Ibu Dalam Kehidupan Manusia


Serial Pandangan Kebangsaan Anand Krishna no 13

buku gospel obama-500x500

Pada waktu manusia masih berupa janin, maka 100% kebutuhannya mutlak dicukupi oleh sang ibu. Orang lain termasuk bapak pun tak akan pernah dapat menggantikan peran membesarkan janin dari satu sel telur yang telah dibuahi sampai menjadi janin yang siap lahir di dunia. Setelah sang bayi lahir, payudara ibu adalah sumber kehidupannya. Kasih sayang seorang perempuanlah yang memelihara kehidupan kita di awal kehidupan. Budaya kita menghormati perempuan, karena tanpa perempuan kita tidak dapat eksis sejak awal kehidupan. Peran ibu tak dapat tergantikan. Kita mempunyai genetik kombinasi dari ayah dan ibu. Bagi kita perkawinan antara ayah dan ibu adalah abadi, seabadi genetika yang ada di dalam diri kita.

 

Ilmu pengetahuan bahkan telah membuka mata kita semua bahwa semangat, energi yang kita miliki kita peroleh dari ibu kita. Seorang sahabat pernah menguraikan dengan detail pengaruh ibu kepada kami…….. saat terjadi fertilisasi, kedua perangkat kromosom dari ayah dan ibu disatukan.  Sel telur ibu yang mendapatkan perangkat kromosom dari sel sperma ayah, kini menjadi sel dengan 2 set kromosom sebagai sel diploid yang disebut sebagai zigot. Dari sebuah sel zigot inilah yang kemudian mulai berkembang menjadi sebuah organisme baru yang utuh melalui proses yang sangat rumit. Pada saat fertilisasi, sel sperma hanya berkontribusi untuk memberikan materi genetiknya pada sel telur, tidak lebih. Setelah terjadi fertilisasi, seluruh bagian sel sperma terdegradasi, sama sekali tidak terlibat dalam proses embriogenesis. Oleh karena itu, seluruh sel yang dimiliki oleh seorang manusia dia warisi sepenuhnya dari Ibu. Tiap sel yang kita miliki, lengkap dengan perangkat organ yang mengatur kehidupan kita, sepenuhnya berasal dari ibunda. dalam ilmu genetika, hal ini disebut sebagai “Maternal Inheritance”. Seorang ayah bisa memberikan warisan genetik seorang yang cerdas, tetapi tanpa energi sang ibu putranya tidak akan berhasil dalam mengarungi kehidupan ini.

 

Kami ingat sewaktu kecil bahwa seorang dalang  wayang kulit saat memerankan Krishna, selalu menyebut Arjuna sebagai putra Kunti. Wahai Arjuna putra Kunti…… Apakah kita pernah memeriksakan DNA kita? Yang pasti adalah ibu kita. Siapa ayah kita? yang mengetahui adalah ibu kita. Dan itu ternyata didukung ilmu pengetahuan tentang “Maternal Inheritance”. Budaya kita sangat menghormati wanita, seorang ibu bagi anak manusia. Banyak sekali istilah memakai kata “Ibu”. Ibu Kota, Ibu Jari, Ibu Pertiwi, Bahasa Ibu, Sel Induk, Pasar Induk yang intinya menghormati Ibu sebagai pusat kehidupan. Bahkan kita mempunyai istilah Bunda Alam Semesta, Bunda Ilahi.

 

Dalam buku “Saptapadi, Tujuh Langkah Menuju Keluarga Bahagia”, Anand Krishna, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2006 Bapak Anand Krishna menyampaikan……. Adalah kromosom X yang bersifat motorik dan diwarisinya dari induknya yang menggerakkan dia seumur hidup hingga ajal tiba. Kromosom pria, Y, mengandung memori namun tidak dapat melakukan sesuatu tanpa pasangannya X. Sementara itu perempuan dapat hidup dengan X saja. Kromosom Pria XY, angkanya 23-22 – Perempuan XX, angkanya 23-23. Para pria masih menganggap kaumnya lebih unggul perlu mendalami perkembangan ilmu mutakhir ini…….. Pria memiliki energi itu, dan ia paham bahwa energi yang menggerakkan itu, kromosom “X”-nya berasal dari induknya, dari ibunya, dari seorang perempuan. Ia sadar bahwa energi yang mengalir di dalam tubuhnya berasal dari perempuan. Perempuan adalah sumber energi……..

 

Dalam buku “The Gospel Of Obama”, Anand Krishna, Koperasi Global Anand Krishna Bekerjasama dengaYayasan Anand Ashram, 2009 Bapak Anand Krishna menyampaikan…….. Perempuan lebih bisa merasa, dia lebih bisa mengerti, dia lebih bisa mengasihi dan itulah yang sekarang dibutuhkan dunia. lnilah yang benar-benar dibutuhkan. Perempuan bisa memenuhi kebutuhan ini. Kromosom perempuan adalah X-X, 23-23 – dia sempurna. Kromosom laki-Iaki adalah X-Y, 23-22, dia kehilangan satu poin. Sudah diketahui bersama bahwa kromosom “X” pada laki-laki diturunkan dari ibunya. X adalah energi Feminin, yang menggerakkan kita. Seorang laki-laki tidak akan tercipta tanpa X, dia tidak bisa hidup hanya dengan kombinasi Y-Y. Sedangkan perempuan bisa hidup tanpa Y, dia bisa  hidup hanya dengan kombinasi X-X. Di balik kesuksesan seorang laki-laki ada perempuan yang berperan. Dan pernyataan ini pun memang benar karena perempuan merupakan personifikasi dari Sumber Kekuatan. Dalam tradisi Veda, ini disebut Shakti. Dan, Shakti bermakna Energi, Sumber Kekuatan. Kekuatan perempuan terletak pada kelembutan dan kehalusan budinya, yang membuatnya penuh kasih dan empati. Kaum perempuan oleh, karena itu bisa menjadi perawat yang hebat. Mereka lebih perhatian. Sebagai ibu, dia merawat. Sebagai saudari, dia mendukung. Sebagai istri atau kekasih, dia memperkuat.  Saya penasaran dengan mereka yang bersikukuh bahwa kaum perempuan harus tunduk pada laki-laki. Sadarkah mereka akan kenyataan ini? Atau, barangkali  justru karena sadar, mereka ingin menundukkan kaum perempuan……. Kaum perempuan harus menyadari kekuatannya. Mereka harus memahami perannya dalam membentuk nasib dunia, masa depan dunia. Mereka bukanlah makhluk tak berdaya yang hidup dari belas kasih bumi laki-laki. Mereka hadir di dunia ini untuk secara setara berbagi beban dan berperan serta dalam berbagai urusan. Dunia ini bukan milik laki-laki semata. Ini adalah milik laki-laki dan perempuan. Milik makhluk-makhluk di darat dan burung di udara……..

 

Kata mutiara “surga berada di bawah telapak kaki ibu”, mempunyai kaitan erat dengan seorang  “ibu”. Akan tetapi ada ibu lain yang berada di bawah telapak kaki ibu kita, yaitu Bunda Bumi. Kita mempertahankan hidup dengan sari-sari makanan dan oksigen yang kita peroleh dari Bunda Bumi. Pakaian kita, rumah kita, kendaraan kita, perlengkapan kerja kita, semuanya disediakan oleh Bunda Bumi. Bumi yang berada dibawah telapak kaki adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk yang hidup di atasnya. Semua makhluk yang hidup di bumi ini dipenuhi kebutuhan hidupnya dari lahir sampai mati oleh Bunda Bumi. Kasih Bunda Bumi terhadap semua makhluk hidup berjalan searah. Dia tidak mengharapkan apa pun dari makhluk yang dihidupinya. Semua makhluk di atas bumi ini dipelihara kehidupannya olehnya. Enam milyar manusia, trilyunan binatang ber sel satu sampai binatang besar, trilyunan tanaman, semuanya dihidupi dengan makan dan nafas oleh Bunda Bumi. Ibunda kandung yang mengandung kita, yang menyebabkan kita ada di dunia pun dipelihara oleh Bunda Bumi. Bunda Bumi adalah pemelihara kehidupan kita semua. Ibu Pertiwi adalah bagian dari Bunda Bumi yang berada dalam pemerintahan Republik Indonesia. Ibu Pertiwi adalah bagian dari Bunda Bumi yang terkait langsung dengan diri kita yang menghidupi kita dan memelihara diri kita, diri putra-putri Indonesia.

 

Ada satu ibu lagi, Dia yang memberikan kehidupan, yang memberikan zat hidup kepada semuanya. Tanpa kehidupan semua segera didaur ulang oleh alam semesta. Alam semesta pun ada karena Dia. Bunda Ilahi adalah yang memberi kehidupan ini. Orang bisa menyebut Bunda Ilahi dengan berbagai nama, seperti yang telah diajarkan kepadanya tentang nama sebutan terhadap-Nya. Akan tetapi sebagai sumber kehidupan, tak ada salahnya menyebut-Nya dengan Bunda karena kasihnya yang tak  terkira kepada kita. Bunda Bumi dan Bunda Kandung kita, dapat diibaratkan debu dari kaki Bunda Ilahi yang mewujud untuk memelihara dan mengasihi diri kita. Bunda Bumi dan Bunda Kandung kita adalah wujud kasih dari Bunda Ilahi terhadap kita. Semua makhluk menjadi hidup karena karunia kehidupan dari Bunda Ilahi. Menghormati Bunda Ilahi dilakukan dengan jalan melayani kehidupan semua makhluk yang sama-sama hidup karena-Nya.

 

Hubungan kita dengan Ibu kandung kita adalah hubungan darah daging. Darah dan daging ibu dan bapak yang melahirkan kita menuntut tanggungjawab terhadap darah dan daging. Hubungan darah daging adalah hubungan awal kita dengan dunia ini, dimana keluarga”ku” menjadi lebih penting dari keluarga”mu”. Karena bagaimanapun jua aku memiliki hubungan darah/daging dengan keluarga”ku”…….. Hubungan kita dengan Bunda Bumi adalah hubungan air. Air adalah esensi kehidupan. Dari airlah kita semua berasal. 70% dari Bumi berupa air. Kita semua berasal dari zat dan materi yang sama. Setiap lapisan daging dan setiap tetes darah berasal dari “materi awal” – air yang satu dan sama. Janganlah memikirkan keuntunganmu pribadi saja, pikirkan kebaikan semua orang. Dan, dalam kebaikan semua itu, kebaikan keluarga-“ku” pun termasuk……… Hubungan kita dengan Bunda Ilahi adalah hubungan ruh. Kita semua berasal dari “ruh” yang sama. Kita semua adalah satu saudara yang hidup di atas Satu Bumi, di bawah naungan Satu Langit dan kita mempunyai Satu Kemanusiaan. One Earth One Sky One Humankind.

 

Situs artikel terkait:

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: