Kejahatan Orang Terhadapmu Merupakan Sarana Mempertajam Intelejensia


oleh Marhento Wintolo pada 11 Oktober 2010 jam 14:17.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

http://www.facebook.com/#!/note.php?note_id=10150297890895445

Kadang kita meragukan kebijakan Allah, apakah Ia tidak tahu bahwa mereka yang dengki dan hendak mencelakakan kita memang berniat jahat sejak dulu. Lalu, kenapa Allah tidak melindungi kita? Kenapa kita tidak dijauhkan dari mereka? Apa maksud Allah?

Surat Al-Muhammad ayat 29/30 menjelaskan bahwa Allah sungguh Mahatahu. Tiada sesuatu apa yg tersembunyi dariNya. Adapun Ia tetap juga mempertemukan kita dengan mereka semata untuk mengasah akal-budi kita, untuk mengembangkan intelejensia kita, untuk menguji iman kita. Seperti dijelaskan oleh guru saya, “paku yang terpasang pun mesti diuji dulu apakah sudah cukup kuat, baru digunakan untuk memajang hiasan dinding”.

Para pedengki, pedusta, penipu, pembohong dan penjahat yang dipertemukan dengan kita adalah “kiriman” Tuhan, untuk menguji kejujuran, kebenaran, dan keyakinan kita. Menghadapi seorang penjahat, apakah kita ikut menjadi jahat? Menghadapi seorang pedusta, apakah kita ikut menjadi pedusta? Seperti yang dikatakan oleh Isa, “janganlah melawan kejahatan dengan kejahatan. Buddha menjelaskan sekotor apapun lantai, mesti dibersihkan dengan air bersih. Cara merespon kejahatan dengan tidak berbuat jahat inilah kemanusiaan. Membalas kejahatan dengan kejahatan adalah kehewanian.

Tidak ada yang jelek, hewan kalau meniru manusia malah jadi topeng monyet, dan manusia meniru hewan menjadi badut tak keruan. Hewan tetap hewan, manusia tetap manusia. Kita mesti lulus ujian kemanusiaan, kita masih harus membuktikan kemanusiaan diri. Sebab itu, sekali lagi, janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, balaslah dengan kebaikan. Ayat 31 menegaskan ujian itu untuk memperkuat diri kita, supaya kita bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan kita. Salam Kemanusiaan.

Al-Muhammad ayat 29: Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka.

Al-Muhammad ayat 30: Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.

Al-Muhammad ayat 31: Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: