Makna Spiritual Bentuk Geometris Dari Candi-Candi Dan Tempat-Tempat Ibadah Di Indonesia

Saat kita melihat matahari atau bulan yang bulat, gunung yang berbentuk segitiga lancip di atas, bintang yang bersinar, nyala api yang menyala ke atas, kita memahami adanya bentuk geometri di alam semesta. Tanpa kita sadari kita, telah ada interaksi antara bentuk-bentuk geometri dan diri kita. Itulah sebabnya para leluhur kita membuat tempat pemujaan dengan bentuk geometri tertentu untuk membangkitkan rasa terdalam dalam diri manusia. Pada saat ini kita pun sudah terbiasa melihat bentuk geometris kubah masjid, bangunan gereja, vihara ataupun pura.

Lihat Gambar 1. Bentuk geometri di alam.

Lihat Gambar 2. Bentuk geometri Tempat-Tempat Ibadah di Indonesia.

Kita juga melihat bentuk geometri atap joglo yang mirip dengan bangunan piramida di Mesir. Bahkan kita juga melihat bentuk geometris nasi tumpeng  yang menyerupai replika dari sebuah gunung.

Lihat Gambar 3. Bentuk geometri Atap joglo.

Lihat Gambar 4. Bentuk geometri Nasi Tumpeng.

Sebuah candi adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Candi adalah alat atau yantra untuk menenangkan pikiran manusia agar terfokus pada Hyang Maha Kuasa. Dalam hal ini bentuk geometri digunakan sebagai alat yang efisien untuk kontemplasi, konsentrasi dan meditasi. Bangunan geometri sebuah candi membawa makna spiritual dan dapat membawa penggunanya ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi.

Bentuk geometris sederhana seperti: lingkaran, garis, segitiga, bujur sangkar, segi lima, segi enam dan kelopak bunga teratai mewakili getaran-getaran energi yang halus. Dalam artikel di internet, “Sacred Geometry in Buildings” kita mendapatkan informasi antara lain: Baca lebih lanjut

Iklan