Latihan “Emotion Culturing”, Dari Tubuh Fisik Melewati Pikiran Menuju Ruh, Dari Insting Hewani Melewati Manusiawi Menuju Ilahi, Renungan Ke-72 Tentang Berguru


Sepasang suami istri sedang membicarakan latihan meditasi yang mereka ikuti pada Anand Krishna Center Joglosemar, Center for Holistic Health & Meditation. Kali ini mereka melakukan pembicaraan mengenai Latihan Pemberdayaan Emosi.

Sang Istri: Suamiku, kita benar-benar merasakan manfaatnya latihan “emotion culturing”……. Duduk diam, bersila diatas lantai yang beralas atau di atas kursi. Tenang, santai, mata tertutup. Leher diputar searah dengan jarum jam, 9 kali atau 18 kali. Pelan-pelan kurang lebih 2-3 kali putaran per menit, badan diusahakan rileks tetapi tidak ikut bergerak, yang bergerak hanya bagian tubuh dari leher ke atas. Leher diputar searah jarum jam 9 kali dan kemudian diputar berlawanan arah jarum jam 9 kali……. Duduk diam sejenak, dan mulai mengeluarkan suara”eeee”. Cara pengucapan yang benar adalah, dengan menarik napas panjang pelan-pelan lewat hidung dan sambil membuang napas lewat mulut, ucapkan “eeee” sembilan kali. Sambil pengucapan suara “eeee”, kesadaran difokuskan pada bagian tubuh sekitar perut. Kemudian, mengeluarkan suara “uuuuu” dengan cara yang sama. Kesadaran difokuskan pada bagian sekitar dada. Selanjutnya, mengeluarkan suara “mmmm” dengan cara yang sama. Kesadaran difokuskan pada kepala. Merasakan pula getaran-getaran halus sekitar kepala…….. Setelah selesai, duduk diam sejenak dan selanjutnya dengan kedua tangan menghadap ke bawah bersihkan aura. Dengan tidak menyentuh badan, tangan seolah-olah mengupas lapisan kotor dari badan. Dilakukan berulang kali selama 4-6 menit dari atas ke bawah. Kemudian tangan diangkat ke atas dan telapak tangan dibiarkan menghadap langit. Setelah beberapa saat , akan terasa semutan, khususnya sekitar jari-jari. Berarti sudah mulai menerima energi dari alam. Selanjutnya dengan telapak tangan masih juga menghadap langit, energi ini dituangkan ke badan – ke setiap anggota badan, khususnya bagian-bagian tubuh yang sering sakit. Tidak usah menyentuh badan, karena energi ini dituangkan ke auric body anda. Lakukan ini selama 4-6 menit. Setelah itu, berbaringlah selama 3-15 menit. Telentang. Jangan tengkurap. Rileks, santai. Pelan-pelan kembalilah ke posisi duduk dengan suara masih tertutup. Ulangilah ucapan “eeeuuuuuuuuummmmmmmmmmmm” – kesadaran bebas. Sembilan kali juga. Setelah beberapa saat, mata dapat dibuka….. untuk lengkapnya dapat dibaca buku ““Seni Memberdaya Diri 1, Meditasi Untuk Manajemen Stres dan Neo Zen Reiki”.

Sang Suami: Latihan itu terkait dengan lapisan mental/emosional yang berada diatas lapisan kesadaran energi. Gangguan pada kesadaran emosional, membuat ketidak seimbangan lapisan energi dan pada akhirnya menyebabkan penyakit fisik. Gangguan pada lapisan mental/emosional hanya dapat diatasi oleh intelejensia……. Istriku, kita bicara sedikit tentang energi……. Cahaya adalah energi, getaran suara adalah energi. Sinar matahari dibiaskan oleh prisma menjadi merah, orange, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Getaran yang dikeluarkan oleh kelompok warna infra merah berfrekuensi rendah dan dapat digunakan untuk telekomukasi. Sebalikya getaran ultraviolet berupa sinar murni, berfrekuensi tinggi diganakan untuk Sinar X dan sebagainya. Pada frekuensi rendah getaran energi dapat dirasakan sebagi suara……..  Pada waktu kita membersihkan aura perlu diingat bahwa aura  adalah medan elektro magnetik. Benda matipun mempunyai aura, mempunyai medan elektro magnetik, atom ada dimana-mana. Yang beda adalah kepadatan energinya. Kita semua berada dalam medan elektro magnetik. Medan energi yang mempengaruhi kehidupan manusia. Emosi-emosi yang terakumulasi dan terpendam dapat mencemari medan elektro magnet ini. Aura di sekitar obyek yang “hidup”(sadar) seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, berubah dengan berjalannya waktu, kadang-kadang sangat cepat. Aura sekitar obyek yang mati, batu-batu, kristal, air dan sebagainya pada dasarnya tetap. Fakta-fakta tersebut sudah diselidiki oleh ilmuwan-ilmuwan Rusia, yang menggunakan efek Kirlian untuk mempelajari aura-aura pada 50 tahun terakhir ini……..

Sang Istri: Terus apa hubungannya suara eeee – uuuu – mmmm dengan getaran-getaran yang kau jelaskan? Apakah juga ada hubungannya dengan getaran emosi yang diakibatkan membukanya mulut dengan suara “eeee” suara rongga mulut bagian bawah yang menyebabkan vibrasi getaran dengan tubuh bagian bawah. Kemudian mulut dibuka lebih lebar menimbulkan suara “uuu” suara di tengah mulut yang bervibrasi dengan getaran daerah dada. Dan, suara”mmm” mulut ditutup kembali dan suara muncul pada langit-langit rongga mulut atas yang bervibrasi dengan getaran di kepala? Berarti menyehatkan juga tubuh bagian bawah, tubuh bagian dada dan tubuh bagian kepala?

Sang Suami: Iya. Aura-aura sekeliling manusia sebagian tersusun dari radiasi EM (elektromagnetik), merentang dari gelombang mikro, infra merah sampai cahaya Ultra Violet. Frekwensi rendah gelombang mikro dan infra merah adalah bagian dari spektrum (panas badan) nampaknya berhubungan dengan level-level rendah dari fungsi-fungsi badan kita (struktur DNA, metabolisme, sirkulasi dan lain-lain), sedangkan frekwensi tinggi, bagian Ultra Violet adalah lebih berhubungan dengan aktivitas sadar kita seperti berfikir, kreatifitas, niat-niat, rasa humor dan emosi-emosi…… Suara “eeee” berhubungan dengan fisik tubuh, lihat anak kecil yang tubuhnya kesakitan dia menangis dengan “eeee”. Suara “uuuu” berkaitan dengan emosi, anak kecil yang sakit hatinya, dimarahi orang tua akan menangis “huhuhuhu”. Sedangkan suara “mmmmm” berkaitan dengan otak, anak kecil ketika latihan berbicara mulai dengan “mmmm-maem”, “mmmm-mamma”, mereka sedang mengembangkan otak mereka. Coba rasakan suara humming “mmmm” yang menenangkan pikiran misalnya “ammmmmmin. “Hirohman nirrohimmmmmm”. Alif Lam Mim yang dibaca “Almmmm”, doa Hindu Buddha “Oommmmm”, mantra Tibet “Om Ah Hum” mantra Sufi “Allahum”…. sehingga para sufi lebih lembut…..

Sang Istri: Bukankah pada waktu suara “eeee” mulut di buka sedikit, pada waktu suara “uuuu” mulut dimoncongkan dan sewaktu “mmmm” ditutup kembali, apakah ada kaitannya dengan lahir, hidup dan akhirnya mati, ditutup lagi?

Sang Suami: Baiklah istriku, yang ini jangan diperdebatkan, ini diperoleh dari Fasilitator Virtual, “Eyang Google” seperti berikut…… Pertama yang gaul dulu di Kas-Kus: HA, mempengaruhi bagian tubuh dari udel ke bawah; HU, dari udel sampe leher; HMM, dari leher sampe kepala.. jadi kalo lagi over horny, bisa dg menyuaraken bunyi HAAAAAA… dan kalo lagi emosian, hembusin bunyi HUUUUUU… sedangken, kalo lagi mumet, keluarin bunyi HMMMMMMM…. gitu deh kira2….. Selanjutnya yang serius: A – U – M, musim semi, musim panas dan musim dingin; pagi, siang dan sore; tanah dan air, api dan angin; puja/persembahan, kerja dan bernyanyi; tamas/malas, rajas-agresif dan satwik/tenang; kesadaran jaga, kesadaran mimpi dan deep sleep; tubuh fisik, mental/emosional dan intelegensis; suara, pikiran dan prana; berputar, memampat dan desintegrasi; lahir, hidup dan mati; Brahma, Wisnu dan Siwa; penciptaan, pelestarian dan pendaurulangan; tubuh, ucapan dan chitta…….. Bagiku dimulai dari kelahiran keinginan, memahami keinginan dan melampaui keinginan, dimulai dari fisik yang membawa potensi hewani, membangkitkan cinta (memberi dan menerima) yang merupakan sifat manusiawi, menuju kasih yang merupakan sifat keilahian.

Sang istri: Evolusi spiritual manusia akan meningkatkan kesadaran dari perilaku kebinatangan, ke perilaku kemanusiaan menuju ke perilaku keilahian. Mungkinkah ada hubungannya dengan pusat kesadaran dasar yang tempatnya paling bawah yang berhubungan dengan bumi. Yang diwakili pusat kesadaran yang terletak pada perut ke bawah – suara “eeee”. Meningkat ke kesadaran mental/emosional yang pusatnya berada di sekitar dada – suara “uuuu”. Selanjutnya, naik ke tahap pembersihan menuju pusat kesadaran kebijaksanaan dan spiritual yang ada di kepala – suara “mmmm”?

Sang Suami: Benar istriku, kesadaran seks memikirkan kepuasan sendiri, tidak peduli kepada pihak lain, dan banyak dipengaruhi oleh insting rendah seperti yang dilakukan hewan. Makan-minum, seks dan kenyamanan adalah insting hewani yang masih ada dalam diri manusia. Hanya hewan makan daging mentah, manusia steak weldone, Hewan kawin di sembarang tempat saat horny, sedangkan manusia di tempat privat dengan surat nikah, hewan tidur di gua dan manusia di kompleks real estate…….Di tahap berikutnya, kesadaran cinta sudah mengusahakan keseimbangan antara memberi dan menerima. Perhitungan untung rugi pikiran bekerja disini. Kalau kamu dipukul balaslah yang setimpal. Di sini logika beraksi……. Selanjutnya,  kesadaran kasih bermakna lebih banyak memberi daripada menerima. Logika untung rugi pikiran sudah ditinggalkan. Kalau kamu dipukul, memaafkannya adalah perbuatan mulia. Memaafkan dengan ikhlas, merupakan aktifitas hati, pikiran sudah diistirahatkan. Di dalam ikhlas terkandung makna kesabaran, kepasrahan, dan penerimaan, dan pendekatan diri kepada Tuhan……..

Sang Istri: Suamiku, tugas kita di sini tidak mencari perbedaan, bila ketemu persamaan kita ungkapkan, jadi memang bukan untuk diperdebatkan tetapi untuk di renungkan. Otak itu suatu alat yang patuh, bila dia kita suruh mencari perbedaan maka dia akan menunjukkan perbedaan, bila kita suruh mencari persamaan dia akan menemukan persamaan juga…..  Dalam sejarah zaman dahulu Tuhan atau Kebenaran itu tidak diberi nama. Tetapi, jika tetap harus diungkapkan, maka ungkapan yang tepat tentang Tuhan atau Kebenaran hanyalah ucapan suara. Ada yang menuliskan dalam bentuk gabungan huruf “Y-H-V”, ada yang suara “Om” atau suara “Alm”. Leluhur kita memakai suara Gong, “guuuuuuuung”. Suara tersebut adalah bahwa jembatan penghubung antara duniawi fisik “diri” dengan ilahi. Bunyi-bunyian lonceng di Tibet sebelum masuk vihara, suara terompet kulit kerang Pandawa di medan Kurukshetra, suara Gong sebelum peresmian adalah suatu rasa syukur dan ingat Tuhan. Seperti membaca Basmallah sebelum bertindak, atau membuat salib di dada sebelum melakukan sesuatu…….

Sang Suami: Informasi dari Eyang Google itu bervariasi jadi jangan dianggap tepat, katakanlah perkiraan atau garis besarnya saja. Dalam Mandukya Upanishad huruf “A” mewakili kesadaran jaga (gelombang elektro magnetik dari otak dari gelisah sekitar 13 Hertz ke otak yang tenang sekitar 7.5 Hertz). Huruf “U” mewakili kesadaran mimpi, diri masih ada tapi fisik tak terasakan (sekitar 3.5 – 7 Hertz). Dan, huruf “M” merupakan kesadaran deep sleep, semuanya kosong, semuanya tidak ada. Konon para yogi dapat mengalami deep sleep dalam keadaan jaga…..

Sang Istri: Para bijak berkata……. Kata manusia berasal dari bahasa Sansekerta, manas dan isa. Manas, pikiran. Isa, esa, satu, keilahian. Kalau manusia sudah mengalahkan pikiran, tinggal Isa, menjadi esa, satu, ilahi. Pikiran membangun ego yang membuat keterpisahan dengan yang lain. Semua bentuk apapun juga yang bergerak di Alam Semesta ini, hidup di dalam Yang Maha Esa……..

Sang Suami: Istriku, aku ingat buku “Cakrawala Sufi 3, Kembara Bersama Mereka Yang Berjiwa Sufi” yang menyampaikan…….. Kepuasan batin yang kita peroleh setelah membantu, melayani orang lain sungguh tak terhingga nilainya. Hanya mementingkan diri sendiri dan bersikap “cuek” terhadap kepentingan orang lain adalah sifat hewani. Naluri hewani yang masih tersisa dalam diri manusia membuat dia bersikap demikian. Mementingkan diri sendiri, tetapi pada saat yang sama peduli juga terhadap kepentingan orang lain adalah sifat manusiawi. Siapa saja bisa bersifat demikian. Seharusnya setiap makhluk yang disebut “manusia”, “insan” bersifat demikian. Demikianlah kodrat manusia. Yang bisa menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi adalah Manusia-Plus. Saya katakan Manusia-Plus, karena banyaknya orang yang “alergi” terhadap istilah “Manusia Ilahi”, “Manusia Allah”. Jangan mempermasalahkan kata, jangan terjebak dalam permainan kata. Yang penting adalah esensinya. Apa pun istilah yang Anda gunakan, dialah Manusia Sejati. Ia telah berhasil mengembangkan potensi dirinya. Ia berada pada lapisan atas kesadaran diri. Dan berada pada lapisan kesadaran tersebut, Anda menjadi “berkah” bagi lingkungan Anda. Berada pada lapisan kesadaran tersebut, Anda menjadi Duta Damai, Utusan Kasih. Kehadiran Anda saja sudah dapat menyejukkan suasana…….. Semoga……

Terima Kasih Bapak Anand Krishna

 

Situs artikel terkait

http://www.oneearthmedia.net/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

Maret 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: