Setiap Individu Mesti “Membayar” Sendiri Perbuatannya


Sumber FB Bapak Marhento Wintolo.

Semoga virus kesadaran yang dibawa Bapak Marhento Wintolo bisa menyebar ke seluruh persada Indonesia.

Bagaimana dunia dan masyarakat mengikat kita dengan kebatilan ciptaan mereka lewat penafsiran yang salah terhadap ayat-ayat suci – menjadi jelas ketika kita membaca Luqman ayat 33, bahwasanya kelak “di sana” seorang ayah tidak bisa membantu anaknya, dan seorang anak tidak dapat membantu ayahnya. Masing-masing mesti memberi pertanggungan jawab atas perbuatannya. Jadi tidak benar bisa orang tua membuat onar, anak yang dijatuhi hukuman, atau jika anak berbuat jahat/salah maka ortu mesti menanggungnya. Di dunia ini demikian, dan di akhirat pun sama. Setiap individu mesti “membayar” sendiri.

Saya pernah bertemu dengan seorang pengarang, sastrawan yang luar biasa. Awalnya ia seorang spiritualis, kemudian ia beralih jalur atas keinginan ortunya supaya mereka tidak kena azab oleh karenanya. Sikap ini dia ambil karena memang dia belum yakin sepenuhnya, dan tidak melihat spiritualitas sebagai akhir/tujuan/intisari setiap agama, dan sama sekali tidak bertentangan dengan agama mana pun jua.

Orang-orang yang kurang imannya ini pula yang mempersoalkan apakah mbah Marijan seorang muslim yang saleh atau penganut kejawen. Seolah kejawen bertentangan dengan agama. Tapi, ya seperti itulah pemahaman umum dan seperti itu pula yang selalu menciptakan konflik. Ortu kita pun sudah “termakan” oleh pandangan seperti itu. Kemudian terdorong oleh pemahaman keliru mereka ingin mengendalikan kita. Celakanya jika sifat ini menular ke kita dan kita meneruskannya dengan cara mengendalikan hidup anak-anak kita, sehingga terciptalah lingkaran setan kuasa-menguasai. Dimana tidak ada lagi kebebasan.

Ajaran agama, semua agama, sangat mulia. Namun jika disampaikan dengan cara yang salah, maka seperti susu murni dalam wadah yang kotor, akhirnya tercemar juga dan tidak dapat dikonsumsi lagi. Ajaran agama membebaskan sehingga kita menjadi bebas untuk berhamba kepada Allah. Agama tidak memperbudak kita. Adalah masyarakat dan para calo surga dan pejagal jahanam yang telah memperbudak kita. Proklamasikan kemerdekaanmu, sekarang dan saat ini juga. Salam!

Luqman ayat 33: Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: