Mass Media Nusa Belantara


Setelah menonton tayangan televisi swasta, di malam yang telah larut, seorang suami tua bercengkerama dengan istrinya yang juga berusia setengah baya.

Sang Suami: Zaman ini sering disebut zaman media, kekuasaan bergeser ke mass media yang bisa menjangkau masyarakat luas. Semua penguasa, politikus, pengusaha, ilmuwan mendekati media agar kepentingan mereka tertampung. Dampak positifnya jelas banyak. Dampak negatifnya, masyarakat suka berbicara. Yang mengetahui masalah dan yang tidak memahami pun angkat bicara. Tayangan dan berita mass media membuat keriuhan suasana. Seorang psikiater wanita bertanya pada seorang terapis dan seorang mahasiswi tentang perlakuan seorang tokoh yang kita yakin adalah tokoh idola mereka sebelumnya. Mereka hanya berbicara menurut pola pemikiran mereka pribadi. Tidak pernah terbersit rasa tanggung jawab pada negeri ini. Hanya diri mereka yang tahu apa yang ada dalam benak mereka, mengapa mereka melakukan hal ini. Demi pribadi, backing seseorang atau ambisi pribadi. Mengapa Mass Media tunduk? Who Knows?

Sang Isteri: Menurut kami yang awam, mereka mencari berita yang “laku”, hanya mereka sadar tidak apakah mereka bertanggung jawab terhadap bangsa. Saya membaca buku-buku tulisan tokoh tersebut, tak ada kelemahannya. Beliau begitu cinta pada bangsa ini. Beliau mempraktekkan “Bhinneka Tunggal Ika” dalam skala kecil di komunitasnya, dan hasilnya sudah nyata. Beliau mempopulerkan “Bhinneka Tunggal Ika” di manca negara. Apakah justru karena beliau cinta persatuan, ada yang ingin menjatuhkannya? Terus terang  saya lebih senang lihat media yang menampilkan membangun rumah bagi orang miskin, bahkan “take him out” pun bisa menghibur. Tetapi seorang terapis menjelek-jelekkan orang yang dipijatnya, mahasiswi bisa menggandeng 100 pengacara dan keluar masuk tayangan tivi untuk acara seseorang yang memegang punggungnya. Sudah separah itukah selera kita, sudah serendah itukan kesadaran kita? Seorang ayah pun memeluk putrinya dengan rasa sayang tanpa pikiran ngeres.

Sang Suami: Setiap orang harus mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan sepanjang hidupnya, Mass media harus mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya nantinya? Setiap pikiran, ucapan dan tindakan adalah benih yang pada suatu saat akan berbuah dan hasilnya akan kembali kepada kita. Kapan panennya tidak ada yang tahu, yang jelas bibit jelek berbuah jelek, bibit baik berbuah baik. Kita hidup di Indonesia, makan minum di Indonesia, mati juga di Indonesia. DNA kita juga DNA Indonesia. Leluhur-leluhur kita pernah menerima beberapa keyakinan. Dan keyakinan tersebut masih tersimpan dalam warisan DNA kita. Sudah sepantasnya kita mengapresiasi semua keyakinan dan menghormati budaya warisan para leluhur kita. Mengapa kita tidak peduli dengan negara kita? Mengapa kita hanya berkutat pada kepentingan pribadi dan kelompok saja.  Mengapa kita ingin menjatuhkan seseorang yang dihormati di manca negara?

Sang Isteri: Kita dapat memaklumi bahwa media itu agar bertahan hidup dan berkembang harus selalu memperhatikan pangsa pasar. Tetapi perlu ditambahkan satu kriteria, kecintaan pada Ibu Pertiwi.

Sang Suami: Ada milyaran sel dalam tubuh kita. Tetapi semua sel bekerjasama. Kaki terantuk batu berita disampaikan berantai ke otak. Darah putih kompak akan selalu menyerang musuh, penyakit. Tidak pernah mereka cuek, ngambek dan demo. Sel yang tidak selaras dengan tubuh, yang tidak mau bekerjasama dinamakan tumor dan kanker. Tumor cuek dan kanker agresif menyerang tubuh. Apakah kita ini merupakan tumor dan kanker bagi Ibu Pertiwi. Sudahlah Bu, mari kita berdoa semoga seluruh anak bangsa cepat sadar dan bertanggung jawab terhadap keberadaan negara ini…… Syukurlah ini hanya terjadi di Negara Khayali Nusa Belantara………

Sang Istri: Baik Pak, Terima Kasih! Semoga Ibu Pertiwi mendengar jeritan hati kita. Begitu banyak Mass Media Nusantara Yang cinta Ibu Pertiwi.

Situs artikel terkait

http://oneearthmedia/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

Februari 2010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: