Ciri Orang Beriman: Bebas Dari Keinginan Memperoleh Pahala


oleh Marhento Wintolo pada 23 Oktober 2010 jam 9:28.

http://www.facebook.com/notes.php?id=1587274453#!/note.php?note_id=10150308328245445

Surat al-Jinn ayat 13 adalah ayat pembebasan dari segala macam keinginan dan harapan yang membelenggu manusia. Kita senantiasa mengejar pahala, selalu berbuat amal saleh supaya ditambahkan pahalanya. Menurut ayat tadi usaha-usaha seperti itu adalah yang dilakukan oleh mereka yang belum beriman. Merekalah yang selalu mengejar pahala dan hidup dalam rasa takut akan dosa dan azab. Seorang yang beriman tidak lagi takut dengan semua itu. Ia tidak mengejar pahala, ia tidak takut dosa, karena ia telah berhamba pada Allah, ia menyadari kemahahadiranNya (ilm); ia percaya dan berserah diri padaNya (iman); dan ia mengamalkan ilm dan iman itu dalam keseharian hidupnya (aml).

Sebab itu, ia bebas dari keinginan, kejar-mengejar pahala, perlombaan untuk memperoleh kapling surga, pun ia bebas dari rasa takut akan api neraka. Seorang hamba Allah bebas dari segala macam peraturan yang berlaku bagi mereka yang tidak beriman. Kenapa? Karena seorang hamba yang beriman tidak bisa berbuat salah. Ia menjadi wujud kebaikan dan kebajikan. Ia menjadi terang, maka tidak lagi mengenal gelap. Ia menjadi garam dunia. Dan, garam tidak bisa tidak asin. Ia menjadi manisnya gula, dan gula tidak bisa tidak manis.

Beriman adalah berhubungan cinta dengan Gusti, maka tidak ada lagi rasa takut dan pengharapan. Ia telah berserah diri sepenuhnya, mau berharap apa lagi? Selama manusia masih belum beriman, ia sangat miskin, ia tinggal di perkumuhan di luar istana Allah. Ia boleh berharap. Namun setelah beriman, ia menjadi penghuni istana Allah, mau mengharapkan apa lagi?

Demikianlah ciri-ciri seorang yang beriman, bebas dari kejar-mengejar pahala, perlombaan untuk memperoleh kapling surga, dan bebas dari rasa takut akan api neraka, karena ia telah berada dalam istana bersama Gusti, di mana kawula sudah manunggal. Jika belum manunggal, dan masih berharap, masih takut, maka masih belum beriman, belum bertauhid. Salam iman yang membebaskan dari harapan dan rasa takut!

Al-Jinn ayat 13: Dan sesungguhnya kami, tatkala kami mendengarkan petunjuk, kami beriman kepadanya. Barang siapa yang beriman kepada Tuhannya, maka ia tiada takut akan kekurangan dan tidak pula akan teraniaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: