Selalu Bersyukur Dalam Keadaan Suka


Sumber FB Bapak Marhento Wintolo

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia.

Umumnya kita lebih rajin berdoa dalam keadaan duka, dalam keadaan sulit. Tidak demikian dengan para mukmin, para bhakta, para hamba Allah. Az Zumar ayat 61 menjelaskan bahwa mereka “bertaqwa dalam kemenangan mereka”. Berarti dalam keadaan suka pun mereka tidak pernah lupa Allah. Saat itu taqwa mereka justru berubah menjadi syukur, seperti yang ditegaskan lewat ayat 66.

Bertaqwa, bersyukur dalam suka, ini tidaklah mudah. Dalam keadaan suka kita menjadi sombong, angkuh dan lupa bila segala sesuatu terjadi karena Gusti Allah, atas kehendakNya. Apa daya manusia, jika ia tidak memberdayaNya. Dalam ayat 59 diberi petunjuk yang jelas sekali bahwasanya mendustakan Allah, berarti menjadi sombong, angkuh, dan menganggap diri di atas segalanya itulah ciri khas seorang kafir, seorang buta-batin, dan tuli-jiwa. Dialah warga neraka, pengulangan eksistensi yang tidak berkesudahan dan menderitakan.

Intinya: Bersyukur dalam keadaan suka. Senantiasa mengingat-ingatkan diri bahwa Ialah yang Maha Kuasa, tiada kekuasaan di luarNya. Duka/kesulitan adalah “polisi tidur” supaya kita tidak terlena, tidak lengah, dan mengingatNya selalu. Tiada polisi tidur sepanjang jalan, ada kalanya beberapa sekaligus, satu setelah yang lain, tetapi ya sebatas itu saja, perjalanan ke depan mulus lagi.

Kabir mengatakan “Dalam duka semua mengingatNya, dalam suka selalu lupa, jika kau mengingatNya dalam suka, maka untuk apa mengalami duka?” berarti apa? Pengalaman duka hanyalah sarana untuk mengingatkan kembali kita yang sudah lupa. Jika sudah ingat terus, tidak ada lagi peringatan. Sungguh dengan definisi ini kita semua tergolong kafir, karena masih membutuhkan pembawa peringatan. Kita semua masih berjihad untuk menjadi mukmin. Kita semua mujahid, belum layak menjadi khalifa, Salam Perjuangan.

Az Zumar ayat 61: Allah menyelamatkan orang-orang yang taqwa dengan kemenangannya, mereka tiada ditimpa kejahatan dan tiada pula berduka cita.    

Az Zumar ayat 66: Tetapi sembahlah Allah dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang berterima kasih.    

Az Zumar ayat 59: Ya, sesungguhnya telah datang kepada engkau ayat-ayatKu, lalu engkau dustakan dia dan engkau menyombongkan diri dan engkau termasuk orang-orang yang kafir.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Duka atau polisi tidur adalah sebagai pengingat. Semakin banyak polisi tidur direncanakan agar kita semakin waspada. Bila kita bisa mengingat terus, kita akan diberi jalan tol, dan hanya tanda pengingat saat keluar jalan tol. Pengingat di jalan tol bukan polisi tidur, tapi tanda penunjuk jalan yang tidak mengganggu kita. Demikian jalan bagi mereka yang selalu ingat……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: