Masih Menjadi Budak Belum Merdeka


Serial Pandangan Kebangsaan Anand Krishna no 15

buku telaga pencerahan

Kisah tentang Nabi Musa memerdekakan para budak sudah menjadi legenda. Tekan search images di  Google “legenda nabi musa” dan ribuan gambar kisah sang nabi terpampang di layar monitor. Kita disuguhi kisah para ahli sihir Firaun yang melecehkan Musa yang ingin memerdekakan para budak. Para ahli sihir lupa “mengaca”, tidak introspeksi diri, bahwa mereka telah berkarya demi harta kekayaan dan kedudukan yang dijanjikan Firaun. Mereka lupa bahwa mereka sejatinya adalah budak Firaun, yang hanya mau “mengabdi” jika dibayar, dijanjikan sesuatu. Sebaliknya Musa berkarya untuk kepentingan umum tanpa mementingkan dirinya. Karena para ahli sihir telah lama menjadi budak Firaun, mereka menganggap hal tersebut sebagi hal yang biasa. Mereka menganggap membantu Firaun adalah tugasnya. Mari Kita bertanya kepada diri sendiri, apakah selain memenuhi kebutuhan pribadi kita berkarya demi kepentingan umum? Ataukah hanya mau “berkarya” jika dibayar? Para Hakim Agung yang mengubah hukuman mati gembong narkoba perlu introspeksi, mereka berkarya demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas ataukah hanya berkarya jika dibayar ekstra oleh siapa saja. Demikian juga bagi seluruh profesi lainnya. Agar jelas posisi kita sebagai pengikut nabi atau pengikut Firaun?

Dalam buku “Telaga Pencerahan Di Tengah Gurun Kehidupan”, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 1999 Bapak Anand Krishna menyampaikan…….. Perbudakan yang berkepanjangan bisa membisukan nurani manusia. Manusia mulai terbiasa dengan keadaan yang menimpanya. la mulai berkompromi dengan keadaan. la menganggap perbudakan itu sebagai kodratnya. Jangan mengira manusia masa kini sudah sepenuhnya bebas dari perbudakan. Manusia masih budak. la diperbudak oleh ideologi-ideologi semu. la diperbudak oleh dogma-dogma yang sudah usang. Ia diperbudak oleh paham-paham dan kepercayaan-kepercayaan yang sudah kadaluwarsa. Tetapi ia tetap juga membisu. Jiwanya sudah mati. la ibarat bangkai yang kebetulan masih bernapas. Manusia masa lalu masih beruntung. la diperbudak oleh seorang raja atau seorang majikan. Relatif mudah membebaskan manusia dari perbudakan semacam itu. Musa berhasil melakukan hal itu. Keadaan manusia masa kini lebih parah, lebih buruk. la diperbudak oleh suatu sistem-suatu sistem yang membuat dia menjadi mesin……… Musa pasti juga heran melihat keadaan para budak. Mereka menderita, tetapi mereka diam. Mereka tidak berani bicara. Mereka tidak berani memberontak. Kenapa demikian? Karena mereka sudah terbiasa hidup dalam perbudakan. Mereka tidak tahu, kebebasan itu apa. Harus ada seorang Musa, harus ada seseorang yang bebas dan memahami arti kebebasan untuk membuat mereka sadar akan perbudakan mereka. Tugas seorang Musa memang sangat berat. la harus membangunkan mereka, membangkitkan mereka, menghidupkan kembali jiwa mereka yang sudah mati. la harus membuat mereka sadar akan arti kebebasan, nilai kemerdekaan………

Kita juga dalam keadaan yang sama, beberapa kezaliman peradilan kita biarkan, kita manut saja dan berbisik-bisik di belakang, “mereka yang punya wewenang keterlaluan”, tetapi hanya sekedar berbisik dan tidak ada tindakan nyata dari kita. Tidak demikian dengan Dr. Martin Luther King Jr yang pada saat itu melihat ketidakadilan terhadap masyarakat kulit hitam. Beliau berkata: “Kita semua harus tunduk patuh pada hukum manakala hukum itu telah mencerminkan kebenaran dan keadilan. Sebaliknya, jika produk hukum dibuat oleh oknum yang menginjak-injak nilai kebenaran dan keadilan, maka secara moral pula, harus berani melakukan perlawanan”…….. hasilnya sekarang Presiden Obama yang berkulit hitam dipilih menjadi presiden yang kedua kalinya. Kita tidak boleh diam melihat ketidakadilan, kita harus bersuara……

Ribuan tahun berlalu sudah, tetapi kondisi ini tidak berubah banyak. Bangsa yang kehilangan rasa percaya dirinya dapat diperbudak dengan sangat mudah. Keadaan negeri kita saat ini kurang lebih sama. Banyak sekali properti yang sudah pindah tangan. Banyak spekulan asing yang mulai menguasai lahan kita. Kita sedang mengalami proses penjajahan. Rakyat kita sedang mengalami proses perbudakan. Dan kita masih tertutup juga. Demikian pandangan Bapak Anand Krishna dalam buku “ISA Hidup dan Ajaran Sang Masiha”, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Kita harus mulai dengan diri sendiri lebih dahulu, harus sadar lebih dahulu, membebaskan diri dari perbudakan diri dulu baru memerdekakan dari penjajahan orang asing. Dalam legenda Judas dan Nabi Isa AS, Judas ingin segera membebaskan masyarakat dari cengkeraman Romawi dan tidak sabar dengan khotbah-khotbah sang guru. Sedangkan Sang Guru mencoba memberdayakan diri masyarakat, membuat masyarakat sadar akan jati diri mereka. Beliau menyadarkan bahwa perbudakan bukanlah takdir mereka. Beliau tengah berupaya membebaskan jiwa-jiwa mereka. menurut Beliau masyarakat pada waktu itu tidak hanya dijajah oleh Romawi, tetapi juga oleh para pendeta dan apa yang disebut sebagai penguasa. Beliau mengingatkan Judas bahwa kemerdekaan Romawi tidak akan berarti apa-apa. Lepas dari mereka, masyarakat akan diperbudak oleh orang mereka sendiri, oleh kelompok elite masyarakat.

Manusia mendambakan kebebasan, tetapi yang dikejarnya justru perbudakan. Keterikatan dan keinginan berlebihan sesungguhnya menjerat manusia, memperbudak dirinya, membelenggu jiwanya. Sungguh tragis bila kita tidak menyadari hal itu. Kita perlu sadar dulu, baru dapat menjalankan kebebasan (kemerdekaan dari perbudakan) dan setelah itu baru “hidup”

…..……. Sadar, bebas dan hidup. Perhatikan urutan ini. Anda harus mulai dari kesadaran. Sadar dulu, baru memproklamasikan kemerdekaan. Kemerdekaan, kebebasan tanpa kesadaran tidak akan tahan lama. Kesadaran adalah bekal awal. Tanpa bekal itu, kebebasan, kemerdekaan yang anda proklamasikan tidak bermakna sama sekali. Sewaktu-waktu, jiwa anda bisa dijajah kembali. Dulu penjajahnya lain, sekarang penjajahnya lain. Budak tetap budak. Sekali lagi, sadarilah kemampuan diri, potensi diri-keilahian dan kemuliaan diri. Setelah menyadarinya, baru memproklamasikan kemerdekaan. Baru membebaskan diri dari segala sesuatu yang mengikat diri anda, yang merantai jiwa anda. Setelah bebas, kemudian anda baru hidup. Anda baru bisa menikmati hidup ini. Anda baru bisa merayakan kehidupan anda!…………  Demikian pandangan Bapak Anand Krishna dalam buku “Bersama Kahlil Gibran Menyelami ABC Kehidupan”, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Kesadaran sangat penting. Selama ini kita menjadi budak dari ambisi dan keinginan-keinginan kita. Kita telah menjadi budak dari nafsu penca indra. Kita terpesona oleh dunia. Padahal dunia adalah bayangan dari Dia Yang Maha Mempesona. Ambisi dan keinginan kita terkait dengan bayang-bayang. Kita mengejar bayangan keluarga, kekuasaan, kekayaan, kedudukan, ketenaran dan sebagainya. Ambisi kita adalah ambisi para budak, para pengemis. Kita tidak mengejar Dia tapi mengejar bayangan-Nya.

Dalam salah satu wejangannya Bapak Anand Krishna menyampaikan…….. para rasul, para nabi hidup di dunia, berjuang di dunia tetapi tidak meminta imbalan dunia semuanya merupakan persembahan pada-Nya. Kita diingatkan supaya meniru para rasul, para nabi, dan tidak mengharapkan “upah” dari manusia. Sesungguhnya inilah yang membedakan kita dari para rasul dan khalifatullah. Kita mengharapkan imbalan dari dunia, dan harapan itu membuat kita menjadi “wargadunia”. Kita menjadi “budak” dunia. Sementara para rasul dan khalifatullah tetap mempertahankan kewarganegaraan mereka. Mereka tetap menjadi warga surga yang sedang berkunjung ke dunia. Mereka mempertahankan status mereka sebagai “tamu”……….

Situs artikel terkait:

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: