Tidak Bertindak Egois, Belajar Dari Kemenyatuan Anggota Tubuh Manusia


Mata bukan bertindak demi kepentingan mata sendiri, tetapi bagi kepentingan keseluruhan tubuh. Kaki bukan berkarya bagi dirinya sendiri, akan tetapi bagi kepentingan keseluruhan tubuh. Mulut makan dan perut mencerna tidak secara egoistis bagi kepentingan mereka sendiri tetapi bagi kepentingan seluruh tubuh. Demikianlah tindakan anggota tubuh adalah bagi kepentingan seluruh anggota tubuh. Karena seluruh anggota tubuh merasa satu dengan dengan keseluruhan. Fisik kita yang sejak awal mula mengalami evolusi selalu merasa demikian. Itulah sebabnya dalam latihan meditasi kita perlu merasakan, perlu peka terhadap perubahan fisik kita. Beda dengan pikiran yang usianya masih “muda”, yang sering merasa dirinya hidup untuk mempertahankan dirinya sendiri, untuk menikmati kebahagiaannya sendiri. Dengan patuh buta pada pikiran, kita sering nekat bekerja walau mata sudah “lima watt” dan merasa mengantuk, walau tubuh sudah loyo dan minta istirahat. Demi kenikmatan rasa pengecap di lidah yang dinikmati oleh pikiran, kita sering berlebihan mengkonsumsi makanan lezat yang kurang baik bagi keseluruhan tubuh. Sang lidah tidak bersalah, dia telah diperintah oleh pikiran yang menikmati rasa kelezatan. Kita menjadi budak pikiran sehingga melupakan kesehatan tubuh.

Kita melihat di masyarakat ada beberapa orang yang sangat egois, hanya memikirkan kepentingan diri dan keluarganya. Banyak pemimpin yang tidak bertindak sebagai pemimpin yang memikirkan keseluruhan tetapi hanya melakukan “aji mumpung”. Banyak oknum yang menebang hutan dengan semena-mena demi kepentingan diri tanpa mempedulikan lingkungan. Ada kelompok yang merasa benar sendiri, memusuhi dan bertindak kekerasan kepada anggota masyarakat lain. Mereka semua  bertindak demi kelompoknya dan tidak memikirkan kepentingan masyarakat umum. Mereka yang egois dan merasa benar sendiri telah hidup bagi diri mereka sendiri, dan lupa hidup itu untuk kepentingan keseluruhan. Kita berpandangan bahwa bila “unit tangan” berpikir untuk kesehatan tangan saja dan membiarkan tubuh yang lain tidak sehat, itu tidak masuk akal, tetapi kala kelompok kita bertindak untuk kepentingan kelompok kita saja dan melupakan kepentingan umum kita merasa itu adalah hal yang normal. Pemikiran tersebut jelas salah! Anggota tubuh selalu memikirkan kepentingan keseluruhan. Pada waktu kita sehat kita akan merasa bahwa kita adalah satu. Saat ada bagian tubuh yang sakit, misalnya gigi sedang sakit, kita baru tahu ada bagian tubuh yang sakit. Keterpisahan baru dirasakan saat kita tidak sehat, saat kita sedang sakit. Sehingga bila kita merasa terpisah dengan anggota masyarakat yang lain itu adalah tanda bahwa kita sedang “sakit”.

Kita ini terkait dengan seluruh masyarakat. Misalnya kita membeli BBM di SPBU, itu ada kaitannya dengan pertambangan, dengan pabrik pengolahan, dengan transportasi, dengan sarana jalan, pabrik mobil dengan manusia-manusia yang terkait pekerjaan tersebut. Dan setiap manusia terkait dengan pendidikan, dengan bahan pokok dan obat-obatan dan bila diteruskan kita akan terkait dengan semuanya. Setiap tindakan kita akan mempengaruhi masyarakat. Kita dan masyarakat adalah satu. Bila kita hanya mencari senangnya sendiri tanpa mempedulikan masyarakat, maka suatu kali kita akan menerima akibat dari tindakan kita.

Mari kita belajar pada sel-sel tubuh kita. Kata pakar kesehatan di dalam setiap 1 kg manusia terdapat sekitar 1 trilyun sel. Setiap sel merupakan unit kehidupan tersendiri, dia hidup – lahir untuk menjalankan tugas, dia makan sari-sari makanan yang disupply lewat aliran darah, dia bernafas mengambil oksigen yang dibawa darah, membuang sisa-sisa makanan dan karbon dioksida, dan akhirnya mati. Selanjutnya, akan ada sel baru yang menggantikannya. Dalam tubuh kita ada puluhan trilyunan kehidupan…….. Setiap sel mempunyai intelegensia. Sel darah putih bisa membedakan antara bakteri musuh yang berbahaya dan sari makanan yang bermanfaat. Informasi rasa manis yang ada pada lidah di bawa ke otak melalui barisan ribuan sel syaraf yang bersedia ber-“estafet” mengantarkan informasi. Sel-sel dalam tubuh memahami tugas sel-sel yang lain, saling membantu, bekerjasama bagi keseluruhan. Deepak Chopra memberikan uraian tentang intelegensia sel:

  1. Pertama, tidak mementingkan diri sendiri. Sel lebih pendek umurnya daripada umur manusia. Ribuan sel kulit mati setiap harinya. Dalam satu tahun hampir 90 % sel yang mati terbaharui. Setiap sel setuju untuk bekerja demi kesejahteraan keseluruhan. Kesejahteraan individual menjadi nomer dua. Kalau perlu ia rela mati demi melindungi tubuh. Demikian juga sel kekebalan tubuh yang memerangi mikroba yang menyerbu. Sikap mementingkan diri bukan pilihan;
  2. Kedua, kemenyatuan. Sebuah sel berhubungan dengan segala sel lainnya. Molekul-molekul utusan berpacu ke mana-mana untuk memberitahu tentang hasrat atau niat. Menarik diri atau menolak berkomunikasi bukanlah pilihan;
  3. Ketiga, kesadaran. Sel-sel beradaptasi dari saat ke saat. Mereka tetap fleksibel agar dapat memberikan respon terhadap situasi-situasi yang ada. Terperangkap pada kebiasaan kaku bukanlah pilihan;
  4. Keempat, penerimaan. Sel-sel saling mengenal satu sama lain sebagai sama pentingnya. Setiap fungsi dalam tubuh saling tergantung satu dengan lainnya. Berfungsi sendirian bukanlah pilihan;
  5. Kelima, keberadaan sel. Sel-sel itu patuh kepada siklus universal berupa istirahat dan aktif. Hal tersebut diekspresikan seperti gerakan hormon, tekanan darah, irama pencernaan yang berfluktuasi. Ekspresi yang paling jelas adalah tidur. Terjadi ketidakberfungsian total apabila kita tidak tidur. Dalam keheningan istirahat, tubuh berinkubasi. Terlalu aktif atau agresif bukanlah pilihan;
  6. Keenam, efisiensi. Sel-sel berfungsi dengan pengeluaran energi yang sekecil mungkin. Umumnya sebuah sel menyimpan hanya tiga detik makanan dan oksigen di dalam dinding selnya. Ia sepenuhnya percaya bahwa dirinya akan dipelihara. Konsumsi makanan, udara atau air yang berlebihan bukanlah pilihan;
  7. Ketujuh, pembentukan ikatan. Karena kesamaan warisan genetika, sel-sel itu tahu bahwa mereka itu pada dasarnya sama. Fakta bahwa sel hati itu beda dengan sel jantung tidak meniadakan kesamaan identitas mereka, yang tidak berubah-ubah. Sel-sel yang sehat tetap terikat dengan sumbernya yang sama. Entah seberapa sering pun mereka terbelah. Menjadi sel buangan bukanlah pilihan;
  8. Kedelapan, memberi. Kegiatan utama sel adalah memberi, yang akan memelihara integritas sel-sel lainnya. Komitmen total terhadap memberi menjadikan menerima itu otomatis. Menumpuk bukan pilihan;
  9. Kesembilan, keabadian. Sel-sel bereproduksi untuk meneruskan pengetahuan, pengalaman dan bakat mereka tanpa menahan apa pun kepada anak-anak mereka. Ini semacam keabadian praktis, tunduk kepada maut di bidang fisik, tetapi mengalahkannya di bidang non fisik. Jurang antara generasi bukan pilihan…….. Bagi tubuh, kualitas hanyalah cara kerja kehidupan. Mereka adalah hasil dari intelegensi kosmos yang mengekspresikan diri selama milyaran tahun sebagai biologi.

Setiap sel memahami bahwa dirinya merupakan unit dari sistem tubuh manusia dan dia bertindak selaras dengan sistem tersebut. Asalnya adalah satu sel telur yang telah dibuahi dan kemudian berkembang menjadi beraneka anggota tubuh. Asalnya satu dan walau kemudian berkembang menjadi beraneka ragam, tetapi tetap berkarya demi kesatuan. Sel yang tidak sesuai dengan keselarasan tubuh dinamakan tumor, aatau kanker yang bertindak semanya sendiri tidak selaras dengan harmoni tubuh. Tumor atau kanker harus dijinakkan atau diangkat agar tidak mengganggu keselarasan hidup secara keseluruhan.

Sudahkah kita belajar dari kehidupan sel tubuh? Sudahkah kita bertindak demi kepentingan keseluruhan? Sudahkah merasa menyatu dengan seluruh kehidupan di bumi, ataukah kita bertindak sesuai kebenaran kita sendiri tanpa memikirkan keselarasan dengan dunia, apakah kita ini merupakan tumor atau kanker bagi kehidupan dunia? Kami mendukung sepenuhnya Visi Anand Ashram: One Earth, One Sky, One Humankind – Kita semua hidup di satu bumi, berada di bawah satu langit dan kita semua adalah sama-sama manusia. Kami mendukung penuh Misi Anand Ashram: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony – Damai di dalam diri, bermasyarakat penuh kasih dan berupaya membuat harmoni di dunia ini.

Bagaimana cara bertindak penuh kasih dalam masyarakat dan mendukung global harmony? Kami ingat buku “Karma Yoga bagi Orang Moderen, Etos Kerja Transpersonal untuk Zaman Baru”, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 2011 yang menggarisbawahi…… Semangat kerelawanan dan altruisme itulah yang saat ini dibutuhkan dunia. Warga dunia membutuhkan orang-orang yang dapat berkarya tanpa motif dan kepentingan pribadi. Kita membutuhkan orang-orang yang dapat melayani masyarakat tanpa memikirkan keuntungan bagi dirinya. Inilah semangat kerelawanan, altruisme, Nishkaama Karma, Karma Yoga, atau apapun sebutannya. Tidak termotivasi untuk berkarya “demi kepentingan dan keuntungan diri saja” itulah semangat kerelawanan dan altruisme……….

Salah satu program e-learning dari One Earth College (http://www.oneearthcollege.com/) adalah Neo Interfaith  Studies (http://interfaith.oneearthcollege.com/) yang mempunyai tujuan agar para peserta program dapat memberikan apresiasi terhadap keyakinan yang berbeda. Kemudian ada program Ancient  Indonesian History And Culture (http://history.oneearthcollege.com/) agar para peserta program dapat mengetahui dan menghargai sejarah awal Kepulauan Nusantara. Dan ada lagi program Neo Transpersonal Psychology (http://stponline.oneearthcollege.com/) yang membahas tentang peningkatan kesadaran dari keadaan personal, ego-based menuju keadaan transpersonal, integensia-based sehingga kita dapat bekerja tanpa pamrih pribadi.

Situs artikel terkait

http://www.oneearthmedia.org/ind/

http://triwidodo.com

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

http://blog.oneearthcollege.com/

 

Juli 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: