Eksekusi Paksa Yang Cacat Hukum di Hari Valentine


free_ak

Dua orang yang mengaku dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dengan memakai kaus dan celana pendek menulis di buku tamu Pasraman Ubud Bali, tanpa menuliskan identitas apa pun kecuali Kejaksaan Negeri. Bersama polisi dua orang tersebut berupaya melakukan eksekusi paksa terhadap Anand Krishna. Terjadi perdebatan sengit karena para pecinta Anand Ashram bersikukuh bahwa Kasasi yang dijadikan dasar eksekusi dianggap cacat hukum.

Anand Krishna telah diputus bebas oleh Hakim Handal Albertina Ho yang terkenal tidak bisa dibayar. Kasasi cacat hukum karena banyak hal:

  1. Dasar eksekusi yang dipakai oleh kejaksaan itu adalah putusan yang batal demi hukum karena tidak terpenuhi Pasal 197 (1) Ayat d, h, e, dan f KUHAP. Apabila jaksa bersikeras untuk menjalankan eksekusi yang di luar hukum, sebagai warga negara berhak menolaknya.
  2. Jaksa Martha Berliana Tobing memasukkan perkara sengketa merk pada tahun 2006 di Pengadilan Tinggi Jawa Barat sebagai dasar pengajuan kasasi yang sama sekali tak ada kaitannya dengan perkara.
  3. 3 Hakim Agung yang menangani adalah pertama Ahmad Yamanie yang terbukti memalsukan putusan hukum dan dipecat dari Hakim Agung. Perkara yang berkaitan dengannya yaitu penetapan hukuman mati bagi gembong narkoba diubah menjadi 15 tahun penjara yang ditengarai ada sesuatu di belakangnya seperti kejadian lain di seluruh Indonesia sukar dibuktikan; Hakim Agung kedua adalah Zaharuddin Utama yang menghukum Rasminah pencuri piring dengan 140 hari dan menghukum Pritasari. Zaharuddin Utama juga diduga terlibat dalam penerimaan suap Rp 1.7 M yang sudah dilaporkan ke KPK. Akan tetapi seperti biasanya sulit juga pembuktiaannya di negeri ini. Hakim agung ketiga adalah Sofyan Sitompul.
  4. Kejanggalan Putusan MA ini juga diamini kalangan akademisi hukum, seperti Prof Dr Nyoman Serikat Putrajaya SH MH (Guru Besar Hukum Pidana Universitas Diponegoro), Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej SH MHum (Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gajah Mada), Dr I Dewa Gede Palguna SH MH (Mantan Hakim Konstitusi 2003-2008) dan Dr. IB Surya Jaya SH MH (Ahli Hukum Pidana Universitas Udayana) dalam Eksaminasi Publik atas Kasus Anand Krishna ini di Jogjakarta (18/10) dan Denpasar (25/10) pada tahun 2012.
  5. Demikian pula pendapat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang berpendapat bahwa proses kasus terhadap kasus ini berindikasi adanya pelanggaran HAM terhadap Anand. Komnas HAM telah menulis surat kepada Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung dan Kepolisian untuk tidak menahan Anand Krishna.

 

Sampai pukul 10 malam Waktu Indonesia Tengah, rombongan yang berupaya mengeksekusi paksa masih di luar pagar, sedangkan para pecinta Anand Ashram berada di dalam pagar melakukan nyanyian bersama untuk melembutkan hati. Para pecinta Anand Ashram adalah para peserta simposium yang belum sempat pulang setelah acara selesai. Akhirnya rombongan eksekusi pulang dan bagaimana hari ini tanggal 15 Februari 2013 dan seterusnya? Who knows?

Teman-teman pecinta Anand Ashram menghimbau para pembaca yang bersimpati atas pemaksaan hukum berdasar keputusan yang cacat hukum untuk berkenan mengganti profil di facebook dan BBM dengan profil free Anand Krishna.

simposium ubud 14 feb

Acara di siang hari tanggal 14 Februari 2013 yang bertepatan dengan hari Valentine adalah: Simposium Perempuan Indonesia 2013. Sebagai upaya dan langkah nyata peran perempuan diadakanlah sebuah simposium dengan tema: Mewujudkan Global Peace And Interfaith Harmony Melalui Kasih Sayang Perempuan. Sebagai Keynote Speaker – Ibu Ayu Pastika (Ketua BKKKS & Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali). Pembicara Dari Bali: Prof Dr dr LK Suryani SpK , Ibu A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, SH,MM,MH, Ibu Dr. Sita Thammal Van Bemmelen (BIWA). Pembicara Nasional: Ibu Pangestu Bernardus (Pemimpin Redaksi Women’s Health Indonesia) ,Ibu Ida Ayu Utami Pidada (mantan anggota DPR/MPR RI) ,Ibu Maya Safira Muchtar (Inisiator IWAG-Peace) , Ibu Nadlroh Sariroh (Aktivis Perempuan) Moderator: Ibu Ni Kadek Surpi Aryadharma dan Ibu Shanty Sastra. Simposium yg dilaksanakan Hari Kamis, 14 Februari 2013,pukul 09.00 – 14.30 WITA .bertempat di Aula Boddhicita hall, Anand Ashram Ubud Bali , Jl.Sri Wedari, KM 3 Br.Tegal Lantang Ubud-Bali.

simposium perempuan ubud

Ternyata begitu para tamu selesai dan pulang dari acara datanglah kedua tamu Kejaksaan Negeri beserta polisi yang akan  melakukan eksekusi paksa terhadap Anand Krishna. Masih banyak perkara yang harus ditangani di Indonesia, mengapa Anand Krishna harus dipaksa masuk penjara? Beberapa pihak yang tidak senang dengan interfaith memang selalu berupaya dengan segala cara untuk menjatuhkan nama baik Anand Krishna. Sudah berapa banyak tulisan-tulisan teman-teman tentang kezaliman peradilan terhadap Anand Krishna. Sudah menjadi rahasia umum pengadilan yang terjadi adalah rekayasa. Hanya karena Ketua Sidang Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertangkap basah dengan seorang saksi yang memberatkan Anand Krishna, maka hakim tersebut diganti Oleh Albertina Ho. Albertina Ho mengulang semua saksi dan akhirnya diputuskanlah Anand Krishna bebas.

Anand Krishna menghormati hukum dengan tidak menyerah pada oknum-oknum yang telah menginjak-injak dan melecehkan hukum. Oleh karena itu Anand Krishna tidak pernah buron dan selalu berada di Pasraman Ubud Bali.

Dalam bahasa hukum internasional apa yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan 3 orang oknum Hakim Agung itu adalah Treason, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Mereka digaji oleh rakyat untuk melindungi hak-hak rakyat, bukan untuk seenaknya menggunakan wewenang untuk mezalimi rakyat, dengan cara memutar balik fakta dan sebagainya.

Semoga masih banyak pembaca yang terketuk hati nuraninya, Indonesia akan semakin parah bila mereka yang paham tidak berani bersuara. Wahai para pembaca bersuaralah. Disusun oleh TW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: