Here and Now——> Nowhere


oleh Marhento Wintolo pada 28 September 2010 jam 6:47.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150286237625445#!/note.php?note_id=10150287816760445

Sedemikian jelasnya semua kitab suci tentang hukum sebab akibat. Al-Hajj 10 menegaskan bahwa Allah tidak pernah menganiaya. Apa pun yang terjadi karena perbuatan kita, ulah kita sendiri. Di”turunkan”nya kitab-kitab suci dan diutusnya para rasul, nabi, mesias buddha, avatar dan sebagainya semata untuk menyadarkan kita akan hal itu, dan supaya manusia ber-taubat dan memperbaiki perbuatannya.

Adapun pemahaman kita tentang istilah taubat atau tobah saat ini tidak sepenuhnya menjelaskan makna kata tersebut. Tobah bukanlah sekedar “penyesalan” atau menyesali perbuatan. Tapi, melakukan perbaikan setelah penyesalan. Tobah berarti “kembali ke jalan yang benar, selaras dengan semesta, dan diridhai Allah”. Dalam satu kata tobah ini kita menemukan saripati pedoman hidup bagi manusia. Sadarilah perbuatanmu, leluhur kita menasihati supaya kita selalu eling, bukan was-was tapi waspada. Kita mesti berhati-hati. Supaya tidak berbuat salah. Apa maksud berhati-hati? Maksudnya adalah “sebelum bertindak renungkan terlebih dahulu apakah perbuatanmu itu sudah tepat? Jangan sampai mencelakakan orang lain karena ambisimu, karena kepntingan dirimu.”

Berhati-hati, kata “hati” muncul 2 kali. Pertama, untuk merenungkan tadi. Kedua, untuk mendengarkan suara hati. Merenung, mendengarkan suara hati, dan kemudian bertindak. Jika kita melakukan hal itu, maka tidak perlu lagi bertobat. Tidak perlu menyesali perbuatan dan memperbaiki kesalahan – karena orang yang “eling” tidak akan berbuat salah. Betapa tingginya pemikiran leluhur kita!

Sesungguhnya kebijakan-kebijakan kuno di seluruh dunia, ajaran-ajaran semua agama dan kepercayaan adalah guidelines, panduan untuk hidup di dunia ini. Itulah tujuan Tuhan “menurunkan” agama-agama” – supaya kita memperoleh panduan yang tepat. Bila perbuatan kita di dunia ini sudah tepat, maka tiada pula kekhawatiran tentang akhirat. Firman Allah jelas sekali ia yang baik “disini”, baik pula “disana”. Akhirat, kehidupan setelah kematian adalah mirror reality dari hidup kita sekarang. Sebab itu yang terpenting adalah saat ini. Salam kekinian dan kesadaran

Al-Hajj 10: Demikian itu, ialah sebab usaha kedua belah tangan engkau dan sesungguhnya Allah tiada menganiaya hambaNya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: