Mereka Yang Terikat Pada Harta Dan Benda-Benda Keduniawian Berada Dalam Neraka Jahanam


oleh Marhento Wintolo pada 05 November 2010 jam 13:10

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150320034260445#!/note.php?note_id=10150321172905445

Seorang pedagang yang sedang berkunjung ke kota lain boleh menikmati segala kenyamanan dan kemewahan hotel di mana ia sedang bermalam. Tapi, dia selalu ingat tujuannya berada di kota asing itu. Ia tidak larut dalam kenyamanan dan kenikmatan itu. Pagi-pagi ia sudah bangun. Meninggalkan kamar hotel, dan pergi ke pasar untuk berdagang. Ia tidak memiliki keterikatan dengan hotel itu, dengan segala kenyamanan kamarnya. Itulah sebab ketika urusannya selesai ia pun langsung checkout, tidak menunggu diusir, dan pulang ke “negeri asalnya”. Kiranya inilah arti ayat 11 dalam surat al Fath, “harta dan keluarga kami merintangi”.

Qur’an Karim mengingatkan para mukmin untuk tidak terikat dengan kenyamanan dan kenikmatan duniawi, dan untuk senantiasa mengingat tujuan hidup. Yaitu “berjuang” dalam, dan dengan kesadaran ilahi. Gusti tidak membutuhkan pembelaan, Ia pun tidak membutuhkan senapan kita, roket dan bom kita untuk untuk memusnahkan dunia ini. Jika Ia menghendaki maka dalam sekejap jutaan nyawa bisa melayang, planet ini bisa musnah hancur-lebur.

Ayat ini adalah pelajaran bagi mukmin, mereka yang beriman. Ayat ini dimaksudkan bagi hamba Allah, dan bukan bagi budak dunia. Jika kita puas dengan perbudakan, maka itu adalah pilihan kita. Dan, konsekuensinya adalah resiko kita sendiri. Tuhan maha menyaksikan. Ia menjadi saksi akan setiap pikiran, perasaan, ucapan dan tindakan kita. Keselarasan antara apa yang ada dalam hati dan kita buat mengantar kita ke svarga, fitrah kita, kodrat kita (innalillahi…..). Jannah –  itulah idulfitri.

Ketidakselarasan mengantar kita ke narka, untuk mengulangi pelajaran yang belum selesai, dan itulah jahannam, itulah Yaumid din – wilayah kekuasaan Yama, mayapada. Yama, Maya – jelas? Salam kejelasan pagi ini……

Surat al Fath ayat 11: Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: