Program Kekerasan Dan Manipulasi Otak, Pandangan Kebangsaan Anand Krishna


Serial Pandangan Kebangsaan Anand Krishna no 5

Seorang teman jejaring Face Book dari Pakistan menuliskan pandangannya tentang kondisi kekerasan di Pakistan yang tak ada habis-habisnya….. Seorang anak lelaki kecil diasramakan di madrasah terpencil di perbatasan negara. Dia dijauhkan dari dunia dan dihalangi agar tidak berinteraksi dengan manusia. Dia didoktrin dengan agama versi yang ekstrim dan diyakinkan bahwa dia bukan milik dunia. Dia diajari tentang dunia indah  yang menunggunya di surga.  Dan bahwa dalam rangka mencapai surga dia harus memusnahkan semua hal yang menghalanginya. Termasuk tubuh miliknya…… Pada saat dia remaja, anak ini telah menjadi lebah jantan, pria yang bukan manusia yang siap “menyengat” siapa saja. Para sutradara pemanipulasi “mind” punya banyak remaja segar ala robot yang mudah dikendalikan mereka. Atas pesan SMS para remaja siap meledakkan diri mereka…… Teman tersebut menjelaskan ini adalah eksperimen yang berkembang pesat di Pakistan. Sangat menakutkan. Dan pencucian otak ini setaraf apabila tidak lebih buruk daripada perbaikan keturunan versi Nazi Jerman. Dahulu Nazi berbuat atas nama ilmu pengetahuan. Dan kini di Pakistan, dilakukan atas nama Agama dan Tuhan. Demikian ungkapan seorang teman dari Pakistan…….

 

Seorang bayi memiliki karakter bawaan. Kemudian diprogram oleh  orang tua, oleh pendidikan dan oleh lingkungan. Kebenaran baginya adalah Kebenaran dalam kerangka program yang diberikan. Lain orang tua, lain pendidikan dan lingkungan, pandangan tentang Kebenaran akan berbeda. Kenyataan  itu memungkinkan terjadinya indoktrinasi pandangan seseorang sejak kecil. Seseorang merasa beriman dan merasa bertindak benar dengan melakukan kekerasan. Padahal dia hanya melakukannya atas dasar pikiran bawah sadar yang telah diprogram, yang dilakukan berulang-ulang secara repetitive intensive, secara sistematis ditanamkan kepada bawah sadarnya. Ini yang dilakukan oleh “para otak teroris”. Lewat lembaga-lembaga pendidikan agama yang mereka gelar di mana-mana, sesungguhnya mereka memprogram otak-otak yang masih segar, dan mematikan kemampuannya untuk ber-ijtihad. Kemudian, dengan sangat mudah mereka memasukkan program Jihad versi mereka”. Dan terciptalah sekian banyak pelaku bom bunuh diri yang siap membunuh siapa saja yang menurut programming mereka bertentangan dengan agama, dengan syariat, dengan apa yang mereka anggap “satu-satunya kebenaran.”…….

 

Bapak Anand Krishna pernah menulis di Harian Kompas 15 Agustus 2009……..Dalam sejarah modern, adalah Adolf Hitler (1889-1945) adalah yang pertama kali menggunakan mind manipulation atau manipulasi pikiran sebagai senjata. Ibarat komputer, mind atau ”gugusan pikiran” manusia dapat dimanipulasi, dapat di-hack, bahkan dapat disusupi virus untuk merusak seluruh jaringannya. Dalam otobiografinya (Mein Kampf), Hitler menulis, ”Teknik propaganda secanggih apa pun tak akan berhasil bila terdapat hal yang terpenting tidak diperhatikan, yaitu, membatasi kata-kata dan memperbanyak pengulangan.” Kemungkinan besar, Hitler telah mempelajari penemuan Pavlov, ilmuwan asal Rusia dan peraih hadiah Nobel 1904 untuk psikologi dan ilmu medis. Melalui teorinya tentang conditioned reflex atau involuntary reflex action, sang ilmuwan membuktikan, ”perilaku manusia dapat diatur atau dikondisikan” sesuai ”proses pembelajaran yang diperolehnya”…….. Ketika seekor anjing diberi makanan, ia mengeluarkan air liur. Ini disebut refleks yang lazim atau unconditioned reflex. Ia tak perlu menjalani proses pembelajaran.Namun, pada saat yang sama bila dibunyikan lonceng, terjadilah proses pembelajaran. Anjing itu mulai ”mengaitkan” bunyi lonceng dengan makanan dan air liurnya. Setelah beberapa kali mengalami kejadian serupa, maka saat mendengar bunyi lonceng, air liurnya keluar sendiri meski tidak diberi makanan. Ini disebut conditioned reflex, refleks tak lazim. Keluarnya air liur itu tidak lazim, tidak ada makanan. Namun, ia tetap mengeluarkan air liur. Pembelajaran ini harus diulang beberapa kali agar ”keterkaitan” yang dihendaki tertanam dalam gugusan pikiran atau mind hewan, atau… manusia! Maka, tak salah bila Adolf Hitler menganjurkan “pengulangan”. Dalam ilmu psikologi dan neurologi modern, pengulangan atau repetition juga dikaitkan dengan intensity. Apa yang hendak ditanam harus terus diulangi secara intensif. Demikian bila seekor anjing dapat mengeluarkan air liur yang sesungguhnya tak lazim, manusia pun dapat dikondisikan, dipengaruhi untuk berbuat sesuatu di luar kemauannya……… Pengulangan tidak dapat mengubah kebohongan menjadi kebenaran. Tetapi pengulangan dapat membuat orang percaya pada kebohongan. Hitler membuktikan keabsahan sebuah pepatah lama dari Tibet, Bila diulangi terus-menerus, kebohongan pun akan dipercayai orang……..

 

 

Selanjutnya dalam buku “Tetap Waras di Jaman Edan, Visi Ronggowarsito Bagi Orang Modern”, Anand Krishna, Gramedia Pustaka, 1998 Beliau menyampaikan……… Program yang diberikan dapat menentukan setiap tindakan, setiap ucapan, bahkan setiap pikiran dan setiap perasaan dalam diri anda. Komputerisasi umat manusia sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka yang berkuasa, mereka yang menjadi pemimpin, mereka yang berada pada pucuk pemerintahan telah melakukan programming ini. Tentu saja, programming ini harus menguntungkan mereka, anda hidup dalam ketidaksadaran. Sepertinya dibawah pengaruh hipnotis massa. Tindakan, ucapan, pikiran bahkan perasaan anda pun sesuai dengan programming yang telah diberikan kepada anda. Anda tidak bebas ! Mungkin sudah merdeka, tetapi hanya memproklamasikan kemerdekaan tidak membebaskan diri anda ! Anda telah diperbudak selama ribuan tahun dan saat ini pun anda masih diperbudak. Anda diperbudak oleh berbagai tradisi, peraturan dan konsep yang sudah kadaluwarsa, sudah usang. Mereka yang memprogram anda tidak menginginkan kebebasan anda. Kenapa? Karena begitu anda bebas, anda tidak dapat dikuasai. Untuk menguasai anda, kepatuhan anda sangat dibutuhkan; kepastian anda sangat dibutuhkan. Anda harus statis. Dan dengan menggunakan dalil stabilitas, anda telah dilatih dan dipaksa untuk jalan atau lari ditempat. Itu sebabnya, manusia dapat diramalkan. Manusia yang sudah diperbudak oleh masyarakat, dapat diramalkan. Suatu masyarakat yang terbelenggu oleh berbagai tradisi dan peraturan yang sudah dapat diramalkan……

 

Pesan yang disampaikan Bapak Anand Krishna sangat relevan dengan kondisi bangsa kita dan bahkan dunia. Masalah utama umat manusia masa kini adalah masalah “condittioning”, masalah “mind-programming”, pemrograman pikiran. Pembawa ideologi sosialis maupun liberalis saling berebut untuk mempengaruhi pandangan. Saat ini keduanya sudah mengadakan penyesuaian-penyesuaian demi perbaikan. Bangsa ini membutuhkan perubahan drastis, bukan perubahan sistem semata. Perubahan sistem tidak akan membantu banyak, selama pandangan manusia masih berpola lama. Yang dibutuhkan adalah perubahan dalam cara berpikirnya. “Revolusi Pemikiran” yang dibutuhkannya. Dibutuhkan revolusi untuk mengubah yang sudah terlanjur dogmatis pola pikirnya. Dibutuhkan Revolusi Kasih untuk mengubah pola pikir yang sudah terlanjur diselimuti oleh arogansi dan rasa benci terhadap keyakinan lainnya. Kasih adalah rasa hati, tidak berpikir untung rugi, hanya suka memberi dan selalu berupaya memahami.

 

Bapak Anand Krishna masih optimis  dapat memperbaiki keadaan yang terjadi karena programming sebelumnya. Dalam buku “Bodhidharma, Kata Awal Adalah Kata Akhir”, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2005 beliau menyampaikan…….. Mind ibarat perangkat lunak komputer. Ia tidak bisa berfungsi sendiri. Harus ada perangkat keras agar dia bisa berfungsi. Otak adalah perangkat keras yang dibutuhkannya. Kemudian, selama kita masih memiliki otak, perangkat lunak itu (mind)dapat di-over write dapat dirancang kembali, dapat diubah total, sehingga sama sekali berada dari aslinya. Ini yang disebut proses deconditioning dan re-creating mind. Isi mind bukanlah harga mati. Kita bisa mengubahnya. Mind itu sendiri tidak lebih dari sebuah ilusi. Diatas apa yang ditulis, kita dapat menulis ulang apa saja. Mind itu rewritable!………

 

Situs artikel terkait:

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: