Rekaman Kezaliman Hukum terhadap Anand Krishna via Ustream


free_ak

Ustream

Ustream adalah sebuah website yang menyediakan siaran langsung dari sebuah kegiatan. Ustream memungkinkan pengguna untuk menyiarkan secara langsung dan para pemirsa dapat menonton siaran langsung dari jarak jauh. Beberapa teman ahli komputer mengajari kami cara menggunakan Ustream secara online. Belum sempurna juga, karena sebagai generasi di atas 50-an kami masih gagap dengan teknologi baru. Kami melihat kejadian di Pasraman Ubud tanggal 14 dan 16 Februari 2013 via Ustream.

 

Kelanjutan Tulisan Perlunya CCTV di Sidang Pengadilan

Kami pernah menulis di kompasiana tentang: Rekaman CCTV Kezaliman Hukum terhadap Anand Krishna pada tanggal 30 Agustus 2012. Sumber:

http://hukum.kompasiana.com/2012/08/30/rekaman-cctv-kezaliman-hukum-terhadap-anand-krishna-489020.html

Boleh saja para pembaca membaca lewat media dengan berbagai versi. Akan tetapi kami melihat langsung apa yang terjadi lewat Ustream.

Pada zaman modern ini, peristiwa bisa dilihat secara langsung sehingga semua orang dapat mengetahui apa saja yang terjadi dalam peristiwa tersebut. Kejadian tersebut berikut suaranya  akan terlihat dan pemutarbalikan fakta di media akan nampak nyata.  Peraturan/hukum selalu terlambat menyikapi kemajuan zaman. Pada waktu kami menulis tentang CCTV kami menyatakan bahwa untuk mencari menangnya sendiri seorang petugas hukum bisa berkilah bahwa dasar hukum untuk rekaman CCTV belum ada aturannya. Akan tetapi keadilan sejati tidak bisa ditutup atas dasar peraturan yang terbatas. Rekaman persidangan lewat CCTV adalah catatan sejarah yang telah tercatat dan akan dibaca oleh generasi penerus kita dalam zaman yang lebih modern. Masyarakat pasti mendukung adanya rekaman CCTV di Setiap Sidang Pengadilan. Bisa saja tidak untuk dibuka untuk umum akan tetapi bagi para atasan yang bertanggung jawab sehingga dapat melihat kejadian nyata di sidang pengadilan.

Demikian pula tentang Ustream ini, kami melihat langsung apa yang terjadi seperti otak kami telah mencatatnya. Dan sebagian sudah berada di Youtube dan akan terpampang di sana.

 

Kejadian Tanggal 14 Februari 2013

Tulisan kami tentang “Eksekusi Paksa Yang Cacat Hukum di Hari Valentine” ditulis berdasarkan Ustream yang kami lihat. Silakan baca:

http://hukum.kompasiana.com/2013/02/15/eksekusi-paksa-yang-cacat-hukum-di-hari-valentine-533789.html

Bahkan video Ustream tersebut sudah ada di Youtube dan tetap akan ada di sana entah sampai kapan dan akan dilihat beberapa generasi, setelah kita semua meninggalkan dunia ini.

 

Kejadian Tanggal 16 Februari 2013

 

Ini adalah tulisan kami tentang penggunaan Ustream di tanggal 16 Februari 2013.

Kita melihat penyerangan di Ubud seperti di video:

Penyerangan Ubud 1AB

 

http://www.youtube.com/watch?v=lPRy8iPgpzs&feature=youtu.be

Aksi Premanisme di Kediaman Anand Krishna (16 Februari 2013)


http://www.youtube.com/watch?v=DATXpQL3eNs

 

Setelah kejadian yang mengenaskan terlihat seorang petugas adat Bali menenangkan suasana dan nampak seorang berpakaian dinas jaksa, Prashant putra Anand Krishna dan beberapa orang lagi berkumpul di depan petugas adat tersebut. Para preman yang dapat dilihat di video diam menunggu suasana.

Para Pecinta Anand Ashram wanita duduk memenuhi tangga menuju lantai atas.  Sedangkan sebagian berjaga-jaga dan sebagian menyanyikan bhajan dengan beberapa tamu dari luar negeri. Sesekali terlihat Mr. Sacha Stone dan temannya dari Humaitad. Para preman dan jaksa nampak memakai sepatu, sedangkan para pecinta Anand Ashram tidak beralas kaki menghormati aula yang sakral tersebut.

Bhajan terus dilantunkan paling tidak ada 14 lagu.

Kemudian Bapak Yudhanegara menyampaikan bahwa Bapak Anand Krishna akan ke Polda agar semuanya keluar dari aula.

Setelah aula sepi baru Bapak Anand Krishna turun dari lantai 2 dengan ditemani beberapa orang. Bapak Anand Krishna berbicara bahwa beliau tidak menyerah akan tetapi tidak mau teman-teman berdarah-darah di Pasraman Ubud. Bapak Anand tidak menyerah tetapi protes dan datang ke Polda dengan sukarela. Kami membaca dari beberapa media dengan berbagai versi akan tetapi kami melihat dengan mata kepala sendiri lewat Ustream. Dan, inilah yang kami tulis. Dapat kami tambahkan bahwa pada waktu awal peristiwa sekitar pukul 10 WITA beberapa pecinta anand ashram diperlakukan kasar oleh para preman bahkan perempuan pun dibanting.

Bapak Anand kemudia mengucapkan speech dalam bahasa Inggris dan kemudian berjalan melintasi halaman pasraman ke luar pasraman.

 

Titik Tolak Penegakan Hukum Yang Benar

Pada tanggal 30 Agustus 2012 kami telah menulis: Dedengkot Hukum di Indonesia, Almarhum Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH mengatakan perlunya petugas hukum yang baik. Di tangan petugas hukum yang jelek, peraturan yang baik pun dapat dilanggar. Beliau mengungkapkan…… “Berikan pada saya jaksa dan hakim yang baik, maka dengan peraturan yang buruk sekalipun saya bisa membuat putusan yang baik”. Mengutamakan perilaku manusia daripada peraturan perundang-undangan sebagai titik tolak paradigma penegakan hukum, akan membawa kita untuk memahami hukum sebagai proses dan proyek kemanusiaan.

 

Masih menurut Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH dalam artikel Keterpurukan Penegakan Hukum di Indonesia, beliau menulis……..sejak hukum modern semakin bertumpu pada dimensi bentuk yang menjadikannya formal dan procedural, maka sejak itu pula muncul perbedaan antara keadilan formal atau keadilan menurut hukum disatu pihak dan keadilan sejati atau keadilan substansial di pihak lain. Dengan adanya dua macam dimensi keadilan tersebut, maka kita dapat melihat bahwa dalam praktiknya hukum itu ternyata dapat digunakan untuk menyimpangi keadilan substansial. Penggunaan hukum yang demikian itu tidak berarti melakukan pelanggaran hukum, melainkan semata-mata menunjukkan bahwa hukum itu dapat digunakan untuk tujuan lain selain mencapai keadilan.

 

Selama seseorang masih berkuasa, dia bisa saja mengabaikan rekaman sejarah dan merasa dia lebih kuasa daripada rekaman tersebut. Akan tetapi rekaman sejarah tersebut abadi dan dia akan sabar menunggu muncul sampai kekuasaan dia terlepas. Itulah sebabnya, seorang pejabat selalu ingin berkuasa terus atau paling tidak sanak saudaranya atau kroninya yang menggantikannya, agar rekaman sejarah tersebut tidak berpengaruh kepadanya. Akan tetapi orang yang demikian telah merasa sebagai mahakuasa dan kita melihat banyak contoh akhirnya rekaman tersebut terbuka juga.

 

Masyarakat Sudah Jenuh Melihat Rekayasa

Zaman telah memasuki Zaman Kebenaran. Zaman Kegelapan segera berlalu. Masyarakat sudah jenuh dengan segala rekayasa, termasuk rekayasa pemilihan Kepala Daerah, Wakil Rakyat maupun Kepala Negara. Masyarakat sudah jenuh dengan orang-orang yang hanya bicara berdasar data-data rekayasa. Yang akan menang dalam Perang Kurukshetra kali ini adalah orang-orang yang jujur, merakyat, sederhana dan tidak merekayasa. Boleh saja Para Raksasa berkumpul dalam Koalisi Korawa akan tetapi Kebenaran Pandawa yang didukung pikiran jernih Sri Krishna akan memenangkan pertarungan. Boleh saja Pandawa menderita selama 12 tahun di pembuangan. Dan pada waktu itu para Korawa bersorak-sorai dengan angkuh. 12 tahun adalah waktu yang lama bagi seorang manusia. Akan tetapi waktu yang amat pendek dalam sejarah kehidupan manusia dan nantinya hanya menjadi beberapa halaman catatan. Masyarakat bisa memilih diam dan takut sehingga  koalisi para Korawa merajalela atau berani bergerak dan menyuarakan kebenaran ikuti Pandawa. Seorang yang tidak berpihak dalam peristiwa ketidak adilan sebenarnya telah berpihak pada ketidakadilan. Disusun oleh TW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: