaruhi pola pikir kita, perasaan kita, dan bagaimana kita mengalami dunia ini.

Kita memberi respon terhadap semua suara ini, namun biasanya kita tidak memberi banyak perhatian kepada mereka. Kita tidak menyadari bahwa kita telah disentuh oleh sebuah kebijaksanaan kuno…sebuah daya semesta… sebuah instrumen ilahi. Baca lebih lanjut

Bhinneka Tunggal Ika Mengukuhkan Persatuan Ajaran Para Suci

Setelah peristiwa 30 September 1965, kala itu para orang tua dan muda-mudi takut dikatakan tidak beragama, sehingga mereka banyak yang mulai mendatangi tempat-tempat ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Putra-putri kecil mereka juga diperkenalkan dengan keyakinan orang tuanya sejak kecil. Bahkan banyak yang disekolahkan pada tempat-tempat pendidikan yang dikelola berdasarkan keyakinan tertentu. Tiga puluh tahun telah berlalu dan putra-putri dari orang-orang tua tersebut telah dewasa dan telah terbentuk pola dalam pikirannya hanya keyakinan mereka yang benar.

Anak-anak kecil tersebut sudah menjadi orang tua dan kemudian mempunyai putra-putri yang sejak kecil sudah dididik sesuai keyakinan  mereka. Sejak usia kecil, anak-anak kita sudah didik untuk memperhatikan perbedaan, bukan melihat kesatuan di balik perbedaan. Bhinneka tunggal Ika hanya merupakan slogan saja. Demikian yang terjadi dan banyak anggota masyarakat yang merasa berbeda dengan anggota masyarakat yang lain.

Bila kita ingin melihat Indonesia bersatu, maka kita harus mulai dari anak-anak kita agar dapat  melihat kesatuan di balik perbedaan. Bila tidak, disintegrasi sudah di ambang mata. Baca lebih lanjut

Dari Berteman Dengan Diri Sendiri Menuju Kasih, Be Joyful and Share Your Joy to Others!

Seorang teman mengeluh, nampak depresi begitu kehilangan jabatan, kehilangan kedudukan dan kehilangan harta karena teman-temannya mulai menjauhinya. Seorang teman yang lain, pada posisi yang sama tetap ceria tidak memperdulikan teman-temannya datang atau pergi darinya, dia tetap saja melayani orang lain. Masalah yang dihadapi sama akan tetapi hasilnya sangat berbeda, mengapa?

 

Eksploitasi dari seseorang yang dianggap teman

 

Bahkan dalam dunia ini, kebencian pun, permusuhan pun tidak langgeng. Tadi Anda miskin, sekarang Anda kaya dan seorang musuh pun bisa balik menjadi teman. Tahukah Anda bahwa Anda sedang dimanfaatkan, sedang di eksplotasi? Betapa tololnya Anda. Anda telah mempercayai hubungan-hubungan semacam itu selama ini. Anda telah menangis karenanya, Anda telah ketawa karenanya – padahal semua hubungan-hubungan duniawi Anda hanya bersifat sementara. Jangan bersandar pada siapa pun. Bersandarlah pada diri sendiri. Jadilah teman bagi diri Anda sendiri. *1 Kehidupan halaman 76

Teman Pertama kita tersebut, sejak kecil hanya percaya terhadap keberhasilan, dia menyenangi keberhasilan. Hidupnya diarahkan agar dirinya selalu berhasil. Dan karena ia berhasil maka teman-temannya banyak. Kemudian, karena dia hanya mempercayai keberhasilan, dia lalai bahwa setiap keberhasilan selalu mengandung potensi kegagalan. Hidup ini tidak melulu berisi keberhasilan, selalu ada pula kegagalan dan dia tidak bisa menerima kegagalan. Wajahnya nampak sedih dan dirinya gelisah karena beberapa kegagalan yang tidak diharapkan mendatanginya yang mengakibatkan  teman-temannya menjauh. Dia kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Dia dalam keadaan “Un-Joy” Baca lebih lanjut

Dari Terima Kasih Menuju Kasih

Seorang sahabat mengingatkan tentang pesan Guru untuk selalu berterima kasih kepada orang yang telah membantu kita. Ungkapan terima kasih akan mengangkat energi dan meningkatkan kesadaran. Mungkin sahabat tersebut telah melupakan nasehatnya yang disampaikannya di depan para sahabatnya, akan tetapi nasehat tersebut telah mengubah sebuah kehidupan salah satu sahabatnya.

Peluang untuk mengucapkan terima kasih

Selalu saja ada ungkapan terima kasih yang pantas disampaikan kepada seseorang dalam setiap keadaan. Terima kasih kepada seorang pengemudi mobil atau bis yang telah membawa kita selamat dalam perjalanan. Ungkapan  terima kasih tersebut sekaligus mengangkat energi sang pengemudi yang merasa dimanusiakan. Dan peningkatan energi sang pengemudi pada akhirnya akan mempunyai efek balik yang meningkatkan energi kita. Ungkapan terima kasih yang tulus memberikan energi kasih yang dapat dirasakan sang penerima ungkapan dan otomatis akan kembali kepada sang pemberi dengan energi kasih pula.

Rasa terima kasih perlu diungkapkan kepada panitia yang menyelenggarakan suatu acara apalagi sebuah acara spiritual, sehingga kita telah dapat menerima manfaatnya. Kemudian ilmu pengetahuan yang diperoleh pun akan mantap dan mengangkat diri kita. Seandainya kita percaya bahwa ilmu pengetahuan itu sosok yang hidup, “dia” pun merasa dihargai kala kita mengungkapkan rasa terima kasih kepada sang pemberi. Berterima kasih kepada seorang penulis buku sebelum dan sesudah membaca buku adalah penting karena kita telah mengakses pengetahuannya. Rasa penghargaan yang tulus kepada sang penulis dan pengetahuannya otomatis akan kembali kepada kita. Baca lebih lanjut

Makna Sebuah Esensi

1970

Seorang kakek memberi nasehat kepada cucunya yang masih remaja.

Lakukan “mulur mungkret”, kembang susut dalam menghadapi kehidupan nyata.

Contohnya bagi seorang perjaka,

Idealnya memilih gadis yang jelita, yang cerdas, anak orang kaya,

yang mandiri, yang spiritual dan seterusnya.

Selama harapan dipenuhi, “mulur”-berkembanglah kriteria, berkembanglah keinginan manusia

Saat harapan meleset, “mungkret”-susutkanlah kriterianya.

Tidak perlu cantiklah, lumayan saja.

Asal mandiri, spiritual…. demikian seterusnya.

Sampai akhirnya…. sudahlah kalau bersama kan lampu dimatikan juga…… Baca lebih lanjut