Gunakan Yang Kita Miliki Saat Ini Sebagai Berkah Untuk Berubah


oleh Marhento Wintolo pada 09 Oktober 2010 jam 19:58.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia.

Sumber FB Bapak Marhento Wintolo. http://www.facebook.com/notes.php?id=1587274453&s=10#!/note.php?note_id=10150296176100445

Bagaimana Tuhan mengubah keadaan kolektif suatu bangsa, kaum, kelompok? Ar-Ra’du ayat 11 menjelaskan ketika mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Tiadalah Allah turun dari langit entah ke berapa untuk mengubah keadaan kita, Ia bekerja lewat kita sehingga kita mengubah-diri. Perubahan diri yang dimaksud adalah perubahan secara menyeluruh, ubah total, bukan tambal-sulam.

Ketika kita mengambil satu langkah konkret maka Ia melipatgandakan upaya kita sehingga 1 langkah itu menjadi 1000 langkah. Itu adalah kebesaranNya, kemuliaanNya, berkahNya. Namun berkah itu hanyalah datang ketika kita menghargai berkah sebelumnya dengan mengambil langkah pertama. Kita semua diberi potensi yang sama untuk melangkah ke depan. Apakah kita sudah memanfaatkan pemberianNya itu? Apakah kita sudah menggunakan berkah potensi-diri itu? Jika kita belum menggunakannya, maka kita tidak berhak untuk meminta dan mengharapkan berkahNya lagi. Gunakan terlebih dahulu apa yang sudah diberikanNya kepada kita.

Perubahan adalah hukum alam. Ketika kita tidak menyadari hal itu dan berusaha untuk mempertahankan status-quo, maka hasilnya adalah penderitaan. Air yang tidak mengalir menjadi kotor dan sarang nyamuk. Air kehidupan mesti mengalir terus, tidak dibendung. Perubahan berarti hari ini saya menjadi lebih baik dari kemarin. Dan, besok lebih baik dari hari ini. Maka Ia Yang Maha Baik akan menambahkan kebaikan kepada kita. Sementara itu keburukan adalah hari ini saya menjadi lebih buruk dari kemarin. Atau hari ini saya sama seperti kemarin, berarti saya tidak mengalir, saya tidak berubah. Berarti saya telah menolak berkahNya berupa potensi-diri yang saya tidak manfaatkan, tidak kembangkan. Maka berkah apa lagi yang dapat diharapkan? Sebab itu, kita gunakan dulu apa yang telah kita miliki. Kita manfaatkan, kita berubah dengan menjadi lebih baik. Jika aku berubah, kamu yang membaca ini berubah, kita berubah, maka kita akan mengalir bersama dan mendorong yang lain untuk ikut mengalir. Demikian terjadilah perubahan kolektif, inilah pesan Qur’an Karim, Salam Perubahan, Salam Pembaharuan.

Ar-Ra’du ayat 11: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: