Sikap Mental, Renungan Kedua Dari Lima Belas Pandangan Hidup Vivekananda


Sepasang suami istri setengah baya melanjutkan pembicaraan tentang 15 pandangan hidup dari Swami Vivekananda. Mereka membicarakan tentang pandangan hidup kedua. Sebagai referensi mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna…….

Sang Istri: Pandangan hidup kedua…. Pandangan kitalah yang menentukan: Adalah sikap mental kita sendiri yang membuat dunia seperti apa bagi kita. Pikiran kita membuat sesuatu menjadi indah dan pikiran kita juga membuat sesuatu menjadi buruk. Seluruh dunia ada dalam pikiran kita. Belajarlah untuk melihat segala sesuatu sebagaimana mestinya. *Vivekananda.

Sang Suami: Kali ini Swami Vivekananda menyoroti tentang pikiran…….. Setiap pikiran dan setiap perasaan ibarat makhluk-makhluk kecil yang membentuk kepribadian kita. Kepribadian kita terbentuk oleh gugusan pikiran, perasaan, angan-angan, impian, ingatan dan materi-materi lain sebagainya. Selama pikiran dan perasaan itu hidup berdamai di dalam tubuh, kita sehat. Ketika terjadi konflik di antara mereka, tubuh jadi sakit. Karena itu, terjadinya konflik-konflik ini yang mesti dicegah. Demikian disampaikan dalam buku “Fear Management”…… Pikiran kita membuat sesuatu menjadi indah atau pikiran kita membuat sesuatu menjadi buruk, dan hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan kita.

Sang Istri: Dalam buku “Panca Aksara” disampaikan bahwa……. Jika dilihat dari belakang, dirumuskan dari yang paling bawah – maka Pikiran itulah yang menimbulkan Keinginan. Kemudian, Keinginan mendorong adanya Perbuatan atau Tindakan. Dan, Perbuatan atau Tindakan itulah yang mementukan Pengalaman-Pengalaman Hidup. Kehidupan = Pengalaman + Pengalaman + Pengalaman. Pengalaman = Perbuatan + Perbuatan + Perbuatan. Perbuatan = Keinginan + Keinginan + Keinginan. Keinginan = Pikiran + Pikiran + Pikiran. Komponen Terkecil dalam Bangunan Hidup kita adalah Pikiran, Thoughts. Sesungguhnya, hidup kita adalah cerminan pikiran kita. Pikirkan sesuatu yang baik, maka kau akan menginginkan hal-hal yang baik. Kau akan berbuat baik. Alhasil, pengalaman-pengalaman hidupmu baik pula. Dan, hidupmu “menjadi” baik……… Dengan mengelola pikiran, kita mengelola kehidupan sebaik-baiknya.

Sang Suami: Karena komponen terkecil bangunan hidup adalah pikiran, maka kita perlu mengawasi pikiran…… Apabila kita selalu mengawasi pikiran kita, maka tidak akan terjadi penyelewengan pada tingkat itu. Demikian, tindakan tercela pun dapat dihindari. Jadi bukan tindakan yang harus diawasi, tetapi pikiran. Apabila kita selalu mengawasi tindakan saja, kita tidak dapat menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Kenapa? Karena, pikiran kita sudah terlanjur tercemar. Bisa saja, pada suatu kesempatan, kita dapat mengendalikan tindakan kita. Tetapi; tidak untuk selamanya. Karena itu, pikiran yang harus diolah. Ujung-ujungnya kita kembali ke kata kunci kita: Kesadaran. Ia yang sadar, pikirannya pun tidak akan macam-macam. Pikiran hanya dapat dikendalikan oleh kesadaran. Demikian disampaikan dalam buku “Sabda Pencerahan”……… Dengan kesadaran kita perlu mengolah pikiran, perlu  mengelola pikiran, ucapan dan tindakan akan terkelola dengan sendirinya.

Sang Istri: Apabil pola pikiran kita sangat berpengaruh pada kehidupan, kita perlu mengubah pola lama yang kita sadari perlu perubahan?…… Pikiran telah membentukmu. Kesadaran dapat mengubahmu. Pikiran adalah program yang sudah ter-install dalam dirimu. Ada bagian memori, ada bagian obsesi, ada khayalan, ada keinginan, ada impian. Program ini sudah baku, seluas-luasnya programmu tetap ada batasnya. Kesadaran membebaskan kamu dari segala macam program. Pikiran memperbudak dirimu. Kesadaran membebaskan dirimu. Demikian disampaikan dalam buku “Bhaja Govindam”…… Dengan kesadaran kita bisa mengubah pola pikiran lama sehingga mempunyai pola pikiran baru yang berkesadaran.

Sang Suami: Benar isteriku, pola pikiran atau program pikiran yang telah ter-install akan sangat mempengaruhi kehidupannya……… Otak yang penuh tidak dapat berpikir lagi. Ini yang terjadi pada kaum teroris. Otak mereka diisi dengan segala macam memori tentang masa lalu, sehingga mereka tidak dapat hidup dalam kekinian. Mereka tidak dapat berpikir sesuatu selain yang ada di kepala mereka. Barangkali hati mereka juga terbebani dengan rasa benci, amarah dan mereka tidak dapat merasakan sesuatu yang indah, karena bagi mereka segala sesuatu yang mereka anggap lain dari otak mereka tidak punya keindahan. Jiwa mereka diprogram untuk merusak, bukan untuk mencipta dan membangun. Para “pencipta” mereka menyadari betul hal ini. Sedemikian penuhnya mereka diisi, sehingga tidak ada lagi informasi baru yang dapat menembus diri mereka. Untuk memperoleh, atau lebih tepatnya, memasuki Alam Kesadaran Psikis, beban pikiran dan jiwa harus dikurangi. Bersihkan otakmu dari segala macam indoktrinasi. Demikian disampaikan dalam buku “Neo Psyhic Awareness”…… Pola pandangan kitalah yang menentukan kehidupan kita. Dengan kesadaran kita bisa mengubah pola pikiran lama sehingga mempunyai pola pikiran baru yang berkesadaran.

Sang Isteri: Kembali ke masalah pikiran, mind. Dalam buku “Otak Pemimpin Kita” disampaikan bahwa……. Wujud-wujud yang kita lihat sekitar kita sesungguhnya ciptaan mind kita sendiri. Dalam keadaan tidur pulas, ketika kita tidak dipengaruhi mind, segala wujud sirna. Wujud-wujud sekitar kita, barangkali ada, tetapi bagi kita tidak ada. Kemudian, kita menciptakan nama. Itulah kemampuan kita yang kedua, Nama. Ini meja, itu kursi. Ini batu, itu pohon. Ini kelinci, itu anjing. Semua nama adalah ciptaan mind. Ketiga, Nilai. Kita juga menciptakan nilai bagi setiap wujud dan nama yang telah kita ciptakan. Kita menilai emas lebih tinggi dari besi. Kita mendewakan berlian, dan menganggap rendah batu. Kita menghiasi leher dengan kalung emas berliontin berlian. Kita tidak menggunakan besi untuk membuat kalung dan tidak menghiasi leher dengan liontin batu. Keempat adalah Keinginan, hasrat, obsesi, niat. Perasaan kita bergejolak, pikiran pun gelisah bila ada keinginan yang tidak terpenuhi. Kelima, Tanggapan. Cara kita menanggapi suatu situasi. Bisa dengan senyuman, bisa dengan beraduh-aduh. Keenam, Pandangan. Kita memandang hidup sesuai dengan referensi yang sudah terekam oleh otak kita. Bila rekaman mengatakan “A” jelek, maka setiap kali melihat “A”, kita akan menyimpulkan, “Itu jelek.” Padahal, barangkali “A’ sudah berubah, sudah tidak jelek lagi. Ciptaan Mind Ketujuh, barangkali yang paling berat, adalah Harga Diri. Kita menentukan harga diri kita, juga harga diri orang lain. Umumnya kita menaruh harga sangat tinggi bagi diri sendiri, dan sangat rendah bagi orang lain. Masih banyak ciptaan mind yang lain. Tujuh ciptaan yang saya sebut hanyalah beberapa di antaranya. Kita menderita karena ulah kita sendiri, karena ciptaan mind kita sendiri. Namun, kita tidak mau menerima hal itu, selalu mencari kambing hitam, menyalahkan situasi atau bahkan orang lain…….. Pikiran kita membuat sesuatu menjadi indah dan pikiran kita juga membuat sesuatu menjadi buruk. Seluruh dunia ada dalam pikiran kita.

Sang Suami: Setelah sadar bahwa pikiran sangat mempengaruhi kehidupan, kita perlu mengetahui bagaimana kita mengetahui bahwa pikiran kita sudah berada dalam “Kebenaran”, karena mind mengartikan Kebenaran secara sepihak saja….. dalam satu SMS Wisdom disampaikan bahwa….. Untuk memahami Kebenaran, anda harus melibatkan diri dalam Kebenaran itu. Melibatkan diri dalam Kebenaran berarti hidup selaras dengan alam………. Dalam buku “Neo Spirituality” disampaikan bahwa…… Bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang saya pikirkan itu harmonis, selaras, dan serasi dengan semesta? Segala macam pikiran, ide, konsep, gagasan, imajinasi dan lain sebagainya yang bersifat luas dan membebaskan adalah pikiran yang selaras dengan semesta. Karena alam semesta Maha Luas dan Maha Bebas adanya. Ia tak terkurung, tak terbingkai dan tak terbatas. Sebaliknya, pikiran-pikiran yang kerdil, sempit, membatasi, dan memenjarakan seperti dogma-dogma dan doktrin-doktrin yang membuat kita berpikiran picik sudah jelas tidak harmonis, selaras dan serasi dengan semesta. Pikiran yang picik menimbulkan berbagai macam keadaan psikologis yang tidak menunjang peningkatan kesadaran. Keadaan psikologis yang dimaksud antara lain rasa takut, khawatir, kecewa, marah, iri, benci, dendam, sedih, dan depresi. Keadaan psikologis seperti ini pada awalnya merusak organ otak itu sendiri. Kemudian, otak yang rusak meneruskan kerusakan itu ke organ-organ lain……… Pikiran sempit, picik tidak selaras dengan alam semesta, dan pada akhirnya akan berdampak negatif pada kesehatan kita.

Sang Istri: Terima kasih suamiku, aku ingat beberapa SMS Wisdom…….. Pikiran dan perasaan manusia berekspresi lewat ucapannya. Karena itu, agar ucapannya baik, pikiran dan perasaan harus baik……. Pikiran merupakan fondasi dari tindakan. Pikiran yang bermanfat dan kreatif  akan menghasilkan tindakan yang bermanfaat  dan kreatif……. Semoga pikiran kita semua selalu diliputi kesadaran.

Terima Kasih Guru. Jaya Guru Deva!

Situs artikel terkait

http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

Agustus, 2010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: