Allah is Watching


oleh Marhento Wintolo pada 25 September 2010 jam 19:50. Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo dapat menyebar ke seluruh persada Nusantara. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

http://www.facebook.com/#!/note.php?note_id=10150285845955445&id=1587274453

Qur’an berbicara lewat al-Maaidah tentang definisi orang yang beriman. Apa yang membedakan mereka dari para kafir? Orang yang beriman “terbuka” terhadap Keberadaan, ia berserah diri pada Gusti. Kafir menutup diri terhadap semesta, ia mempercayai kemampuan indera, raga, pikiran dan perasaannya “saja”.

Ayat 35 memberi pedoman perilaku bagi kita yang “baru merasa beriman”. Beriman berarti bertaqwa. Selama ini kita menyalahartikan taqwa sebagai “rasa takut”. Kurang tepat. Taqwa adalah “kesadaran ilahi”. Berarti, orang yang beriman senantiasa mesti berkesadaran ilahi. Apapun yang dilakukannya mesti dengan penuh kesadaran bahwa “Allah is watching”. Ini jelas tidak berarti takut. Org yang takut akan menjauhi keadaan yang menakutkan. Tuhan tidak dijauhi, malah mesti didekati.

Kita mesti mencari “wasilah” – apa saja yang dapat mendekatkan diri dengan Gusti, dan selanjutnya kita diwajibkan untuk senantiasa berjihad, bukan sekali-kali, tapi selalu. Jihad berarti “upaya yang sungguh-sungguh”. “Org yang beriman adalah dia yang senantiasa berupaya dengan kesungguhan hati untuk merasakan kehadiranNya dan hanyalah berbuat sesuatu yang bisa mendekatkan dirinya dengan Gusti Allah” – kiranya definisi ini yang muncul dari ayat tsb.

Pertanyaannya apakah kita sudah beriman? Ayat 41 menjawab tidak, selama kita hanya mengucapkan “aku beriman” kita belum beriman. Kita masih kafir. Biarlah perbuatan kita dan bukanlah KTP kita yang menjadi pernyataan iman kita. Iman adalah urusan hati, bukan urusan mulut, bukan urusan KTP, bukan urusan lembaga mana pun. Iman adalah urusan kita yang sangat pribadi, dan yang sangat penting. Harta dua dunia menurut ayat 36 tidaklah seberharga iman. Iman adalah kekayaan sejati. Salam Iman Sejati

Al-Maaidah ayat 35: Hai orang-orang yang beriman, takutlah kamu kepada Allah dan carilah jalan kepadaNya dan berjuanglah pada jalanNya, mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan.

Al-Maaidah ayat 41: Hai rasul, janganlah engkau berduka-cita, karena orang-orang yang bersegera masuk kekafiran di antara orang-orang yang berkata: Kami telah beriman, dengan mulut mereka, sedang hati mereka tiada beriman. Di antara orang-orang Yahudi ada pendengar-pendengar perkataan bohong, pendengar untuk kaum lain yang tiada datang kepada engkau (ya Muhammad). Mereka itu mengubah perkataan dari pada tempatnya. Mereka berkata (kepada utusan yang diutusnya kepada Muhammad): Jika ini diberikan kepadamu, maka terimalah. Barang siapa dikehendaki Allahakan menyesatkannya, maka tiadalah engkau berkuasa mempertahankannya dari (siksaan) Allah sedikit pun. Mereka itulah orang-orang yang tiada dikehendaki Allah akan mensucikan hati mereka. Untuk mereka itu di dunia kehinaan dan untuk mereka di akhirat siksaan yang besar.

Al-Maaidah ayat 35: Hai orang-orang yang beriman, takutlah kamu kepada Allah dan carilah jalan kepadaNya dan berjuanglah pada jalanNya, mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan.

Al-Maaidah ayat 41: Hai rasul, janganlah engkau berduka-cita, karena orang-orang yang bersegera masuk kekafiran di antara orang-orang yang berkata: Kami telah beriman, dengan mulut mereka, sedang hati mereka tiada beriman. Di antara orang-orang Yahudi ada pendengar-pendengar perkataan bohong, pendengar untuk kaum lain yang tiada datang kepada engkau (ya Muhammad). Mereka itu mengubah perkataan dari pada tempatnya. Mereka berkata (kepada utusan yang diutusnya kepada Muhammad): Jika ini diberikan kepadamu, maka terimalah. Barang siapa dikehendaki Allahakan menyesatkannya, maka tiadalah engkau berkuasa mempertahankannya dari (siksaan) Allah sedikit pun. Mereka itulah orang-orang yang tiada dikehendaki Allah akan mensucikan hati mereka. Untuk mereka itu di dunia kehinaan dan untuk mereka di akhirat siksaan yang besar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: