Berserah Pada Gusti


Sumber FB Bapak Marhento Wintolo

Dalam Mazmur 23, Nabi Daud bernyanyi, “Tuhan adalah gembalaku….” Kita sudah sering mendengar bahkan menyanyikan lagu ini, tapi apakah kita memahami implikasi dari lagu ini? Menyatakan Tuhan sebagai gembala berarti menyatakan diri sebagai domba. Berarti menerima-Nya sebagai penuntun tunggal. Tidak mencari tuntunan lain di luarnya. Tidak menyangsikan ketika ia mengajak kita melewati lembah kekelaman, karena hanyalah Ia Hyang Mahamengetahui apa yang ada di balik lembah itu.

Lagu ini adalah lagu seorang pengabdi, seorang yang telah berhamba pada Gusti Allah, seorang panembah, seorang bhakta. Lagu ini adalah lagu seorang yang telah menafikan egonya, dan jiwanya telah bersujud, hatinya telah berserah pada Gusti. Tidak mudah menyanyikan lagu ini, tapi selama kita belum menguasai irama dan lirik lagu ini, maka hidup pun menjadi sulit. Lagu yang tidak mudah dinyanyikan ini sesungguhnya memudahkan hidup. Ketika ego tertaklukkan maka lagu ini tidak hanya mudah, malah menjadi satu-satunya madah agung, gita jiwa, nyanyian ilahi.

Ketika melewati lembah kekelaman memang pikiran-rendah yang selalu ragu, bimbang dan menyangsikan muncul lagi. Ia hendak mengacaukan kita. Tapi, seorang panembah tidak pernah kacau. Tetaplah ia berjalan bersama Sang Gembala Agung, tanpa memikirkan tujuan. Karena ia jelas sejelas-jelasnya bila rumah Sang Gembala adalah rumahnya. Ia tidak ragu, tidak takut karena ia sadar sesadar-sadarnya bila Sang Gembala tidak pernah salah. Ia akan sampai di tujuan dan bersamanya setiap domba akan ikut sampai di tujuan, ini adalah urusan keyakinan yang timbul dari rasa kasih yang terdalam.

Dimana ada Gembala disana ada domba – inilah keyakinan yang membebaskan. Inilah panembahan yang mengantar kita pada kemerdekaan jiwa. Selamat Berhamba dan Meraih Kemerdekaan jiwa yang sejati!

Mazmur 23: TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Meskipun aku melalui lembah yang gelap, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau menemani aku. Engkau melindungi aku seperti seorang gembala melindungi dombanya dengan tongkat dan gada……..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: