Makna Sebuah Esensi


1970

Seorang kakek memberi nasehat kepada cucunya yang masih remaja.

Lakukan “mulur mungkret”, kembang susut dalam menghadapi kehidupan nyata.

Contohnya bagi seorang perjaka,

Idealnya memilih gadis yang jelita, yang cerdas, anak orang kaya,

yang mandiri, yang spiritual dan seterusnya.

Selama harapan dipenuhi, “mulur”-berkembanglah kriteria, berkembanglah keinginan manusia

Saat harapan meleset, “mungkret”-susutkanlah kriterianya.

Tidak perlu cantiklah, lumayan saja.

Asal mandiri, spiritual…. demikian seterusnya.

Sampai akhirnya…. sudahlah kalau bersama kan lampu dimatikan juga……

Demikian dalam segala hal, “mulur-mungkret” membuat manusia dapat menerima apa adanya.

Kemudian datang kesadaran……

Yang “mulur” dan “mungkret” adalah pikiran.

Dan aku bukan pikiran,

Jati diri melampaui pikiran

Jati diri dapat mengendalikan pikiran

2010

Seorang Guru bercerita kepada murid-muridnya.

Tentang Kathopanisad, kisah sang Nachiketa.

Baru tersadarkan,

Selama ini aku berkesadaran restoran.

Memilah dan memilih menu makanan,

Makanan Preya…… yang menyenangkan, sesuai selera keinginan.

Padahal Gusti juga selalu menghidangkan,

Makanan Shreya yang penuh kemuliaan.

Apa pun yang disajikan Gusti dalam pesta-Nya akan membawa jalan kebahagiaan.

Kemudian…..

Ada anak panah kalimat melesat menembus hati di kedalaman.

Bukan “unity in diversity”,

Bukan berbeda-beda tetapi satu jua.

Seharusnya…..

Nampak berbeda esensinya satu jua.

Pemahaman ini membuat energinya berbeda.

Terfokus pada kesatuan

Bukan pada perbedaan.

Nampak banyak perhiasan, esensinya emas juga.

Wujudnya nampak dalam berbagai materi, esensinya energi pula.

Nampaknya banyak Kekuatan yang lain, esensinya hanya Dia.

Dia menari dan alam semesta ini adalah gerakan tarian-Nya

Tarian yang tak terpisahkan dari-Nya.

Nampak terpisah esensinya satu jua.

Diri mencoba memahami satu gerakannya,

Guru menyadari semua langkahnya

Terima Kasih Guru, Terima Kasih Gusti.

Guru-Gusti, Guru-Gusti, Guru-Gusti……. nampaknya beda?

Esensinya?

Semoga kasih-Mu mengangkat kami semua.

Informasi buku silahkan menghubungi

http://booksindonesia.com/id/

Situs artikel terkait

http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

Januari 2010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: