Renungan Bhagavatam: Raja Bali, Mempersembahkan Seluruh Miliknya Dan Dirinya Kepada Vamana Avatara


Bali putra Virochana, cucu Prahlada adalah seorang pemimpin besar para asura. Setelah perebutan amerta yang dimenangkan oleh para dewa, pasukan asura terdesak dan para asura meninggalkan negaranya yang diduduki oleh Indra dan para dewa. Bali segera menghadap guru para asura yaitu Shukracarya putra Bhrigu. Bhrigu adalah putra Brahma sedangkan ibu Shukracharya adalah Khyati, putri Kardama-Dewahuti. Shukracharya mengadakan upacara persembahan yang akan mengembalikan kekuatan dan keperkasaan Bali. Selesai upacara persembahan, nampak Bali menjadi lebih kuat dan lebih agung. Bali naik sebuah kereta perang kebesaran dan para asura menjadi pasukan tangguh yang menyebabkan nyali para dewa menjadi ciut. Bali dan pasukannya segera kembali menyerang istana para dewa dan menduduki kota Amarawati.

Indra kemudian menghadap guru para dewa yaitu Bhrihaspati putra Angirasa. Angirasa adalah putra Brahma dan ibu dari Bhrihaspati adalah Shraddha , putri Kardama-Dewahuti. Brihaspati menjelaskan bahwa Shukracarya berada di balik kepulihan kebesaran Bali dan sebaiknya Indra dan para dewa meninggalkan Amarawati dulu, menunggu waktu yang tepat. Akan ada waktunya Shukracharya tersinggung dengan tindakan Bali dan segala kebesaran Bali akan ditariknya kembali. Bali kemudian menjadi raja dari tiga dunia dan menyelenggarakan upacara 100 Aswamedha dan kebesarannya menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia.

Aditi adalah putri Daksha dan istri dari Resi Kasyapa. Resi Kasyapa adalah putra Resi Marici-Kala dan cucu dari Kardama-Dewahuti. Aditi dan Resi Kasyapa adalah sepasang anak manusia yang setara, sama-sama menjadi bhakta Narayana, sehingga mereka dikaruniai putra-putra yang menjadi para dewa dan di antaranya adalah Indra, seorang raja dewa. Dalam buku “Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva, Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh Anand Krishna”, Gramedia Pustaka Utama, 2010 disampaikan………. Pernikahan antara dua anak manusia yang berada pada gelombang kesadaran yang sama dapat memperkuat “gelombang bersama” mereka. Dan, dengan kekuatan itu pula mereka dapat mengundang kekuatan-kekuatan alam yang kemungkinan tidak dapat diakses secara terpisah. Banyak orang menjadi sukses setelah pernikahan. Kenapa? Karena alasan yang telah dijelaskan di atas. Kekuatan ganda suami istri mampu meningkatkan gelombang mereka bersama dan mereka bisa meraih keberhasilan yang tak terbayangkan sebelumnya. Dukungan dari keluarga dan pasangan hidup adalah faktor penting untuk meraih keberhasilan sejati. Oleh sebab itu, para Yogi selalu menasihati kita untuk mencari pasangan hidup dari kalangan sosial yang sama/mirip supaya hubungan kita langgeng di atas dasar kesetaraan-tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah………..

Pada waktu Resi Kasyapa pulang setelah lama bertapa, dia melihat Aditi sedang berada dalam kesedihan yang nyata. Aditi menyampaikan bahwa dia sangat menderita karena Indra dan para dewa lainnya diusir pergi dari Amarawati oleh Raja Asura Bali. Resi Kasyapa berkata, “Ini adalah maya yang bagus dari Narayana, bahwa seorang ibu mempunyai keterikatan dengan putranya, dia sedih kala putranya sedang menderita kesedihan. Sebenarnya apa hubungan Atman yang terpisah dengan Prakrti, badan yang terdiri dari lima elemen alami. Maya lah yang membuat seakan-akan ada hubungannya. Istriku satu-satunya jalan yang mungkin dilakukan adalah berdoa kepada Narayana yang bersemayam di dalam hati kita semua.

Resi Kasyapa sangat menghormati istrinya, karena dia tahu bahwa istrinya mempunyai kelembutan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki seperti dirinya. Kelembutan seperti inilah yang mendekatkan istrinya dengan Narayana. Dalam buku “Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva, Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh Anand Krishna”, Gramedia Pustaka Utama, 2010 disampaikan………. Para Yogi sangat menghormati kaum perempuan dan menghargai peran mereka sebagai penopang keluarga, masyarakat, dan bangsa. Mereka jauh lebih intuitif daripada kaum pria, lebih disiplin, lembut tapi tegas. Di wilayah peradaban Hindia, kaum perempuan tidak pernah dianggap sebagai warga masyakarat yang lemah dan oleh karenanya mesti selalu berada di bawah kaum pria. Bagi setiap pria yang ingin meraih keberhasilan: Hendaknya kau menghormati para wanita dalam hidupmu. Seorang wanita adalah personifikasi Bunda Alam Semesta. la adalah wujud kasih dan kekuatan, kelembutan dan ketegasan. Janganlah menyalahtafsirkan kelembutannya sebagai kelemahan. Tiada seorang pun yang menjadi besar, tanpa peran wanita dalam hidupnya. Oleh karena itu berterimakasihlah kepada kaum perempuan, bersyukurlah kepada Keberadaan atas kehadiran mereka dalam hidupmu………..

Aditi berkata, “Aku adalah seorang perempuan bodoh yang tidak tahu dengan cara apa Narayana harus dipuja. Tidak mungkin aku bertindak seperti kamu bertapa dengan keras. Tunjukkan cara yang mudah bagi perempuan sepertiku agar doaku dikabulkan-Nya.” Resi Kasyapa berkata, “Aku diajari Brahma agar siang-malam memuja Narayana mulai dari awal hari keduabelas bulan Phalguna (pertengahan Februari-pertengahan Maret) dengan hanya minum susu sebagai makanan. Ucapkanlah mantra Aum Namo Bhagavate Vasudevaya. Jika kamu melakukan ini dengan penuh bhakti, maka Narayana akan mengabulkan keinginanmu.”………… Dalam buku “Spiritual Astrology, The Ancient Art of Self Empowerment, Bhakti Seva, Terjemahan Bebas, Re-editing, dan Catatan Oleh Anand Krishna”, Gramedia Pustaka Utama, 2010 disampaikan………. Setiap doa yang dipanjatkan dengan ketulusan hati dan kesungguhan jiwa pasti terkabulkan! Berdoalah, setiap kali kau menghadapi suatu keadaan di mana keseimbangan dirimu goyah. Berdoalah setiap kali kau merasa tidak berdaya dan lemah untuk menghadapi suatu tantangan yang berat. Berdoalah dengan cara menarik diri dari keramaian; membuka hati, pikiran, dan jiwamu kepada Gusti Allah. Berdoalah untuk memperoleh tuntunan-Nya, bimbingan-Nya. Dan, yakinilah bahwa la Maha Mendengar. Banyak cara yang ditempuh-Nya untuk menjawab doamu. Bukalah dirimu terhadap semua cara itu. Ada kalanya la mengutus para malaikat, para dewa, atau para roh suci untuk menolongmu, membimbingmu. Ketahuilah bila semuanya itu terjadi semata karena la menghendaki-Nya. Para Yogi selalu berdoa untuk Terang, untuk Tuntunan, untuk Kebijaksanaan, Kekuatan, dan Kasih. Doa mereka selalu terkabulkan. Belajarlah untuk berdoa seperti mereka………

Pada hari kedua belas tapa bratanya, Narayana nampak di hadapan Aditi dan berkata, “Bunda para dewa, kamu tidak perlu menceritakan apa yang membuatmu menderita. Aku mengetahui bahwa para putramu ada dalam kekuasaan para asura. Kamu ingin para putramu kembali berkuasa, akan tetapi kau harus sabar menunggu. Pada saat ini bintang Bali sedang bersinar karena kemuliaan Shukra. Bagaimanapun aku senang dengan tapa bratamu, aku akan dilahirkan sebagai putramu. Jangan mengatakan kepada siapa pun karena kelahiranku adalah suatu dewarahasya.” Dan, kemudian Narayana lenyap dari pandangan Aditi. Setelah tiba waktunya lahirlah Vamana yang tumbuh menjadi laki-laki kecil……..

Pada saat itu Raja Asura bali sedang mengadakan Upacara Asvamedha di bawah bimbingan Shukra. Pada waktu upacara sedang berlangsung, seorang Brahmana kecil dengan sinar keemasan mendatangi upacara. Bali yang selalu menghormati para Brahmana langsung menyambutnya dengan penuh hormat dan memberikan tempat kehormatan kepadanya. Bali berkata, “Aku tidak mengetahui siapa Engkau, tetapi aku tahu engkau mempunyai keagungan seorang maharesi. Adalah merupakan suatu kehormatan bagiku engkau memberkati aku dan seluruh anak keturunanku. Upacara Aswamedhaku akan menjadi sangat mulia. Adalah kemuliaan seorang brahmana memberikan berkah dan adalah kebaikan kesatria untuk mengabulkan permintaan seorang Brahmana. Apa yang dapat kuberikan kepadamu, tanah, emas istana, gajah atau kuda? Perintahkan kepadaku!”

Vamana menjawab, “Aku tahu kamu raja dengan penuh kerendahan hati, kebajikan dan kemuliaan. Itu tidak mengejutkan diriku, Shukra putra Bhrigu adalah gurumu, kakekmu adalah Prahlada Yang Agung, ayahmu adalah Virochana Sang Pemberi Agung. Aku tahu dalam keluargamu belum pernah ada kejadian menolak permintaan seseorang. Aku mengetahui kau akan mengabulkan permintaanku. Aku ingin mengambil tanah tiga langkah yang diukur oleh kakiku!” Bali terkejut dan berkata, “Tentu saja kau seorang anak dan permintaanmu adalah permintaan anak-anak, kamu tidak mengetahui bahwa aku adalah seorang raja besar dan sangat kaya. Daripada minta pulau yang ditutupi lempengan emas kau memilih tiga langkah kecilmu. Tinjaulah permintaanmu dan mintalah yang lebih luas kepadaku!” Vamana berkata, “Aku menghargai kedermawananmu. Wahai raja seseorang yang belum menaklukkan keinginannya, semua hal di dunia tidak akan cukup baginya. Seorang manusia yang merasa senang dengan apa yang ia peroleh akan merasa bahagia. Adalah ketidakpuasan yang menjadi penyebab duka-cita manusia. Kamu adalah pemberi terbesar dan aku minta tiga langkah kakiku. Bali tertawa dan berkata, “Semoga demikian. Aku akan memberimu tiga langkah dengan kakimu!” Dan, Bali melihat kaki teratai Narayana yang akan segera dicuci dengan air dari dalam mangkuk suci.

Shukracharya menghentikan tindakan Bali dan berkata, “Bali kau belum tahu siapa dia. Dia adalah wujud Narayana yang lahir dari ibu Aditi dan ayah Resi Kasyapa. Dia akan membantu para dewa. Kamu telah bertindak gegabah dalam hal ini. Narayana akan merampas semua kekayaanmu. Apakah kamu tidak ketahui bahwa satu langkah Narayana akan meliputi bumi. Langkah kedua akan meliputi surga dan langkah ketiga akan mendorong kamu kedunia bawah? Aku tahu kamu berada dalam dilema, kamu terlanjur berjanji dan menarik janji adalah perbuatan adharma yang memalukan bagi seorang raja seperti kamu. Bagaimanpun ingkar janji diperbolehkan bila janji yang ditepati akan menghancurkan dirimu.” Bali meyakinkan gurunya, “Ayahanda dan kakekku adalah seorang besar yang selalu menepati jani dan aku tidak mau memalukan keluarganya. Aku ingat Resi Dhadici yang mengorbankan tubuhnya untuk dijadikan Vajra. Ini adalah kesempatan emas bagiku, belum pernah Narayana minta pada seseorang, kini dia minta padaku, biarlah aku mengabulkannya dengan segala resikonya!” Shukracharya tersinggung karena Bali menolak permintaannya, “Kamu berpikir bahwa kau lebih bijaksana daripada aku. Kamu akan segera menemukan dirimu tanpa kerajaan. Aku mengutuk kamu bahwa kemuliaanmu dan kekayaanmu akan segera meninggalkanmu!” Kutukan Shukra tidak mempengaruhi Bali dan dia mengajak istrinya Vindhyavali mencuci kaki Vamana dan dan membasahi kepala mereka dengan air tersebut……..

Saat Bali mengangkat wajahnya dia melihat wujud Vamana sebagai Visvarupa Narayana dengan besar tak terukur. Langkah pertamanya meliputi bumi, langkah keduanya meliputi surga. Garuda kemudian mengikat Bali dengan Varuna. Bali sadar dan terharu ternyata Narayana ingin dia bebas dari kedua kesalahan besar yaitu “Aku” dan “Milikku”. Dengan meminta hadiah Narayana telah mengambil semua “Milikku”. Dan sekarang dengan mengikat dirinya, Narayana telah menghilangkan “Aku”………. Narayana berkata, sekarang kau sudah kehilangan dua langkah dan Guru Shukra mengatakan bahwa kau akan didorong dengan langkah ketiga di dunia bawah karena kau tidak akan menepati janjimu.”……… Bali berkata, “Tuhan, aku tidak bohong, letakkan langkah ketiga-Mu pada kepalaku.”……… Prahlada, kakek Bali datang dan langsung mencuci kaki Vamana. Brahma juga menghadap Narayana dan berkata, “Tuhan jangan menyusahkan Vindhyavali lagi. Bali sudah memberikan segalanya kepada-Mu. Ia telah pasrah kepada-Mu. Ia harus dihadiahi oleh-Mu sendiri.”

Narayana berkata, “Manakala aku akan menghancurkan seseorang, aku akan memberi dia semua kekayaan dan kekuasaan di dunia. Ia kemudian terlibat padanya dan lupa kondisi sejatinya. Jika aku ingin menyelamatkan seseorang dari Maya, aku menyingkirkan kekayaannya, semuanya. Bebas dari semuanya ia akan menjadi aku. Bali tidak berbelok dari jalan kebenaran, ia telah menaklukkan maya. Ia telah banyak menderita. Ia telah kehilangan kekayaan, kekuasaan sebagai raja manusia. Musuhnya menertawakan dia yang diikat dengan Varuna. Kerabatnya telah meninggalkan dirinya. Bali sekarang telah mencapai suatu keadaan yang diinginkan oleh para dewa. Diberkati olehku dia menjadi Indra sepanjang manvatara bernama Savarni. Ia akan tinggal hingga waktu itu di dalam Sutala yang aku sayangi. Aku akan selalu menemanimu, Bali akan menjadi Indra Agung selama Savarni Manvantara.”……….

Pelajaran yang dapat dipetik adalah apabila Bali memilih bekerja semata-mata untuk dunia dan melupakan Dia Hyang Maha Menguasai Dunia, maka seperti nenek moyangnya yaitu Hiranyaksa dan Hiranyakasipu yang menguasai tiga dunia, maka dia akan mendapatkannya. Akan tetapi dunia yang diperolehnya tersebut, bersifat sementara. Akan tetapi bila Bali bekerja semata-mata sebagai persembahan, seluruh hasilnya dipersembahkan kepada Hyang Maha Menguasai dunia, maka dia akan mendapat tempat di sisi-Nya (disayangi dan diberkati Narayana) selain itu dunia pun tetap diberikannya kepadanya (diangkat sebagai Indra di Sutala)…….

Bapak Anand Krishna pada Svarnadvipa Institute of Interfaith studies memberikan wejangan tentang bekerja dengan semangat sebagai persembahan……… Berdoa sambil bekerja adalah biasa. An Nuur ayat 36/7 mengajak kita untuk berbuat sesuatu yang luarbiasa, yaitu bekerja dengan semangat berdoa. Segalanya menjadi persembahan. Seluruh hidup berubah menjadi ibadah. Di rumah, pagi dan sore berzikir: dan ketika berdagang pun tak lupa shalat, tak lupa zakat, tak lupa mengingatNya, mengingat hukum sebab-akibat, dan melihat wajahNya dimana-mana. Ini adalah pekerjaan purna-waktu. Ini bukanlah skedar sembahyang berapa waktu. Ini adalah persembahan hidup itu sendiri. Mempersembahkan hidup “kita” kepada Hyang Maha Hidup, kepada Kehidupan itu sendiri. Berarti, menafikkan “kita”, menafikkan “aku” dan “kamu”, dan menjadi bagian dari lautan kehidupan yang tunggal, dimana identitas kali, selokan, sungai tidak ada lagi. Hyang ada hanyalah laut………. Jangan menganggap dagangmu, usahamu, pekerjaanmu, urusanmu lebih penting dari zikir, zakat, dan lain sebagainya. Jangan pula meninggalkan pekerjaanmu untuk menyepi di tengah hutan belukar. Berkaryalah, jadilah pemutar roda ekonomi, supaya roda itu tidak dikuasai mereka yang hanya bekerja demi kepentingan diri. Karena roda itu tidak pilih kasih, siapa yang bekerja keras memperoleh kesempatan untuk memutarnya. Maka, beradalah di tengah dunia ini, dan bekerja keras sambil mempertahankan keheningan jiwamu, seolah kau sedang menyepi di tengah belantara. Para sufi menyebutnya “hening di tengah keramaian”. Sebaliknya ketika sedang beribadah, rasakan kesatuan dan persatuan dengan sesama makhluk hidup yang berada di tengah keramaian, rasakan suka dan duka mereka. Berbahagialah bersama mereka, dan hapuslah airmata mereka ketika mereka menderita. (An Nuur ayat 36-37: Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang di hari itu hati dan penglihatan menjadi guncang)……..

Demikian beberapa pandangan Bapak Anand Krishna yang berguna bagi peningkatan kesadaran dan pencerdasan masyarakat. Sayang ada beberapa kelompok yang menghalangi tindakan Beliau dan mencoba menghambatnya……. Silakan lihat:

http://www.freeanandkrishna.com/in/

Situs artikel terkait

http://www.oneearthmedia.net/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

http://twitter.com/#!/triwidodo3

Juli 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: