Iri Dan Serakah Membuat Manusia Melupakan Jati Diri


oleh Marhento Wintolo pada 30 September 2010 jam 6:50.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

http://www.facebook.com/notes.php?id=1587274453&s=10#!/note.php?note_id=10150289425315445

Melihat orang lain kaya, sukses, seringkali kita merasa iri, cemburu. Kita pun ingin menjadi seperti mereka. Maka keinginan itu terdeteksi oleh para pedagang di pasar, dan mereka pun mulai berjualan harapan. Terdorong oleh rasa iri dan cemburu kita membeli harapan yang mereka tawarkan. Betapa bodohnya kita!

At Taubah ayat 55 mengingatkan kita supaya kita tidak tertarik pada keberhasilan orang lain. Kita tidak merasa iri atau cemburu. Kita tetap berkarya sesuai dengan potensi diri kita, tidak menyontek apa yang tidak sesuai dengan potensi kita sendiri. Kita tidak membeli harapan yang ditawarkan oleh para pedagang di pasar. Kita tidak tergiur oleh promosi dan janji-janji mereka. Karena, Allah berfirman, ada kalanya harta benda dan keluarga orang yang kita cemburui itu bukanlah ayat atau bukti keberhasilan mereka, tapi adalah bukti ketersesatan mereka. Harta benda yang berlimpah dan membuat kita kalap, menginginkan lebih banyak lagi tanpa memikirkan keseimbangan ekonomi yang menjadi kacau karena keserakahan kita – adalah kutukan, serapah, bukan berkah.

Induk keserakahan adalah ego, kesadaran jasmani murni, itulah setan pikiran dan perasaan yang tidak mampu melihat kemanusiaan di dalam diri kita sebagai wujud keilahian, dan tidak mau berserah diri pada kemanusiaan. Orang serakah adalah pemuja pikiran/perasaan yang sedang menuju kebinasaan. Hendaknya kita tidak tergiur oleh keberhasilan mereka. Hendaknya kita tetap berkarya, tidak malas, tapi kesadaran tetap terpusatkan pada Adam, Kemanusiaan Ilahi di dalam diri. Demikian terang al-Qur’an pagi ini. Salam kemanusiaan!

At Taubah ayat 55: Janganlah engkau takjub karena harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya Allah menghendaki, untuk menyiksa mereka dengan dia waktu hidup di dunia dan keluar nafas (jiwa) mereka, sedang mereka orang kafir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: