Perbedaan Frekuensi Keterikatan Terhadap Dunia


Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia.

Hubungan dengan Allahdan rasulNya berarti hubungan dengan dunia dari sudut pandang yang berbeda, di mana focus kita adalah energy, bukan materi, esesnsi dan bukan lagi fisik. Maka dijelaskan dalam al Mujaadilah ayat 22 bahwa mereka yang beriman tidak bisa lagi mencintai atau berhubungan mesra dengan mereka yang tidak beriman, walau yang tidak beriman itu adalah keluarganya sendiri.

Koq sombong banget? Tidak. Urusannya bukan sombong. Urusannya adalah frekuensi dimana kita berada, beda frekuensi kita tidak lagi menerima siaran “keterikatan” dengan keluarga atau siapa saja yang tidak berada di frekuensi yang sama. Kita tidak membenci mereka, karena untuk membenci pun kita mesti berada di frekuensi yang sama. Perkaranya bukan cinta atau benci, perkaranya “tidak nyambung” – no signal, beda gelombang. Dengan keluarga terdekat pun demikian. Apalagi dengan orang lain.

Sesungguhnya kalau sudah beda frekuensi, beda focus – keluarga atau bukan keluarga sama saja. Lalu bagaimana dengan kita yang mengaku sudah beriman, tapi begitu ketemu dengan orang yang bisa membuat jantung kita berdebar, gelombangnya langsung menurun. Sesungguhnya kita memang belum berada pada gelombang iman, baru tahu, belum mengenal rasul. Jika kita sudah mengenal, sudah menerima siaranNya, maka “turun frekuensi tidak akan terjadi”.

Sebab itu jika frekuensi rendah masih menggiurkan, maka lebih baik kita jujur dengan diri sendiri. Selama ini Rasul sudah bekerja keras supaya frekuensi kita naik. Adalah berkahnya sehingga kita masih dekat dengannya, walau sesungguhnya belum pantas. Lagi-lagi pilihan di tangan kita. Iman dan rasul adalah cara pandang, memandang dunia sebagai bayang-bayang. Kekafiran adalah upaya untuk menguasai bayan-bayang. Upaya itu tidak pernah berhasil, tinggal tunggu kapan saat kecewa “lagi” dan berpaling kepadaNya. Salam Kasih.

Surat Al-Mujaadilah ayat 22: Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Hubungan dengan Allah adalah segalanya, hubungan dengan sesama dan lingkungan karena Allah. Sebab itu, Rasul melarang “umat awal” untuk kawin dengan orang-orang yang tidak seumat. Kelihatannya sangat eksklusif. Ya, kalau dilihat secara fisk demikian. Tapi, kalau biara tentang energy dan frekuensi, maka maksud Baginda Rasul menjadi jelas. Beliau mengasihani mereka yang sudah memiliki ilm dan semestinya meningkat menjadi beriman kemudian mengamalkan imannya, malah terseret oleh napsu rendahan yang akan mengobarkan apa saja demi makan/minum, kenyamanan, dan seks. Inilah insting-insting hewani yang mesti dikendalikan. Supaya kita tidak terkendali olehya.

  2. salam pa tri….membaca tulisan2 bapa bagai mendapat air di tengah dahaga…..boleh sy minta no hp bapa?

    • Terima kasih Bro Ohara…… Sms yang masuk HP kami sering tidak terjawab langsung dan kadang tertumpuk dan kelupaan jawab. Bila ingin kontak kami silakan lewat email tdjokorahardjo@yahoo.com (ejaan lama djoko dan rahardjo) atau lewat Facebook Triwidodo Djokorahardjo. Terima kasih
      Salam __/\__

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: