Amal Yang Di Dasari Iman Dan Ilm, Mempersatukan…. Amal Tanpa Iman Dan Ilm, Memecah Belah


oleh Marhento Wintolo pada 04 November 2010 jam 7:16.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

http://www.facebook.com/notes.php?id=1587274453#!/note.php?note_id=10150320029765445

Surat Al-Ahzaab ayat 19, sering disalahartikan, seolah-olah orang yang beramal-saleh, tapi belum/tidak beriman itu tak berguna. Karena amalnya akan “dihapuskan” oleh Allah. Ayat ini sering disalahgunakan oleh para pengkhotbah yang sangat antusias untuk mengumpulkan umat, dan disalahtafsirkan, “betapa pun dermawannya seorang kafir tetap saja dia masuk neraka. Kalau pun di surga hanya sebentar saja. Sementara itu mukmin pasti masuk “surga”.

Apakah itu maksud Qur’an? Apakah seorang mukmin bisa ber-“amal” sebelum memiliki iman dan ilm? Apa yang akan diamalkan? Ayat ini tidak bicara soal siapa yang beragama apa, tetapi bicara tentang apa yang sedang kita amalkan – dan iman dalam pengertian luas bukan sempit, iman yang melihat wajah Allah di mana-mana – maka jelaslah itu merupakan amal, jika kekafiran atau ketertutupan diri yang diamalkan, maka jelas itu adalah amal kufr.

Amal iman dan ilm tidak membedakan antara Melayu dan Cina, Cina dan Eropa, Eropa dan India, India dan Amerika, Amerika dan Afrika, Afrika dan Australia. Amal berdasarkan iman dan ilm mempersatukan. Amal berdasarkan kekafiran memecah-belah. Orang tua saya membuka saya terhadap pelajaran semua agama, sehingga saya mempunyai ilm seperti ini. Kemudian itu yang membentuk iman saya, dan saat ini iman seperti itulah yang sedang saya amalkan.

Apa yang terjadi ketika anak-anak kita tidak memperoleh ilm yang meluas dan membuka cakrawala mereka? Apa yang terjadi ketika orang tua sendiri malah membatasi ilm dan mempersempit iman mereka? Jawabannya adalah “generasi kita saat ini”. Kaum yang terkena azab adalah kaum yang telah diberi sekian banyak pujangga dan kitab-kitab, tapi tidak mengapresiasinya. Maka di negeri “terkaya” di seluruh di dunia ini, bangsa kita tetap miskin. Para pengusaha sukses pun sesungguhnya hanyalah budak para firaun di seberang laut. Lihatlah tanda-tanda yang jelas ini, dan perbaikilah ilm dan iman. Ya Allah, ya Rabb tunjukkan jalan yang Engkau ridhai!

Surat Al-Ahzaab ayat 19: Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: