Otak “Software” Manusia, Renungan Keduapuluhenam Tentang Berguru


Sepasang suami istri sedang membuka catatan-catatan tentang pengaruh conditioning oleh masyarakat. Mereka menggunakan buku “Shri Sai Satcharita” karya Sai das dan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi. Mereka ingin membombardir diri dengan wisdom-wisdom dari buku-buku yang mereka gali. Membuka hati dengan pemahaman secara repetitif-intensif untuk meningkatkan kesadaran diri.

Sang Suami: Dalam buku “Neospirituality & Neuroscience, Puncak Evolusi Kemanusiaan” disampaikan bahwa……… Tanpa perkembangan Neo-Cortex, manusia tidak sadar tentang hal-hal yang tepat dan tidak tepat, yang baik dan tidak baik bagi dirinya. Dalam keadaan seperti itu, ia tak akan mampu memahami kebutuhan insting yang diterimanya dari bagian Lymbic lewat jaringan saraf otonom. Bila insting mengirimkan pesan “lapar”, maka ia bisa saja makan berlebihan, sehingga merusak kesehatannya sendiri. Begitu pula dengan hal-hal lain yang sesungguhnya merupakan kebutuhan dasar dan harus dipenuhinya secara cerdas dan berimbang dengan penuh kesadaran, misalnya memilih makanan yang baik bagi kesehatannya sehingga tidak makan apa saja secara sembarangan. Dengan kata lain, mesti ada kerja sama yang baik antara bagian Lymbic dan Neo-Cortex. Tanpa kerja sama seperti itu, manusia akan mencelakakan dirinya…….. Hal ini tidak terkait dengan tubuh atau kesehatan raganya saja, tetapi juga dengan pikiran dan lapisan-lapisan kesadarannya yang lain. Jadi Lymbic memberitahu kebutuhan, sedangkan Neo-Cortex menentukan bagaimana dan dengan cara apa memenuhi kebutuhan itu supaya menunjang kesehatan dan kehidupan, bukan merusak atau mematikannya. Ibarat Super Komputer yang mahacanggih, ke dua bagian utama otak kita bekerja sesuai dengai fungsinya masing-masing. Bagian Lymbic memuat basic programming, yaitu program dasar untuk menjalankan komputer. Inilah insting insting hewani, atau lebih tepat disebut insting-insting dasar kehidupan. Sedangkan bagiai Neo-Cortex memuat program/aplikasi yang dibutuhkan manusia. Muatan pada bagian ini dapat ditambah, dikurangi, dihapus, diperbaiki, atau di “manipulasi”. 

Sang Istri: Dalam ilmu medis, kita ketahui bahwa pembentukan paling aktif “sarung saraf ” atau mielin sheet terjadi pada usia 0-5 tahun. Setelah itu kreativitasnya berangsur-angsur berkurang, namun berjalan terus sampai usia 20 tahun bahkan 40 tahun. Dalam buku “Neospirituality & Neuroscience, Puncak Evolusi Kemanusiaan” tersebut juga disampaikan bahwa……… Ketika kita masih kanak-kanak, di bawah usia lima tahun, hal-hal yang diajarkan oleh orang tua atau masyarakat menjadi bagian dari Neo-Cortex. Apa saja yang diamati atau sekadar dilihat oleh seorang anak dalam usia itu akan terekam dengan sendirinya. Kemudian antara usia 5 hingga 12 tahun terjadi muatan-muatan baru lewat sistem pendidikan. Hingga usia 12 tahun disebut Golden Years, Usia Emas, karena banyak sekali muatan ditambahkan pada Neo-Cortex yang kelak digunakan hingga akhir hayat. Pengertian “manipulasi” hendaknya tidak dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat negatif atau jelek karena manipulasi bisa juga untuk sesuatu yang baik. Dan sesungguhnya kita semua telah mengalami “manipulasi” serupa ketika masih berusia di bawah 12 tahun………

Sang Suami: Aku ingat sebuah artikel “Pancasila dan Otak Manusia” yang menyampaikan bahwa…….. Hanyalah manusia yang memiliki bagian otak yang disebut Neo-Cortex. Hewan-hewan jenis lain hanya memiliki bagian yang disebut Lymbic. Manusia adalah jenis hewan yang boleh disebut “super” – ia adalah super-animal. Memiliki Lymbic maupun Neo-Cortex. Lymbic bersifat “statis”, dalam pengertian ia hanya melakukan pekerjaan rutin, tidak bisa berkembang. Maka, seekor katak lahir sebagai katak, dan sudah pasti mati sebagai katak. Sejak zaman dahulu mereka hidup di kolam, sekarang pun sama. Lain halnya dengan manusia, dulu dia hidup di dalam gua, sekarang tidak. Dulu, rumahnya gubuk, sekarang villa. Seluruh keberhasilan manusia ini terkait dengan perkembangan Neo-Cortex. Makin berkembangnya bagian tersebut, makin majunya manusia, makin progresif dirinya.

Sang Istri: Iya suamiku, dalam artikel tersebut disampaikan……… Lymbic di dalam diri manusia – persis seperti hewan-hewan lain – hanya memikirkan makan, minum, tidur, dan seks. Ia tidak dapat berpikir lebih jauh, dan lebih luas lagi. Manusia masih memiliki bagian itu, karena ia pun masih membutuhkan apa yang dibutuhkan hewan-hewan lain. Namun, di luar urusan itu – manusia memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh. Ini yang tidak dimiliki oleh hewan-hewan jenis lain. Maka, manusia bisa membangun. Hewan-hewan lain tidak bisa. Manusia bisa dididik atau mendidik diri untuk menjadi super-human, dan tidak berhenti pada tataran super-animal. Hewan-hewan lain tidak bisa……….. Hazrat Isa mengingatkan kita, “He, kalian tidak hidup untuk roti saja lho…” Nabi Muhammad mengingatkan bilamana kita tidak peduli terhadap keamanan dan kesejahteraan tetangga maka kita belum cukup beragama. Dalam hal ini, tentunya yang dimaksud beliau dengan rasa aman dan sejahtera jauh melebihi definisi-definisi kita yang sempit. Buddha mengajak kita untuk berdamai dengan semua. Krishna menyerukan kesatuan dan persatuan antara umat manusia dan seluruh bentuk kehidupan yang ada, baik yang bergerak atau energi, maupun yang tidak bergerak atau materi. Karena, pada dasarnya kehidupan itu satu adanya. Segala apa yang saya lakukan terhadap Anda akan kembali kepada saya lagi. Kejahatan kembali sebagai kejahatan. Kebajikan pun sama…………

Sang Suami: Dalam artikel tersebut disampaikan bahwa………. Marx dan Machiavelli, dan para penganut mereka – jelas tidak dapat melihat sesuatu di luar kebutuhan lymbic. Dua-duanya bicara tentang kesejahteraan materi. “Urusi perut dan berikan sedikit hiburan”, seru Machiavelli, “dan kau dapat menguasai siapa saja”. Marx hanya mengembangkan apa yang pernah disampaikan oleh Machiavelli. Banyak diantara kita yang masih percaya bahwa urusan negara ini akan langsung terselesaikan bila kebutuhan rakyat akan materi terpenuhi. Tanpa disadari, kepercayaan itu sesungguhnya menempatkan kita berada bersama Machiavelli dan Marx. Machiavelli dan Marx akan membenarkan segala cara untuk, apa yang mereka anggap, kesejahteraan rakyat. Mereka bisa menolak agama dan kepercayaan, bisa juga menggunakan agama dan kepercayaan untuk mengelabui kita. Ini yang saat ini terjadi di negeri kita.……… Salah satu kelemahan lymbic adalah ia “penakut”. Ia selalu merasa dirinya dalam keadaan bahaya – eksistensinya terancam. Bila ia memeluk agama atau memiliki ideologi, maka agama dan ideologi itu dirasakannya dalam keadaan gawat, darurat, maka mesti di-“bela”. Padahal ajaran-ajaran justru “turun” untuk memfasilitasi dirinya menjadi manusia yang lebih baik dengan memanfaatkan neo-cortex. Kelemahan lain adalah ia selalu berpikir dalam kotak. Ia tidak bisa berpikir diluar kotak. Ia akan selalu mencari orang-orang yang sejenis dengannya, yang sama-sama hanya menggunakan lymbic. Wawasan mereka sempit….

Sang Istri: Suamiku, mari kita perhatikan usaha pembentukan karakter manusia yang terjadi di masyarakat. Selama menuntut ilmu, kita dipaksa untuk “berlomba”. Kejuaraan menjadi tolok ukur keberhasilan manusia. Dalam buku “Masnawi Buku Kedua Bersama Jalaluddin Rumi Memasuki Pintu Gerbang Kebenaran” disampaikan……… Selama bertahun-tahun, dari TK sampai Universitas, kita di kondisikan dan diprogram untuk berlomba. Dan programming tersebut tidak berakhir dengan gelar sarjana yang kita peroleh, tetapi berlanjut sampai akhir hayat. Apa pun yang kita lakukan, di mana pun kita berada, kita sibuk berlomba……. Dalam buku “Neospirituality & Neuroscience, Puncak Evolusi Kemanusiaan” disampaikan………. Dengan dalih memotivasi anak supaya menjadi pintar, kita menciptakan perlombaan dalam segala bidang. Segala sesuatu termasuk pelajaran agama dan keagamaan dinilai dengan angka. Padahal, urusan angka dan hitung-menghitung itu adalah urusan Otak Bagian Kiri. Sementara urusan keagamaan, nilai-nilai agama atau spiritualitas adalah urusan Otak Bagian Kanan. Semuanya diputar balik, sehingga kehilangan makna……. Dalam buku “Bhagavad Gita Bagi Orang Modern, Menyelami Misteri Kehidupan” disampaikan…… Orang yang gila akan kekuasaan akan selalu berlomba. Ia ingin menjadi nomer satu dan demi tercapainya keinginan itu, ia akan selalu melibatkan dirinya dalam perlombaan. Ia lebih mirip kuda-kuda yang digunakan di pacuan kuda. Jangan jadi hewan, jadilah manusia. Perlombaan, persaingan – semuanya itu sifat-sifat hewani. Manusia memiliki harga diri; ia cukup mempercayai dirinya sendiri. Ia tidak usah terlibat dalam perlombaan. Setiap manusia unik, tidak ada satu pun manusia yang persis sama seperti orang lain………

Sang Suami: Ada kelemahan lain manusia modern yang disampaikan dalam buku “Mengikuti Irama Kehidupan Tao Teh Ching Bagi Orang Modern”………. sewaktu masih bayi, kita begitu tak berdaya. Hidup-mati kita sangat tergantung pada belas-kasihan orang lain, termasuk orangtua kita. Sekarang, dimana kedua orangtua sibuk bekerja, seorang bayi akan sangat tergantung pada baby-sitter atau pembantunya. Apabila sang bayi lapar, ia hanya dapat menangis kala sang pembantu sibuk ber HP-ria atau sedang nonton tivi. Sang bayi harus tahan lapar dan menangis beberapa lama, sebelum mendapatkan makanannya. Begitu diberi susu, ia akan minum sebanyak-banyaknya. la menjadi rakus tidak terkira. Sejak bayi ia mulai belajar menjadi takut, nanti kalau lapar, akan mendapatkan susu lagi atau tidak ya? Begitu tiba saat diberi susu, la minum sebanyak-banyaknya, sehingga sering kembung perutnya. Rasa takut ini masih terbawa sampai dewasa……..  Keserakahan bermula dari kebiasaan yang diulang terus menerus ditambah sistem pendidikan dan lingkungan yang penuh aura lomba. Akibat lomba dan mau menjadi juara, maka keserakahan merajalela. Keserakahan menyebabkan kegelisahan, dan kegelisahan adalah penyakit yang tidak dapat diobati dengan menimbun harta, tidak dapat diobati dengan mempertinggi tahta. Synap saraf otak sudah hampir permanen, pikiran bawah sadar sudah terpola. Sangat berat untuk mengubahnya. Dalam bahasa meditasi, inilah yang disebut mind, synap-synap baru yang hampir permanen, sehingga manusia bertindak sesuai dengan conditioning yang diperolehnya. la diperbudak oleh conditioning tersebut dan tidak bebas lagi untuk mengekspresikan dirinya…….

Sang Istri: Dalam buku “Neospirituality & Neuroscience, Puncak Evolusi Kemanusiaan” disampaikan……. Pendidikan yang salah tidak hanya mencelakakan seorang anak didik saja tetapi akan turun temurun mencelakakan generasi berikutnya. Karena kesalahan itu terekam dalam DNA dan akan diteruskan kepada generasi berikutnya, kecuali jika segera diperbaikinya. Sesungguhnya, kita sendiri sudah menjadi korban kesalahan yang sama. Kita mewarisinya lewat muatan DNA dari orangtua kita. Dan mereka mewarisinya dari orangtua mereka. Celakanya, jika suatu kesalahan sudah turun-temurun menjadi rekaman DNA maka kesalahan itu lebih sulit untuk diperbaikinya. Rekaman lama itu ibarat pohon lebat yang sudah kuat sekali cengkeraman akarnya. Tidak berarti pohon rekaman itu tidak dapat ditebang juga. Bisa saja, tetapi membutuhkan upaya yang luar biasa.

Sang Suami: Dalam buku tersebut juga disampaikan bahwa…….. Sesungguhnya kita semua, tanpa kecuali sadar atau tidak, tengah memetik buah dari masa lalu kita. DNA yang merancang hidup kita saat ini sudah memiliki muatan informasi yang diperolehnya dari gen orangtua kita. Kemudian ditambah dengan apa saja yang kita peroleh dari pengalaman-pengalaman dalam hidup ini sejak usia kanak-kanak atau bahkan sebelumnya……. Muatan-muatan yang relatif baru adalah muatan-muatan yang tengah dirancang saat ini. Program-program atau rancangan-rancangan baru ini tidak hanya mempengaruhi diri. Tetapi kelak akan menentukan sifat genetik anak cucu kita nanti. Mereka akan memperolehnya sebagai warisan sebagaimana kita pun memperolehnya sebagai warisan beberapa generasi. Demikian lingkaran genetika ini tak terputuskan kecuali ada upaya sungguh-sungguh yang intensif untuk memutuskannya dan mengubahnya. Bahkan membentuk lingkaran baru dan membuang lingkaran lama…….. Semoga kita semua menyadarinya………

Terima Kasih Bapak Anand Krishna

Situs artikel terkait

http://www.oneearthmedia.net/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

Desember 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: