Bencana Dan Penderitaan Adalah Kesalahan Perbuatan Kita Sendiri


oleh Marhento Wintolo pada 31 Oktober 2010 jam 20:42.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150300202900445#!/note.php?note_id=10150316054605445

Dijelaskan dalam surat An-Naziat ayat 34-35 bahwa musibah/bencana dan penderitaan yang kita alami oleh karenanya, senantiasa untuk mengingatkan kita akan perbuatan-perbuatan kita.

Ini yang tidak pernah kita lakukan. Kita tidak mau bertanggungjawab atas perbuatan kita, maka kita selalu mencari pembenaran dan kambing hitam. Ada yang menyalahkan orang lain seperti dagelan-dagelan dalam acara teve, “semua ini terjadi karena makin maraknya maksiat.” Dia tidak mau bilang, “karena makin maraknya kemunafikan”. Karena jika ia mengatakan demikian, maka ia pun menempatkan dirinya dalam golongan yang sama, karena dirinya pun tidak kurang munafik.

Ada yang menyalahkan alam, “semuanya ini kodrati, siapa yang bisa menghindari bencana alam seperti Tsunami dan lain sebagainya? Ada pula yang menjadikan Allah sebagai kambing hitam, “semuanya terjadi atas kehendak-Nya.”

Kita tidak mau bertanggung jawab atas ulah kita sendiri. Inilah yang disebut kufr, menutup diri terhadap dirinya sendiri, terhadap suara hati nuraninya sendiri. Anehnya, setelah mencari -cari pembenaran seperti itu pun kita masih mengklaim, “saya beriman”.

Iman yang tak rela, tidak ikhlas. Iman yang tidak islami karena tidak berserah diri. Dalam hal ini berserah diri juga berarti menyerah dan mengakui perbuatannya. Berserah diri juga berarti bertaubah dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Sungguh tiada kedamaian tanpa penyesalan atas perbuatan yang menyengsarakan, dan perjanjian serta kesungguhan hati untuk tidak lagi mengulangi perbuatan yang merugikan diri kita sendiri. Musibah/bencana adalah kesempatan yang diberi Gusti supaya kita menyadari perbuatan kita di masa lalu dan terbebaskan dari penderitaan di masa depan dengan memperbaiki perbuatan di masa kini. Puji Tuhan atas kesempatan ini. Salam Syukur!

An-Naziat ayat 34: Maka apabila malapetaka yang sangat besar telah datang.

An-Naziat ayat 35: Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: