Biarlah KehendakNya Terjadi, Bukan Berarti Lantas Tidak Mau Berupaya


 

oleh Marhento Wintolo pada 04 November 2010 jam 7:23.

http://www.facebook.com/notes.php?id=1587274453#!/note.php?note_id=10150320034260445

Surat Saba ayat 49 mengingatkan kita bahwasanya bila diri kita sudah terbuka bagi kebenaran, maka “kebatilan tiada akan mulai dan tiada akan kembali”. Mari kita bertanya pada diri sendiri, apa yang terjadi pada kita selama ini? Kenapa, setelah sudah merasa “terbuka bagi kebenaran” pun kita masih kembali pada kebatilan?

Jawabannya.

  1. Barangkali apa yang kita rasakan sebagai kebenaran memang bukanlah kebenaran yang sesungguhnya, atau
  2. Ada yang membuatku tertutup lagi, sehingga kebatilan menggunakan kesempatan itu untuk berkuasa kembali.

Jawaban pertama adalah jawaban ego, jawaban orang yang sedang mencari pembenaran. Jika dia belum tahu apa itu kebenaran, maka dia tidak bisa tahu pula apa itu kepalsuan. Lalu bagaimana bagaimana meninggalkan yang satu dan memilih yang lain? Sementara itu, menurut Qur’an orang yang sudah “sadar” akan kebenaran “terbuka” untuk selamanya, tidak pernah tertutup lagi. Kesadaran adalah seperti “operating system” komputer. Kalau sudah memakai suatu system, ia hanya dapat membuka aplikasi-aplikasi yang bisa dibuka lewat system itu. Aplikasi berarti “amal”. Jika sudah sadar akan kebenaran, maka segala apa yang kita lakukan akan selalu berlandaskan pada kebenaran. Tiada lagi kebatilan.

Jawaban kedua adalah jawaban seorang meditator. Ia menoleh ke dalam diri dan mendengarkan ayat 54 bahwasanya keinginan adalah sebab ketertutupan. Virus “Desire” aku mau ini dan itu menjauhkan kita dari kesadaran diri, dari pangeran kita jatuh menjadi pengemis. Lalu apakah keinginan itu syaitan yang mesti dihindari atau dibinasakan? Ya, keinginan “sebagaimana kita ketahui saat ini” mesti gugur, dan menjilma ulang menjadi keikhlasan terhadap ridhaNya. Keinginanku mesti terkalahkan oleh kehendakNya. Karena aku tidak tahu apa yang terbaik bagiku, sementara Dia Maha Tahu. Maka, biarlah terjadi KehendakNya. Tidak berarti kita tidak bekerja dan berupaya. Tetap kerja sekuat tenaga, berupaya maksimal. Kemudian let go, membiarkan Ia yang menilai dan menentukan hasil pekerjaan dan upaya kita. Salam Keikhlasan!

Surat Saba ayat 49: Katakanlah:” Kebenaran telah datang dan yang bathil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi “.

Surat Saba ayat 54: Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: