Jadikan Hidup Sebagai Ibadah


Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150300202900445#!/note.php?note_id=10150314877190445

 

Berdoa sambil bekerja adalah biasa. An Nuur ayat  36/7 mengajak kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa, yaitu bekerja dengan semangat berdoa. Segalanya menjadi persembahan. Seluruh hidup berubah menjadi ibadah. Di rumah, pagi dan sore berzikir: dan ketika berdagang pun tak lupa shalat, tak lupa zakat, tak lupa mengingat-Nya di mana-mana. Ini adalah pekerjaan purna-waktu. Ini bukanlah sekedar sembahyang berapa waktu. Ini adalah persembahan hidup itu sendiri.

 

Mempersembahkan hidup “kita” kepada Hyang Maha Hidup, kepada Kehidupan itu sendiri. Berarti menafikan “kita”, menafikan “aku” dan “kamu”, dan menjadi bagian dari lautan kehidupan yang tunggal, di mana identitas kali, selokan, sungai tidak ada lagi. Hyang ada hanyalah laut. Jangan menganggap dagangmu, usahamu, pekerjaanmu, urusanmu lebih penting dari zikir, zakat, dan lain sebagainya. Jangan pula meninggalkan pekerjaanmu untuk menyepi di tengah hutan belukar. Berkaryalah, jadilah pemutar roda ekonomi, supaya roda itu tidak dikuasai mereka yang hanya bekerja demi kepentingan diri. Karena roda itu tidak pilih kasih, siapa yang bekerja keras memperoleh kesempatan untuk memutarnya.

 

Maka, beradalah di tengah dunia ini, dan bekerja keras sambil mempertahankan keheningan jiwamu, seolah kau sedang menyepi di tengah belantara. Para sufi menyebutnya “hening di tengah keramaian”. Sebaliknya ketika sedang beribadah, rasakan kesatuan dan persatuan dengan sesama makhluk hidup yang berada di tengah keramaian, rasakan suka dan duka mereka. Berbahagialah bersama mereka, dan hapuslah air mata mereka ketika mereka menderita. Inilah pesan cahaya “nuur” pagi ini. Salam Cahaya Suci Kesadaran Murni!

 

An Nuur ayat  36: Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.

An Nuur ayat  37: Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: