Luluhnya Kemarahan Vishnu, Kisah Sri Maha Pratyangira, Wujud Bunda Alam Semesta Penjaga Kebenaran Dan Penghapus Karma Buruk


Bunda Alam Semesta adalah penjaga Kebenaran, dan apabila Utusan-Nya mengalami mengalami masalah yang sulit terpecahkan, maka Sang Bunda Ilahi akan membantunya. Bunda Alam Semesta bukan hanya membantu manusia yang sedang membela kebenaran, akan tetapi juga membantu para dewa yang sedang berada dalam kesulitan. Di kala Brahma, Vishnu ataupun Shiva menghadapi masalah yang tak terpecahkan, maka Bunda Alam Semesta mewujud membantu mereka. Bunda Alam Semesta juga disebut Parashakti, Energi Awal Mula yang bersifat feminin yang melindungi dan memelihara segenap alam semesta. Dewa adalah elemen alam yang tercipta sebelum manusia.

Disebutkan bahwa ShIva (dengan huruf I besar yang berarti mengandung shaktI, energi) bila tanpa shakti akan menjadi Shava atau mayat. Manusia tanpa zat hidup (energi) akan menjadi jasad. Dan energi ini diturunkan lewat seorang ibu yang mengandungnya. pada saat terjadi fertilisasi, kedua perangkat kromosom dari ayah dan ibu disatukan.  Sel telur ibu yang mendapatkan perangkat kromosom dari sel sperma ayah, kini menjadi sel dengan 2 set kromosom sebagai sel diploid yang disebut sebagai zigot. Dari sebuah sel zigot inilah yang kemudian mulai berkembang menjadi sebuah organisme baru yang utuh melalui proses yang sangat rumit. Pada saat fertilisasi, sel sperma hanya berkontribusi untuk memberikan materi genetiknya pada sel telur, tidak lebih. Setelah terjadi fertilisasi, seluruh bagian sel sperma terdegradasi, sama sekali tidak terlibat dalam proses embriogenesis. Oleh karena itu, seluruh sel yang dimiliki oleh seorang manusia dia warisi sepenuhnya dari Ibu. Tiap sel yang kita miliki, lengkap dengan perangkat organ yang mengatur kehidupan kita, sepenuhnya berasal dari ibunda. dalam ilmu genetika, hal ini disebut sebagai “Maternal Inheritance”. Yang menggerakkan manusia adalah Shakti yang berasal dari seorang ibu. Sri Krishna dalam Bhagavad Gita tidak pernah menyebut Arjuna putra Pandu, tetapi “Pritha Putra”, Putra Kunti.

Dikisahkan Hiranyakasipu, seorang raja asura yang telah menaklukkan tiga dunia belum merasa puas sebelum dapat menaklukkan Vishnu. Semua balatentaranya diminta mengganggu para brahmana yang tengah melaksanakan ritual memuja Vishnu. Vishnu tidak pernah tampak, hanya para bhakta, para devoti yang trust sepenuhnya yang mendapat karunia menyaksikan-Nya. Hanya para suci yang bersaksi telah melihat wujud-Nya. Sedangkan Hiranyakasipu adalah merasa dirinya adalah raja yang nampak manusia, sudah seharusnya seluruh penghuni tiga dunia memuji dan memuja dirinya. Akan tetapi dalam diri Hiranyakasipu yakin akan adanya Vishnu. Saudara kembarnya telah dibunuh oleh Vishnu yang mewujud sebagai Varaha Avatara, seekor babi hutan raksasa.

Hiranyakasipu yang perkasa ternyata memilih istri yang saleh bernama Kayadhu. Kayadhu paham bahwa ibu mertuanya yang bernama Diti putri Daksha mempunyai suami seorang saleh bernama Resi Kasyapa. Karena gelora nafsu Diti, maka Kasyapa melanggar larangan dan ayah serta ibu mertuanya berhubungan suami istri di kala senja, di saat pemujaan kepada Shiva, sehingga lahirlah asura Hiranyaksa, iparnya dan Hiranyakasipu, suaminya. Energi ibu akan mempengaruhi jiwa sang anak, sehingga semangat Hiranyaksa dan Hiranyakasipu adalah semangat yang luar biasa Diti, hanya karena terjadi karena pelanggaran maka mereka menjadi asura yang melawan kebaikan. Kayadhu juga paham kombinasi genetika Hiranyakasipu dan genetika dirinya menurun kepada sang putra. Akan tetapi energi dirinyalah yang akan menjiwai sang putra. Sehingga Kayadhu mempertahankan kesalehannya dengan selalu berdoa kepada Narayana. Seorang ibu adalah guru sejati dari sebuah janin. Apapun sifat, pemikiran dan perilaku ibu, sang janin akan mengembangkan hal yang sama. Jika setelah hamil, sang ibu mempertahankan kesalehan hidupnya, maka anak akan lahir dengan penuh kebijakan dan kesalehan. Ibu dari Prahlada, Kayadhu adalah contoh dari seorang ibu yang saleh. Prahlada, adalah salah seorang putra terkasih Hiranyakasipu, yang saat berada dalam kandungan istrinya, ditinggalkannya untuk bertapa demi memperoleh apa yang dicita-citakannya. Sejak dalam kandungan ibunya, atas campur tangan Yang Maha Kuasa, Prahlada berada pada ashram Rishi Narada, seorang pemuja Vishnu yang setiap hari memetik vina dan menyanyikan lagu pujaan terhadap Narayana. Prahlada tumbuh menjadi seorang bhakta Sri Vishnu.

Sepulang dari bertapa Hiranyakasipu menjadi lebih perkasa dan menaklukkan tiga dunia. Akan tetapi putranya, Prahlada yang masih kecil ternyata adalah bhakta Sri Vishnu. Di luar Hiranyakasipu merajalela, tetapi di dalam istana ternyata dia kalah kuasa dibanding Sri Vishnu dalam mempengaruhi sang putra. Dalam kemarahan yang meluap-luap Hiranyakasipu ingin membunuh Prahlada. Akan tetapi sang anak pasrah terhadap Sri Vishnu yang dia yakini akan melindunginya. Saat Hiranyakasipu memukul pilar istana sampai roboh, dari dalam tiang muncul wujud yang mengerikan, bukan manusia dan bukan binatang, bukan makhluk ciptaan Brahma. Setengah manusia dan setengah binatang, kepalanya berbentuk seekor singa yang mengerikan dengan tubuh manusia sangat besar dan perkasa, Narasimha Avatara. Hiranyakasipu menyerang Narasimha tetapi dengan amat mudah dia dikalahkan dan diangkat olehnya dan dipangku di tengah pintu. Sekelebat Hiranyakasipu teringat permintaan dia kepada Brahma sewaktu bertapa. Kini dia sadar bahwa pikirannya belum sempurna, pikiran hanya terbatas pada apa yang didapat dari pengetahuan dan kekuatan imajinasinya belaka, dia tak dapat mengimajinasikan Narasimha. Hiranyakasipu juga melihat bahwa dia tidak di dalam rumah dan tidak di luar rumah, dia melihat langit dan nampak bahwa hari tidak siang dan tidak malam, matahari mulai tenggelam dan dia baru berpikir bahwa ini adalah saat kematiannya. Sri Vishnu dalam wujud Narasimha kemudian membunuh Hiranyakasipu.

Karena Narasimha dalam keadaan sangat marah kepada Hiranyakasipu yang berani mengancam bhaktanya, maka kemarahannya sulit mereda. Alam semesta bergolak terpengaruh oleh kemarahan Narasimha. Para dewa berupaya menenangkan tetapi tidak berhasil. Shiva segera mewujud sebagai Sharaba manusia yang berkepala singa dan bersayap elang. Akan tetapi Sharaba pun gagal menenangkan kemarahan Sri Vishnu yang berwujud sebagai Narasimha. Akhirnya Bunda Alam Semesta, parashakti yang dikenal sebagai shaktinya Shiva muncul sebagai Sri Maha Pratyangira. Sang Dewi digambarkan memiliki tubuh wanita dan berkepala singa. Narasimha tunduk kepada-Nya dan kemarahannya mereda.

Sri Maha Pratyangira adalah salah satu aspek dari Bunda Ilahi, bertubuh wanita dan berkepala singa jantan. Energi yang seimbang antara maskulin dan feminin, antara Shiva-Shakti. Energi ini telah dikenal dalam beberapa tradisi dari Mesir Kuno sampai Tibet. Dewi Pratyangira adalah perwujudan dari Dharma (kebenaran), Satya (kebenaran) dan keadilan yang sempurna. Bunda yang menelan karma negatif dan mengabulkan doa para sadhaka, pencari kebenaran yang mempunyai tujuan murni di jalan Dharma. Bunda Alam Semesta yang mengisi cawan energi negatif seseorang dan mengubah energi itu serta memurnikannya. Melalui Kasih Karunia-Nya, jiwa para bhakta menjadi halus dan murni. Dewi Pratyangira berasal dari tempat yang sangat dalam dan sangat jauh dalam Bunda Alam Semesta, sebuah daerah yang dikenal sebagai Kekosongan. Dalam Kekosongan tidak ada pikiran takut, sakit, kehilangan, keinginan, atau waktu, atau bahkan ruang……. yang ada hanya kehangatan Kasih Ibu.

Bunda Pratyangira mengajar manusia menghapus rasa takut dan rasa sakit dalam kehidupan. Dia menunjukkan kepada manusia bahwa keadaan ketakutan atau penderitaan disebabkan oleh keterikatan kita dengan aspek tertentu dari kehidupan. Sebuah penolakan untuk melepaskan keterikatan yang menyebabkan rasa sakit. Jika ada rasa sakit atau ketakutan dalam hidup seseorang, berarti ada sesuatu yang perlu dilepaskan. Let Go atau pelepasan ini dilakukan melalui meditasi dan atas Grace, Rahmad-Nya. Begitu ada pelepasan, akan ada Kekosongan. Pengalaman Kekosongan ini seperti perjalanan pulang sang anak, ada kenyamanan, ada Ibunda. Sepanjang Abad, Dia telah dengan sabar dan anggun menunggu untuk mengungkapkan dirinya sendiri, dan siap dia menerima manusia. Ini adalah pilihan untuk memegang tangan-Nya, Dia telah menunggu untuk merangkul manusia. Bunda Pratyangira memberi sepenuhnya, Dia adalah Ocean of Grace, lautan rahmad. Dia juga disebut Atharvana Bhadrakali, atharvan adalah nama resi pada zaman dulu, bhadra bermakna keberuntungan, kali adalah sang dewi waktu dan perubahan. Dia hanya meminta manusia melakukan pengabdian, berkarya tanpa pamrih pribadi, berkarya selaras dengan alam semesta dan sebagai imbalannya Dia memberikan yang terbaik kepada manusia. Dimana ada pengabdian yang tulus, Bunda Pratyangira akan mengungkapkan diri-Nya. Dia sering disebut Bunda Moksha, Ibu pembebasan – Dia membebaskan umat dari Samskara, siklus kehidupan, kematian dan kelahiran kembali……..

Salah satu program e-learning dari One Earth College (http://www.oneearthcollege.com/) adalah Neo Interfaith  Studies (http://interfaith.oneearthcollege.com/) yang mempunyai tujuan agar para peserta program dapat memberikan apresiasi terhadap keyakinan yang berbeda. Kemudian ada program Ancient  Indonesian History And Culture (http://history.oneearthcollege.com/) agar para peserta program dapat mengetahui dan menghargai sejarah awal Kepulauan Nusantara. Dan ada lagi program Neo Transpersonal Psychology (http://stponline.oneearthcollege.com/) yang membahas tentang peningkatan kesadaran dari keadaan personal, ego-based menuju keadaan transpersonal, integensia-based sehingga kita dapat bekerja tanpa pamrih pribadi.

Situs artikel terkait

http://www.oneearthmedia.net/ind/

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

http://blog.oneearthcollege.com/

http://twitter.com/#!/triwidodo3

Maret 2012

Iklan

2 Tanggapan

  1. trima kasih pak tri…
    atas pengetahuan2nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: