Hajj Adalah Ritual Pengingat, Bahwa Sesungguhnyalah Kita Warga Surga Yang Sedang Bertamu Di Bumi


oleh Marhento Wintolo pada 14 Oktober 2010 jam 7:48.
Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.
http://www.facebook.com/notes.php?id=1587274453#!/note.php?note_id=10150300202900445

Asy-Syu’araa berulang-ulang mengingatkan supaya kita meniru para rasul, para nabi, dan tidak mengharapkan “upah” dari manusia (antara lain seperti dalam ayat 180). Sesungguhnya inilah yang membedakan kita dari para rasul dan khalifatullah. Kita mengharapkan imbalan dari dunia, dan harapan itu membuat kita menjadi “warga dunia”. Kita menjadi budak dunia. Sementara para rasul dan khalifatullah tetap mempertahankan kewarganegaraan mereka. Mereka tetap menjadi warga surga yang sedang berkunjung ke dunia. Mereka mempertahankan status mreka sebagai “tamu”.

Apa arti ibadah atau ritual hajj? Hajj adalah peringatan, untuk mengingatkan kita bahwa fitrah kita bukanlah sebagai warga dunia, tetapi sebagai duta Allah yang sedang berkunjung di dunia atas perintahNya. Jika kita tidak menyadari hal itu, maka kita mnjadi warga dunia yang sedang berkunjung ke bait Allah sebagai tamuNya. Apakah Allah membedakan antara warga atau tamu? Bukankah kita semua adalah ciptaanNya? Ya betul. Dia tidak membedakan. Kita sendiri yang menentukn kedudukan kita. Kita sendiri yang memilih, dan menempatkan diri sebagai pengunjung/tamu di dunia atau sebagai warga tetap.

Berikutnya dijelaskan adab atau disiplin seorg tamu di dunia:
1. Penilaian yang benar,
2. Tidak merampas hak manusia,
3. Tidak merusak dunia, dan
4. Selalu bertaqwa pada Gusti Allah (ayat 182-184).

Inilah adab seorang tamu di dunia. Pilihan sepenuhnya di tangan kita. Sesungguhnya seperti mursyid mengatakan “Allah Maalik hai” – Gusti Allah Maha Memiliki. Mau jadi warga dunia atau tamu di dunia, kita semua tetaplah milikNya. Adalah demi kebaikan kita sendiri bahwa pilihan itu di-“cipta”-kan supaya kita bisa “bermain” dengan cantik. Marilah kita mncontohi permainan cantik para pecintaNya dengan mempertahankan kewarganegaraan surga kita yang sedang berkunjung ke dunia sebagai tamu. Sehingga hajj kita bukanlah sebagai tamu Allah, tetapi sebagai hamba Allah.

Kita semua “warga surga yg sedang berkunjung ke dunia”. Anggap saja diri kita sebagai alien, ET. Dan, tujuan kita disini untuk membangun surga di dunia. Supaya teman-teman lain sesama ET punya tempat penginapan yang menyerupai watan, kampung halaman mereka. Sekaligus supaya warga dunia lain “jadi ngerti”, oh ternyata dunia ini nggak seberapa, ada yang lebih cantik! Jadi anggap saja dirimu sales promo dari surga. Semoga kita semua ingat, sesungguhnyalah kita warga surga yang sedang berkunjung ke bumi……..

Asy-Syu’araa ayat 180: dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Asy-Syu’araa ayat 181: Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan.
Asy-Syu’araa ayat 182: dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
Asy-Syu’araa ayat 183:Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.
Asy-Syu’araa ayat 184: dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: