Simbolisasi dalam Ritual Slametan


Melihat Kearifan Lokal Berdasar Pandangan Anand Krishna

buku fengshui awreness

Sebagian masyarakat melakukan ritual karena meniru apa yang telah dilakukan banyak orang sebelumnya. Mereka melakukan ritual tanpa memahami spirit atau jiwa di balik ritual-ritual itu. Dan karena tidak memahaminya maka begitu ada yang mengatakan hal tersebut sebagai syirik, mereka pun langsung meninggalkan ritual tersebut. Padahal sebuah ritual bila dipahami dengan benar dapat meningkatkan kesadaran kita. Ritual hanyalah sarana untuk meningkatkan kesadaran.

 

Simbolisasi Pada Kehidupan Manusia

Manusia hidup di tengah hutan lebat simbol. Di mana-mana ada simbol. Dari logo perusahaan hingga merek kendaraan dan nomor penerbangan, semuanya menggunakan simbol. Kadang, simbol juga bisa berupa angka atau warna. Sesungguhnya hidup kita pun bisa “menjadi” simbol. Seorang pemersatu seperti Gajah Mada menjadi simbol persatuan. Para pelaku aksi terorisme menjadi simbol kejahatan. Gandhi menjadi simbol Ahimsa, tanpa kekerasan. Mother Theresa menjadi simbol pengabdian. Muhammad menjadi simbol iman dan keberanian. Buddha menjadi simbol kedamaian. Masih banyak simbol-simbol lain. Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari simbol……. Demikian pandangan Anand Krishna dalam buku “Fengshui Awareness Rahasia Ilmu Kuno bagi  Manusia Modern”, Anand Krishna, One Earth Media, 2005.

Kita akan melihat beberapa simbolisasi pada ritual slametan. Pada waktu acara slametan, sejumlah orang duduk melingkar bersila di atas tikar, berdoa bersama, dan di tengah lingkaran terletak nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya. Setelah doa bersama selesai dilakukan, dilanjutkan dengan makan tumpeng bersama.

 

Makna Spiritual Bentuk Geometris

Saat kita melihat matahari atau bulan yang bulat, gunung yang berbentuk segitiga lancip di atas, bintang yang bersinar, nyala api yang menyala ke atas, kita memahami adanya bentuk geometri di alam semesta. Tanpa kita sadari kita, telah ada interaksi antara bentuk-bentuk geometri dan diri kita. Itulah sebabnya para leluhur kita membuat tempat pemujaan dengan bentuk geometri tertentu untuk membangkitkan rasa terdalam dalam diri manusia. Pada saat ini kita pun sudah terbiasa melihat bentuk geometris kubah masjid, bangunan gereja, vihara ataupun pura.

Lingkaran adalah geometri yang secara tradisional dianggap mewakili Tuhan. Sebelum alam semesta diciptakan tidak ada yang lain kecuali Tuhan, bahkan tidak waktu dan ruang. Keliling lingkaran adalah batas segala yang ada. Lingkaran juga memperlihatkan bentuk simetri dilihat dari arah mana saja. Titik adalah lingkaran juga tetapi sangat kecil. Sumber https://triwidodo.wordpress.com/2012/01/31/makna-spiritual-bentuk-geometris-dari-candi-candi-dan-tempat-tempat-ibadah-di-indonesia/

 

Lingkaran Kehidupan

Bulan yang bulat mengedari bumi membentuk jejak berbentuk lingkaran, demikian pula bumi mengelilingi matahari menuruti rute berbentuk lingkaran. Semua roda kendaraan berbentuk lingkaran. Siklus kehidupanpun dapat digambarkan sebagai lingkaran dimana setelah titik akhir akan kembali ke titik awal. Air di laut menguap membentuk awan yang akhirnya turun menjadi hujan. Air hujan yang berkumpul di bumi lewat sungai-sungai akan mengalir menuju laut, sehingga terjadi siklus hidrologi. Biji mangga berkembang menjadi pohon yang berbunga, berbuah yang mempunyai biji dan bijinya akan menjadi pohon mangga lagi, yang kembali akan berbunga, berbuah, berbiji dan seterusnya. Kupu-kupu bertelur, telurnya menjadi ulat, yang kemudian menjadi kepompong dan bermetamorphose menjadi kupu-kupu yang akhirnya bertelur lagi. Sperma dan ovum bertemu menjadi bayi yang kemudian menjadi manusia dewasa. Manusia dewasa berhubungan dengan pasangannya, dimana sperma akan bertemu ovum dan menghasilkan bayi lagi. Pengalaman mangga, kupu-kupu dan manusia selama hidup akan mempengaruhi generasi berikutnya.  Sebuah siklus kehidupan dan evolusinya.

 

Komunikasi Dalam Formasi Lingkaran

Ada formasi orang dalam pertemuan yang mempengaruhi tingkat komunikasi. Apabila seorang guru berdiri di depan kelas dan murid-murid duduk dalam beberapa baris, maka  yang berada pada baris belakang akan mendapatkan komunikasi yang kurang dibanding dengan yang duduk di baris depan. Pada waktu pertemuan dengan formasi setengah lingkaran atau huruf U, pimpinan rapat memberikan interaksi yang sama dengan semua anggota rapat. Dalam acara slametan semua peserta duduk dalam formasi lingkaran, sehingga muncul perasaan dan perhatian yang setara. Seluruh energi terfokus pada tengah lingkaran.

 

Bentuk Geometris Sebuah Gunung

Bentuk geometris nasi tumpeng  yang menyerupai replika dari sebuah gunung. Gunung mempunyai sifat alamiah yang stabil. Gunung berbentuk kerucut, semakin ke bawah semakin meluas. Semakin ke atas perbedaan semakin kecil dan puncaknya hanya satu titik. Semakin tinggi kesadaran seseorang perbedaan pandangan semakin kecil. Bila seseorang naik ke atas maka lewat jalan apa pun tujuannya satu jua. Ini adalah simbol fokus kepada Yang Maha Kuasa.

Dari bagian atas gunung kelihatan pemandangan yang luas di bawah. Semakin ke atas semakin luas batas cakrawala yang nampak. Semakin tinggi kesadaran seseorang, dia akan melihat secara general, umum dan tidak lagi terfokus pada detail yang rinci. Semakin tinggi kesadaran seseorang, pandangannya menjadi semakin holistik.

 

Pengaruh Doa dan Makan Bersama

Beberapa orang makan bersama belum dinamakan slametan, masih disebut pesta makan. Banyak orang berdoa bersama-sama tanpa makan, juga belum dinamakan slametan tetapi disebut doa bersama. Selanjutnya, kalau hanya ada makanan yang didoakan tanpa dimakan dinamakan sesajen, belum slametan juga. Doa bersama dan dilanjutkan dengan makan bersama  baru disebut slametan.

Dengan makan, minum, dan bergaul dengan orang baik, kita ikut terinduksi menjadi baik. Jika melakukannya dengan orang yang tidak bermoral, kita juga akan terinduksi dan ikut menjadi orang yang tidak bermoral. Mengapa bisa demikian? Napas kita bisa secara otomatis menjadi selaras dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Apalagi jika orang-orang itu kita anggap sebagai sahabat. Dalam keadaan napas kita selaras, maka kita dapat saling mempengaruhi. Hal yang sama (penyelarasan napas) terjadi ketika kita bernyanyi bersama. Kemudian, muatan pada lirik lagu pun mempengaruhi jiwa kita. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan bersama menginduksi kita untuk bersama-sama memasuki alam rohani. Lagu-lagu disco mengantar kita kealam disco…… Demikian pandangan Anand Krishna dalam buku “Neo Spiritual HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri Untuk Bebas Dari Pengaruh Hipnosis Massal”, Anand Krishna, Gramedia 2012.

 

Pengaruh Warna Terhadap Manusia 

Vibrasi doa yang terarah ke nasi tumpeng berbentuk kerucut berwarna putih atau kuning, di kelilingi urap daun berwarna hijau, beralas daun pisang berwarna hijau dan sebagai alas ”tampah” bambu kecoklatan berbentuk lingkaran, dengan telur rebus terpotong kelihatan putih dan kuningnya. Warna-warna tersebut akan memperkuat energi. Warna merah cabai di puncak tumpeng akan meningkatkan energi, selain juga merangsang perut jadi lapar. Dapat kita lihat banyak restauran cepat saji dengan latar belakang berwarna merah. Warna kuning, mengikis ketegangan dan  meningkatkan perasaan senang. Warna hijau, melembutkan hati dan berkaitan dengan jantung dan kasih. Warna Coklat merupakan warna bumi tempat semua makanan tersebut tumbuh. Warna putih adalah makna dari kesucian.

 

Zikir dalam Slametan

Dalam setiap tradisi kita mengenal ritual Zikir, ada yang menyebutnya Japa atau “pengulangan”, ada pula yang menyebutnya Simran atau “mengingat”. Mengucapkan atau mengingat sebuah kata berulang-ulang dalam hati, efeknya hampir sama. Bahkan, sesuatu (kata atau kalimat) yang kita ucapkan dalam hati, tanpa suara, memperoleh kekuatan yang lebih dahsyat, karena tidak ada pemborosan lewat suara. Sebab itu, dalam tradisi zikir, ada yang disebut Qalbi Zikir, zikir dalam hati, mengulangi dalam hati. Dalam tradisi Japa bahkan ada yang disebut Likhit Japa, atau menulis berulang-ulang. Efeknya hampir sama dengan Japa atau Zikir dalam hati. Sebuah kata atau kalimat yang sudah terucap jutaan bahkan milyaran kali, memiliki kekuatan yang luar biasa, dan menjadi sebuah simbol yang sangat ampuh – bila Anda percaya! Ya, karena kepercayaan diri anda bekerja sebagai Radio Penerima Siaran. Kata atau kalimat yang Anda ucapkan adalah Siaran. Tapi, sejernih apapun siaran bila Anda tidak berada pada gelombang yang sama, maka Anda tidak dapat mendengarnya. Kepercayaan anda pada sebuah kata atau kalimat yang Anda gunakan untuk Zikir, Japa atau Simran, menentukan hasil yang Anda peroleh. Demikian pandangan Anand Krishna dalam buku “Fengshui Awareness Rahasia Ilmu Kuno bagi  Manusia Modern”, Anand Krishna, One Earth Media, 2005.

 

Makan sebagai Persembahan

Doktor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Jepang berpendapat bahwa air bila diberikan doa, atau diperdengarkan musik yang indah akan membentuk kristal heksagonal yang indah. Vibrasi doa bersama dari orang-orang yang duduk melingkar dengan Tumpeng di tengahnya akan memberikan vibrasi yang bagus terhadap makanan yang mengandung air.

Apa pun yang kita makan: nasi, sayur atau lauk-pauknya selalu ada kontribusi alam terhadap makanan tersebut. Kita sering melupakan jasa alam, kita sering take it for granted. Nasi berasal dari tanaman. Sayur berasal dari tanaman. Telur pun berasal dari ayam dan ayam membutuhkan makanan. Makanan ayam berasal dari tanaman. Dan tanaman itu tumbuh di bumi, mendapat air dan sinar matahari serta bernapas dengan udara. Bumi, air, sinar matahari, udara bukan kita yang menciptakan. Pada waktu slametan kita diingatkan lagi bahwa kita bisa makan karena ada kontribusi alam. Dan makanan tersebut yang membuat kita mempunyai energi. Kemudian juga pemeliharaan organ-organ tubuh seperti otak, jantung dan lainnya dilakukan lewat makanan. Apa yang kita makan akan mempengaruhi tubuh kita.

Wahai Gusti, Keberadaan atau nama apa pun yang disematkan kepada-Mu, makanan ini dari-Mu, kekuatan mencerna makan ini juga diperoleh dari-Mu, doa ini juga dilakukan tubuh yang juga dari-Mu. Yang menerima manfaat makanan ini adalah tubuh yang juga berasal dari-Mu. Slametan ini merupakan persembahan bagi-Mu.

 

Situs artikel terkait:

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: