Hipnotis Massal Dalam Kehidupan Sehari-hari


Serial Pandangan Kebangsaan Anand Krishna no 11

Seorang bayi memiliki karakter bawaan dari kedua orangtuanya. Kemudian diprogram oleh  orang tua, oleh pendidikan dan oleh lingkungan. Kebenaran baginya adalah Kebenaran dalam kerangka program yang diberikan. Lain orang tua, lain pendidikan dan lingkungan, pandangan tentang Kebenaran akan berbeda. Kenyataan  itu memungkinkan terjadinya indoktrinasi pandangan seseorang sejak kecil. Seseorang merasa beriman dan merasa bertindak benar dengan melakukan kekerasan. Padahal dia hanya melakukannya atas dasar pikiran bawah sadar yang telah diprogram, yang dilakukan berulang-ulang secara repetitive intensive, secara sistematis ditanamkan kepada pikiran bawah sadarnya. Ini yang dilakukan oleh “para pencetak teroris”. Seorang anak yang sejak kecil sudah diprogram untuk membenci temannya yang berbeda Sara (Suku, Ras dan Agama), akan membawa program tersebut hingga dewasa. Melihat kecenderungan ini, maka bila kita tidak segera melakukan tindakan drastis, di masa mendatang akan  semakin banyak terjadi kekerasan berdasar Sara. Kita bisa melihat hasilnya dari negara-negara yang sudah memprogram kebencian terhadap umat lain sejak kecil.

 

Pakar hypnotherapy  Bapak Adi W Gunawan dalam salah satu talkshow bersama Bapak Anand Krishna menyatakan bahwa sampai usia 2 tahun gelombang pikiran anak berada dalam keadaan “delta” yang sangat reseptif sehingga apa pun yang diakatakan oleh orang tua akan dipercayainya. Kemudian dari usia 2 tahun sampai 6 tahun gelombang pikiran seorang anak berada dalam keadaan “alpha”, sehingga sifat reseptifnya juga sangat besar, sehingga kembali pesan yang disampaikan orang tua dan lingkungan diterima sang anak dan menjadi kebenaran baginya.

 

Sejalan dengan pandangan tersebut Bapak Anand Krishna dalam buku “Neospirituality & Neuroscience Puncak Evolusi Kemanusiaan”, Anand Krishna & Dr. Bambang Setiawan Ahli Bedah/Bedah Saraf (Neurosurgeon), Gramedia Pustaka Utama, 2010 juga menyampaikan tentang fungsi bagian otak Lymbic dan bagian Neo-Cortex…….. Ibarat Super Komputer yang Mahacanggih, ke dua bagian utama otak kita bekerja sesuai dengai fungsinya masing-masing. Bagian Lymbic memuat basic programming, yaitu program dasar untuk menjalankan komputer. Inilah insting insting hewani, atau lebih tepat disebut insting-insting dasar kehidupan. Sedangkan bagiai Neo-Cortex memuat program/aplikasi yang dibutuhkan manusia. Muatan pada bagian ini dapat ditambah, dikurangi, dihapus, diperbaiki, atau di-“manipulasi”. Ketika kita masih kanak-kanak, di bawah usia lima tahun, hal-hal yang diajarkan oleh orang tua atau masyarakat menjadi bagian dari Neo-Cortex. Apa saja yang diamati atau sekadar dilihat oleh seorang anak dalam usia itu akan terekam dengan sendirinya. Kemudian antara usia 5 hingga 12 tahun terjadi muatan-muatan baru lewat sistem pendidikan. Oleh karena itu, hingga usia 12 tahun disebut Golden Years, Usia Emas, karena banyak sekali muatan ditambahkan pada Neo-Cortex yang kelak digunakan hingga akhir hayat. Pengertian “manipulasi” di sini hendaknya tidak dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat negatif atau jelek karena manipulasi bisa juga untuk sesuatu yang baik. Dan sesungguhnya kita semua telah mengalami “manipulasi” serupa ketika masih berusia di bawah 12 tahun…….

 

Kemudian apakah setelah kita dewasa tidak ada program repetitive intensive yang membuat kita terhipnotis masal? Sadarkah kita bahwa iklan dan pemimpin yang ingin pengikutnya sangat patuh dan militant tidak senang berargumentasi? Dalam buku “Neo Spiritual HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri Untuk Bebas Dari Pengaruh Hipnosis Massal”, Anand Krishna, Gramedia, 2012 disampaikan…….. Tidak ada iklan interaktif. Setidaknya, hingga saat ini belum ada. Semua iklan bersifat satu arah. Ini pula yang membedakan seorang pemimpin sekte yang hendak mempengaruhi anggotanya dan seorang spiritualis yang justru berupaya untuk membuka wawasan siapa saja yang berhubungan dengannya dengan cara berdialog dan tanya jawab. Seorang spiritualis membuka diri untuk bertemu dan berdialog dengan siapa saja. Anda boleh berbeda pandangan dan pendapat dengannya. Ada boleh menerima dan boleh juga tidak menerimanya. Ia tidak terpengaruh oleh penerimaan dan penolakan kita…….. Apakah kamu pernah memperhatikan bahwa iklan tidak pernah berargumentasi? Ia tidak berkepentingan dengan argumentasi. Seorang yang ingin mempengaruhimu tidak pernah berargumentasi. Ia akan membombardir dirimu secara halus dengan sugesti-sugesti yang diinginkannya. Karena, ketika orang berargumentasi denganmu, kau pasti akan membela diri. Kau akan menjawab argumentasinya. Jika seorang tidak berargumentasi denganmu tapi secara terus-menerus membombardir dirimu dengan sugesti-sugesti sesuai dengan keinginannya, kau akan mempercayai dia!……… Dalam sejarah modern, adalah Adolf Hitler (1889-1945) yang pertama kali menggunakan mind manipulation atau manipulasi pikiran sebagai senjata. Ibarat komputer, mind atau gugusan pikiran manusia dapat dimanipulasi, dapat di-hack, bahkan dapat disusupi virus untuk merusak seluruh jaringannya……..

 

Pandangan Bapak Anand Krishna tersebut, sangat terasa kebenarannya. Dalam otobiografinya Hitler menulis bahwa jika kebohongan diulangi secara terus-menerus, maka pikiran manusia akan mempercayainya. Kebohongan pun diterimanya sebagai kebenaran. Pengulangan adalah metode hipnosis. Apa yang diulangi secara terus-menerus itu akan terukir pada diri kita. Inilah yang menyebabkan ilusi dalam hidup……… Industri periklanan sepenuhnya berlandaskan pengulangan. Para pemasang iklan mempercayai ilmu tersebut. Produsen rokok mengulangi terus menerus bahwa mereknyalah yang terbaik. Awalnya, barangkali kita tidak percaya. Tetapi setelah diserang terus menerus dengan pengulangan, kita akan luluh juga. Seberapa lama kita dapat bertahan dan tidak mempercayai iklan yang membombardir pikiran Anda? Ingin bukti? Pada saat kita ke Alfa Mart untuk membeli sabun mandi, odol, sabun cuci, pewangi cucian, roti kaleng pun, sebelum mengambil barang dari rak yang diingat oleh kita adalah iklan yang telah kita lihat beberapa kali di televisi.

 

Bukan hanya anak di bawah usia 6 tahun yang pikirannya sering berada dalam keadaan “alpha”, akan tetapi orang dewasa pun sering mengalami keadaan seperti “trans” sehingga mudah dihipnosis. Dalam buku “Neo Spiritual HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri Untuk Bebas Dari Pengaruh Hipnosis Massal”, Anand Krishna, Gramedia, 2012 Bapak Anand Krishna menyampaikan…….. Kenyataannya adalah bahwa setiap hari kita mengalami keadaan-alami (yang menyerupai trans) dalam tahapan yang berbeda. Ini bukanlah khayalan, tapi fakta. Bukankan setiap hari kita menggunakan waktu kita untuk memikirkan berbagai macam rencana dan hasil dari perencanaan itu. Ketika terjadi pemusatan perhatian, pikiran atau kesadaran pada sesuatu, maka kita berada dalam suatu keadaan yang menyerupai trans……… Banyak kegiatan dalam keseharian hidup kita bersifat hipnotik. Ketika kita mengendarai mobil misalnya, seolah tidak sadar/tidak tahu, dan tiba-tiba sudah sampai ditujuan…….. Televisi sangat hipnotik, sebab itu disebut candu….atau, ketika kita sedang menonton film. Sebelum film dimulai, kita masih sepenuhnya sadar akan lingkungan dan teman di sebelah kita. Tetapi, begitu film dimulai apalagi jika film itu bagus dan menarik diperhatikan kita, maka kita seolah terputus dari lingkungan. Seluruh perhatian kita terpusat pada tayangan tersebut. Keadaan-keadaan sebagaimana dijelaskan diatas memang menciptakan keadaan alami yang mirip dengan trans. Tetapi ini bukanlah hypnosis yang sebenarnya. Hypnosis yang sebenarnya adalah ketika seorang hipnotis secara sengaja berusaha untuk mengubah keadaan subjeknya. Ia menarik seorang subjek dari keadaan alami yang menyerupai trans (termasuk kesadaran yang terpusatkan ketika kita sedang menonton televisi, mengendarai mobil, dsb) dan membawanya ke dalam lapisan kesadaran hipnotik, dimana ia dapat mempengaruhi pikiran dan perasaannya dengan memberi sugesti sesuai dengan pilihannya.

 

Kemudian ternyata kala kita berinteraksi dengan orang lain, sering secara tidak sadar kita terhipnotis. Dalam buku “Neo Spiritual HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri Untuk Bebas Dari Pengaruh Hipnosis Massal”, Anand Krishna, Gramedia, 2012 Bapak Anand Krishna menyampaikan…….. Hipnosis memiliki banyak wujud dan nama lain…….. Salah satu pelopor NLP, penulis, dan presenter (Richard Bandler) mengakui secara terbuka bahwa cara terbaik untuk induksi adalah dengan menatap orang yang hendak diinduksi, menyelaraskan napas dengan dia, dan menginduksi diri untuk memasuki trans. Dengan cara meinduksi diri dan memasuki trans itu, orang yang sedang kita tatap pun akan ikut terinduksi dan masuk ke dalam alam trans. Ini adalah salah satu bentuk “hypnosis” yang sering terjadi tanpa kita sadari……… Pergaulan dapat menginduksi kita dengan cara tersebut. Dengan makan, minum, dan bergaul dengan orang baik, kita ikut terinduksi menjadi baik. Jika melakukannya dengan orang yang tidak bermoral, kita juga akan terinduksi dan ikut menjadi orang yang tidak bermoral. Mengapa bisa demikian? Napas kita bisa secara otomatis menjadi selaras dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Apalagi jika orang-orang itu kita anggap sebagai sahabat. Dalam keadaan napas kita selaras, maka kita dapat saling mempengaruhi. Hal yang sama (penyelarasan napas) terjadi ketika kita bernyanyi bersama. Kemudian, muatan pada lirik lagu pun mempengaruhi jiwa kita. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan bersama menginduksi kita untuk bersama-sama memasuki alam rohani. Lagu-lagu disco mengantar kita kealam disco……..

 

Meditasi, latihan olah batin berupaya membebaskan diri seseorang dari perbudakan pikiran, membebaskan diri dari hipnotis masal. Latihan-latihan afirmasi atau menghipnosis diri sendiri agar seseorang bebas dari perbudakan pancaindera dan mengantarnya ke dalam diri untuk mengenal siapa jatidirinya. Meditasi, spiritualitas, metafisika adalah seni pemberdayaan diri. Meditasi membebaskan diri kita dari perbudakan pancaindera. Spiritualitas mengantar kita ke dalam diri, dimana kita mengenal potensi diri. Metafisika mengembangkan diri kita secara holistik. Orang yang sering latihan meditasi tidak mudah terhipnosis oleh dunia.

 

Situs artikel terkait:

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: