Dari Konflik Agama dan Bangsa Menuju Global Harmony


Kedamaian dunia tidak pernah bisa  tercapai karena adanya perbedaan dan tidak terwujudnya tingkat kesejahteraan yang sama bagi semua pihak. Setiap pihak/kelompok hanya memperjuangkan pihak/kelompoknya sendiri tanpa memperhatikan kelompok lainnya, sehingga yang selalu terjadi adalah konflik.Yang bisa dicapai bukanlah hidup damai dengan kondisi yang sama akan tetapi “global harmony”, hidup penuh harmoni dengan berbagai perbedaan. Harmony tersebut dimulai ketika setiap orang/pihak menerima apa yang menjadi bagiannya dan menerima perbedaan terhadap apa yang diterima orang/pihak lain. Roadmap dimulai dengan Inner Peace, damai di dalam diri, kemudian Communal Love, berhubungan dengan orang/pihak lain dengan penuh pengertian dan penuh kasih, dan pada akhirnya baru tercapai Global Harmony.

Acara International Bali Meditators’ Festival dilaksanakan di Ubud Bali setiap tahun dan kali ini adalah acara yang ke-4. Acara yang diselenggarakan Yayasan Anand Ashram bekerjasama dengan berbagai pihak tersebut, kali ini terasa luar biasa karena berbarengan dengan Perayaan International Peace One Day dan Peresmian Monumen Global Harmony di Ubud. Pada Acara Pembukaan IBMF yang diadakan di Puri Agung Ubud pada tanggal 20 September 2012, dr. Wayan Sayoga selaku Ketua Yayasan Anand Ashram menyampaikan bahwa global harmony bukanlah hal yang utopis tetapi bisa dicapai. Caranya mengusahakan terjadinya kedamaian di dalam diri. Setelah terjadi damai di dalam diri, maka seseorang baru bisa berhubungan dengan penuh kasih terhadap keluarga dan masyarakat. Bila sudah tercapai Communal Love (hubungan penuh kasih di masyarakat) maka jalan menuju global harmony sudah terbuka.

Tjokorda Gde Putra AA Sukawati, Penglingsir Puri Agung Ubud menyampaikan bahwa meditasi adalah alat yang ampuh untuk mempersatukan masyarakat. Pada abad 9 sudah ada praktek meditasi di Ubud yang disebut Payogan. Dengan meditasi pada waktu tersebut dihasilkan sebuah organisasi masyarakat yang kompak yaitu Banjar, Desa dan Subak yang masih eksis sampai abad ke 21 ini. Drs. Hari Untoro Drajad MA, Staf Ahli Bidang Multikultural Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa local wisdom dari berbagai budaya lokal sudah mengarah kepada terwujudnya global harmony. Khusus di Bali dikenal Tri Hita Karana yang mengoptimalkan hubungan setiap manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan lingkungan.

Setelah menyampaikan sambutan, Bapak Drs. Hari Untoro Drajad meresmikan pembukaan IBMF 2012 dengan memukul gong disaksikan Penglingsir Ubud, Pangdam IX Udayana dan beberapa pejabat Provinsi Bali serta beberapa tokoh Internasional yang hadir termasuk Mr. Michele Zaccheo, Director of United Nations Information Centre Jakarta.

Selanjutnya pada acara Peresmian Monumen Global Harmony yang dilaksanakan berbarengan dengan Perayaan International Peace One Day diadakan pada tanggal 21 September 2012 di Anand Ashram Ubud dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan internasional.

Hadir antara lain:

  1. Ida Pedanda Gde Ketut Sebali Tianyar Arimbawa, Dharma Adhyaksa of Hindu
  2. Drs. Hari Untoro Drajad MA, Senior Advisor for Multicultural Mininstry of Tourism & Creative Economy.
  3. Michele Zaccheo, United Nations Director Information Center-Jakarta
  4. AA. Ngurah Oka Ratmadi, SH, Chairman of BaliProvince House of Representative.
  5. Amarjeet Singh Takhi, Consult General of India.
  6. Brett Farmer, Consult General of Australia
  7. Dr. Ravindra Kumar, Founder/Secretary General World Movement Trust.
  8. Tjokorda Gde Putra AA Sukawati, Prince of Ubud.
  9. Dr. Kiran Lata Dangwal, University of LucknowIndia.
  10. Dr. Sayoga, Anand Ashram Foundation.
  11. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, MSi, Regent of Gianyar.
  12. Ida Pedanda Gde Putra Telabah, High Priest.
  13. Mayjen Purn, Sang Nyoman Suwisma. Chairman of Hindu Dharma Council.
  14. Dr. Musdah Mulia, Chair Person of Indonesia Conference on Religion.
  15. Mr. Emerald Starr, Humanitad.

Bapak I Ketut Swastika, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bali mewakili Gubernur Bali mengharapkan Monumen Global Harmony ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan dari berbagai keyakinan.

Direncanakan pandangan setiap tokoh yang hadir akan ditampilkan dalam note-note  berikutnya untuk memperluas wacana tentang roadmap menuju global harmony……

Demikian salah satu langkah nyata Bapak Anand Krishna untuk mempersatukan keanekaragaman di Indonesia. Akan tetapi beliau kini mengalami kezaliman peradilan di negara yang disangat dicintainya…..

Silakan membaca artikel Rekaman CCTV Kezaliman Hukum terhadap Anand Krishna http://hukum.kompasiana.com/2012/08/30/rekaman-cctv-kezaliman-hukum-terhadap-anand-krishna/

Bapak Anand Krishna telah diputus bebas oleh Hakim Albertina Ho. Penggantian majelis hakim Hari Sasangka cs dengan Albertina Ho cs adalah keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena Hakim Hari Sasangka ketahuan melakukan selingkuh dengan salah seorang saksi yang memberatkan. Akan tetapi oleh Mahkamah Agung penggantian Majelis Hakim tersebut dipersoalkan. Juga Mahkamah Agung memakai berkas lama dengan mengesampingkan fakta yang diperoleh selama persidangan yang dipimpin Albertina Ho. Juga semua saksi dipanggil oleh Albertina Ho adalah saksi yang berkaitan dengan masalah tuntutan pelecehan seksual. Dan justru sebagian tidak hadir, karena yang hadir ketahuan merekayasa dalam sidang yang dipimpin Hakim Albertina Ho yang tegas dan berintegritas. Jangan sampai putusan yang benar malah diabaikan oleh Oknum Mahkamah Agung.

Komplek Rumah Kebhinnekaan satu per satu sudah terbakar dan api sudah merembet semakin dekat, mungkinkah kita hanya duduk diam dan berpangku tangan? Setelah beberapa kelompok yang dianggap sesat seperti kelompok Lia Eden, kelompok-kelompok kecil lainnya, kemudian Ahmadiyah dan saat ini Syiah, Anda dapat menjadi korban berikutnya. Tidak semua rumah-rumah tersebut sesuai selera dengan kita, akan tetapi rumah-rumah tersebut berdiri di atas Hak Milik NKRI dengan Ijin Mendirikan Bangunan sesuai UUD’45. Di lain pihak nampaknya kekerasan demi kekerasan dibiarkan terjadi tanpa tindak lanjut….

Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasib mereka sendiri. Ubah nasib dan bersuaralah!!!! Sudah saatnya dharma kebenaran mengalahkan adharma kebatilan…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: