Do Good Because You Are Good


oleh Marhento Wintolo pada 27 Oktober 2010 jam 12:44.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia. Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150300202900445#!/note.php?note_id=10150310034840445

Ayat 61 surat al Mukminun bicara tentang sifat orang-orang yang beriman: “Mereka berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan, dan mereka unggul.” Siapakah mereka ini, jelas mereka adalah lebih dari satu. Kemudian, jika mereka berlomba maka jelas pula yang unggul hanyalah salah satu di antara mereka. Dalam suatu perlombaan, semua pemenang tidak bisa berada di urutan yang pertama. Pasti ada yang di urutan kedua, ketiga dan seterusnya. Tapi di dalam ayat ini dikatakan bahwa “mereka unggul”, berarti mereka semua unggul.

Mereka semua nomer satu. Kenapa? Bagaimana? Karena, upaya “ berlomba-lomba untuk berbuat baik”. Itulah yang dianggap sifat unggul di dalam diri manusia. Di antara sekian banyak sifat baik dan buruk, inilah sifat utama. Dan, sifat inilah yang mengantar kita kepada kebaikan. Siapa yang menilai? Kebaikan itu apa? Sifat baik itu bagi siapa? Kebaikan itu definisi siapa? Saya senang melihat orang lain celaka, saya senang melihat mereka tercerai berai, apakah itu yang disebut “sifat baik”? Apakah segala sesuatu yang menyenangkanhati saya itu adalah kebaikan? Hendaknya kita menimbang kesenangan-diri yang kita anggap baik itu dengan menggunakan timbangan akal sehat kita, budi kita, intelegensia kita, “seandainya saya diperlakukan dengan cara yang sama , apakah saya akan menerimanya?” Jelas tidak.

Tidak ada satu pun orang yang “mau menderita” – mau celaka, atau sengsara.” Jika aku tidak mau diperlakukan seperti itu, maka aku pun semestinya tidak memperlakukan orang lain seperti itu”. – inilah inti keagamaan. Jadikan kalimat ini sebagai tolok ukur kebaikan diri. Maka, tidak bisa salah. Saya tidak mau dikritik, tapi saya sendiri mengritik orang – sifat tidak baik. Saya mengritik dan menerima kritikan – sifat biasa. Saya menerima kritikan tapi tidak mengritik kembali – sifat baik. Saya menerima kritikan yang membantu, melupakan yang tidak membantu. Dan, hanya menyampaikan pendapat saya kepada orang lain dengan cara yang sopan, tanpa menganggap diri paling benar dan lebih tahu – inilah sifat baik jenis unggul. Berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan seperti inilah yang dimaksud. Salam Baik!

Surat al Mukminun ayat 61: Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Saya sangat setuju sekali dengan artikel ini pak…
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: