Latihan Rutin Yoga? Very Powerful!


yoga pagi di pantai selatan

Kesalahan Fatal Akibat Pelaksanaan Latihan Yoga yang Salah

Anand Krishna: “Banyak orang yang melakukan yoga dengan sangat dinamis. Tidak ada salahnya juga. Akan tetapi otak perlu mencatat semua postur yoga dan ini membutuhkan gerakan yang lebih lambat.”

Penyiar Kali Ma dari Sonic Zen Radio (Perth): “itulah yang saya katakan bahwa kita perlu menyiapkan ruang antara agar tubuh dapat mencatat perubahan. Banyak pelaku yoga yang melakukan yoga dinamis dan tubuh mereka berakhir dengan cedera.”

Anand Krishna: “Tepat, banyak di antara mereka yang juga cedera mental. Gerakan yoga mengubah sikap mental kita, persepsi kita, mengubah semuanya. Para pelaku yoga yang benar akan menjadi responsif dan tidak reaktif.  Setelah Anda melakukan dengan lambat dan memberi kesempatan  tubuh untuk mencatatnya, Anda akan punya waktu untuk ‘pause sejenak’ dan berpikir apa yang sedang terjadi.”

Demikian terjemahaan bebas dari siaran Bapak Anand Krishna di Radio Spreaker tentang meditasi pada bulan Januari 2013.

 

Latar Belakang Penulis

Usia kami sudah hampir mencapai 59 tahun, akan tetapi kami bersama istri biasa pergi ke luar kota dengan mengendarai kendaraan sendiri. Paling tidak seminggu sekali kami melakukan perjalanan dari Solo ke Jogja dan dari Solo ke Semarang. Sejak usia 50 tahun kami ikut latihan meditasi di Anand Ashram. Sekali dalam seminggu kami latihan bersama Ananda’s Neo Stress Management di Anand Krishna Information Center Jalan Dworowati 33 Solo dan minimal sekali dalam seminggu ikut latihan Ananda’s Neo Kundalini Yoga di Anand Krishna Center Joglosemar Komplek Perumahan Dayu Permai P. 18 Jalan Kaliurang Km 8.5 Jogja. Dalam setahun entah berapa kali kami melakukan perjalanan ke luar kota tersebut disamping perjalanan ke Jakarta, Ciawi dan Ubud Bali. Semuanya berkaitan dengan kegiatan Anand Ashram dan urusan anak bungsu yang masih kuliah di Semarang.

Latihan meditasi memang membuat kami lebih percaya diri, bisa menikmati hidup dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih tenang. Di rumah, kami melakukan tugas rumah sendiri, karena dari sejak kami nikah bisa dikatakan tidak pernah punya pembantu. Disamping melakukan tugas rumah kami latihan meditasi setiap hari dan juga aktif menulis di blog https://triwidodo.wordpress.com/ . Di blog ini tulisan kami sudah mencapai 1.087 artikel dengan pembaca blog rata-rata 150 orang per hari dengan total pembaca sampai saat ini sudah lebih dari 200 ribu pembaca.

Kami juga aktif menulis di kompasiana http://www.kompasiana.com/triwidodo . Di blog ini tulisan kami berjumlah 239 artikel dengan jumlah pembaca bervariasi antara 100- 400 pembaca per artikel dan pernah mencapai 4.279 pembaca untuk 1 artikel.

Untuk komunikasi dengan teman di dunia maya kami aktif menggunakan Facebook http://www.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo dan juga di Twitter https://twitter.com/triwidodo3

Kami cocok dengan pandangan kehidupan Bapak Anand Krishna dan melengkapi perpustakaan keluarga dengan semua buku beliau.  Kami merasakan setelah melakukan latihan meditasi dengan rutin pemahamaan terhadap buku bacaan semakin lebih dalam.

 

Mengalami Bocor Ginjal

Kami sudah ikut latihan meditasi sejak 9 tahun yang lalu, sampai pada suatu saat kami mengantar istri yang sakit telinga ke seorang dokter THT tua. Di usianya yang 76 tahun, dokter mantan TNI dan berjiwa kebangsaan ini masih cerdas. Walau untuk menulis dengan tangan kanan sudah dibantu dengan dorongan tangan kirinya. Sambil ngobrol sang dokter berkomentar bahwa  senang mendengar kami sering latihan meditasi tetapi beliau mengingatkan bahwa tidak takut mati itu baik agar tidak cemas dalam hidup. Akan tetapi bila melihat panjang ikat pinggang yang dipakai, maka mereka yang mempunyai perut buncit jarang yang mencapai usia 65 tahun. Punya tubuh fisik juga harus dijaga. Dari obrolan tersebut kami check laboratorium dan ternyata semuanya sehat, kecuali ginjal sudah mulai bocor. Mungkin sewaktu muda bila kumat asam urat kami minum obat penghilang rasa sakit dan tidak melakukan pengaturan pola makan. Mulai saat bertemu dokter tua tersebut kami mulai menjaga makan, lebih sering vegetarian dengan mengurangi konsumsi telur.

Setelah itu kami paham bahwa tekanan darah harus dijaga tetap normal. Penurunan tekanan darah 5-6 mm Hg dapat mengurangi kemungkinan stroke sampai 40%. Juga pada waktu tekanaan darah normal, kerusakan organ tidak bertambah parah dan kemudian sedikit demi sedikit organ bisa diperbaiki. Kerusakaan organ terjadi dalam waktu lama dan karena kurang peka maka kita merasa sehat-sehat saja. Perbaikan organ juga akan memakan waktu yang tidak sebentar. Dalam beberapa minggu setelah pengobatan sang dokter tingkat kebocoran ginjal kami sudah berkurang banyak.

 

Melakukan Latihan Yoga dengan Rutin

Perubahan total terjadi dalam perjalanan hidup kami. Pada bulan Desember 2012, Bapak Anand Krishna di Anand Ashram Ubud  berbicara yang langsung mengena hati kami. Beliau menekankan bahwa bila seseorang masih saja berniat vegetarian tetapi sering gagal bisa dipastikan karena latihan yoganya tidak rutin. Beliau bahkan langsung terjun memberi latihan yoga sendiri. Yoga lain dengan aerobik. Yoga harus pelan dan sering “pause” sejenak memberi kesempatan tubuh mencatat kegiatan. Dengan yoga kita akan lebih peka. Demikian penjelasan Bapak Anand Krishna mengenai Latihan Ananda’s Kundalini Yoga. Silakan lihat ANANDA’s NEO KUNDALINI YOGA – Anand Ashram Foundation www.anandashram.asia/index.php?id…/kundaliniyoga

 

Bila seorang dokter umum akan memberi resep, maka dia akan bertanya kepada pasien apa yang dirasakaannya. Maka yang pertama kali memahami bagian tubuh mana yang sakit adalah diri kita sendiri. Untuk luka fisik gampang kelihatan, akan tetapi merasakan organ bagian dalam mana yang sakit kita sering keliru. Banyak orang orang yang kurang peka dan menyampaikan hal yang salah sehingga akibatnya diagnose sang dokter juga bisa salah. Bila kita terbiasa melakukan senam dengan sangat intensif, sering kita tidak merasa mantap bila intensitas latihan tidak ditingkatkan. Hal tersebut membuat kita tidak terlalu peka dengan perubahaan halus yang terjadi di dalam tubuh kita. Seperti halnya orang yang makan harus banyak dan bila sedikit belum merasa kenyang. Latihan yoga akan membuat kita lebih peka.

Bila tadinya kami latihan yoga hanya seminggu sekali ikut program Ananda’s Neo Kundalini Yoga di Jogja, maka sepulang dari Ubud kami mulai melakukan latihan yoga setiap pagi bersama keluarga. Tentu saja gerakan yoga orang tua jauh dari sempurna, walaupun kami yakin gerakan sempurna tanpa dilakukan secara rutin manfaatnya kalah dari gerakan yang tidak sempurna tetapi dilakukan secara rutin. Repetitive-intensive perlu dalam latihan yoga. Ternyata setelah hampir 3 bulan melakukan yoga dengan ruitin, kami sekeluarga mulai merasakan perubahan. Tubuh terasa lebih fit dan lebih percaya diri. Hasil laboratorium juga semuanya sudah normal.

 

Hal-Hal Pokok yang Perlu Diketahui tentang Yoga

Dalam yoga ada 3 hal yang perlu diperhatikan: latihan pernafasan (pranayam), pemanasan (vyayam) dan postur (asana) yang perlu dipertahankan dalam waktu tertentu dengan nafas normal tanpa menahan nafas.

Pernafasan membantu merangsang sistem syaraf. Sebenarnya gerakan pernafasan ritmis membantu peningkatan oksigen dan membantu pengeluaran karbon dioksida yang merupakan racun dari dalam tubuh. Nafas yang benar akan memberikan pijatan terhadap seluruh organ tubuh. Bila napas manusia 15 siklus per menit, maka dalam satu hari sudah mengalami 21.600 siklus, sudah terjadi pemijatan paru-paru yang akhirnya mempengaruhi jantung dan oksigen yang ada dalam darah yang mengalir ke semua organ tubuh. Bagi manusia yang melakukan kehidupan sehat dengan sering melakukan kegiatan fisik, maka bernapas normal sudah membuat kita sehat. Akan tetapi karena kehidupan modern kurang mendukung pekerjaan fisik, maka sekedar bernafas belum bisa menjaga kesehatan tubuh. Latihan yoga akan sangat membantu. Gerakan yoga akan membantu pemijatan pada seluruh organ-organ tubuh.

Postur/asana bermanfaat dalam meregangkan otot-otot, syaraf-syaraf bagian tertentu termasuk organ-organ dalam dari tubuh.  Asana memberikan rangsangan terhadap peredaran darah yang membantu pengangkutan nutrisi ke seluruh tubuh dan juga membuang sideproduct ke luar.

 

Yoga Menghasilkan Keseimbangan

Yoga menghasilkan keseimbangan psikologis yang menghubungkan raga, pikiran dan jiwa. Manusia mempunyai otak belahan kiri dan belahan kanan. Belahan kiri terkait dengan logika dan belahan kanan terkait dengan rasa. Dan, yoga selalu mengadakan gerakan yang seimbang antara kiri dan kanan, dan antara depan dan belakang. Gerakan-gerakan yoga akan merangsang gerakan-gerakan pada kedua belahan otak.

Kalau kita hanya menganggap yoga sebagai alat pendukung kesehatan sebenarnya patut disayangkan. Nafas adalah penghubung tubuh fisik dengan tubuh eterik yang lebih halus. Nafas yang tenang selain menenangkan jantung dan kemudian menenangkan gelombang otak juga akan membangkitkan kondisi yang lebih reseptif. Setelah latihan yoga dengan asana Shashankasana/postur bulan, semacam sujud, maka kita akan kembali ke asana Vajrasana, postur halilintar dan kemudian dalam keadaan tenang/meditatif kita melakukan afirmasi. Afirmasi dalam keadaan yang reseptif tersebut akan merasuk ke alam bawah sadar dan mengubah kita dari dalam.

Setelah memberdaya otak, kita juga perlu memberdaya leher. Dalam yoga selalu ada latihan leher. Semua syaraf utama dan jaringan syaraf tulang belakang melewati leher. Demikian juga pembuluh darah utama juga melalui leher. Leher adaalah jembatan yang menghubungkan otak  dengan tubuh.

Mengenai Napas Sisa. Sesudah menarik napas dan membuang napas kita sering tidak sadar akan adanya sisa napas yang mengandung lebih banyak karbondioksida yang merupakan racun bagi tubuh. Sisa napas ini hanya bisa dikeluarkan dengan latihan pranayam dalam yoga.

Ada banyak postur yoga yang membuat otot perut kuat, elastis dan memberikan pijatan terhadap organ perut. Sebagaimana kita ketahui kesehatan dimulai dari perut, sumber pencernaan makanan.

 

Keadaan Meditatif Bukan Hanya Bermanfaat Bagi Kesehatan

Akan tetapi meditasi yoga dan meditasi lainnya tidak hanya meningkatkan kesehatan.  Dalam buku “Cinta yang Mencerahkan Gayatri Sadhana Laku Spiritual bagi Orang Modern”, Anand Krishna, Azka, 2012, Bapak Anand Krishna menyampaikan: “Bhaava atau Inner Feeling. Rasa Terdalam ini tidak membutuhkan otak. Ini adalah aliran kehidupan, yang justru menghidupi otak. Buddha mengaitkan bhaava dengan ‘keadaan meditatif’. Ia menyebutnya bhaavanaa. Sekarang, kita sering mengaitkan meditasi dengan kesehatan jasmani, ketenangan pikiran, keseimbangan emosi, kedamaian jiwa, dan sebagainya. Sah-sah saja, tapi sayang. Ibarat menggunakan computer canggih untuk surat-menyurat saja. Fitur-fitur lain dari computer itu tidak digunakan, bahkan tidak dipelajari. Ada kalanya kita sama sekali tidak tahu-menahu tentang kecanggihan serta kemampuan alat yang kita miliki. Buddha menggunakan inner feeling atau bhaava untuk menelusuri diri, untuk eksplorasi diri, untuk menemukan sesuatu yang tak terjangkau oleh pikiran, maupun alasan semu, yang sangat tergantung pada otak. Dan, ia menemukannya!”

 

Ucapan Terima Kasih kepada Bapak Anand Krishna

Dengan melihat isi dari semua buku karya Bapak Anand Krishna, dan selalu bertemu dengan beliau dalam berbagai kesempatan, maka kami haqqul yakin bahwa beliau sampai ditempatkan di LP Cipinang  adalah akibat rekayasa sekelompok orang. Itulah sebabnya kami menulis banyak artikel tentang kezaliman peradilan terhadap Bapak Anand Krishna. Para pembaca pun menyetujui artikel-artikel kami, akan tetapi semuanya telah menghadapi tembok yang membisu, membuta dan menuli. Tembok yang tanpa perasaan dan tanpa hati nurani. Kami mohon kepada Yang Maha Kuasa agar mereka yang merekayasa pada saatnya akan merasakan hidup di belakang penjara juga. Alam sangat rapi bekerja, hanya masalah waktu, dalam kehidupan kali ini atau harus dialami dalam beberapa kehidupan mendatang. Kami baru saja melihat video Youtube yang menyampaikan mengapa kekerasan selalu terjadi di Timur Tengah. Disebutkan bahwa sebelum menyalib Gusti Yesus pun sudah banyak kelompok masyarakat yang menganiaya bahkan membunuh Nabi/Guru Spiritual. Mereka yang membunuh seorang Guru Spiritual akan hidup beberapa kali untuk dibunuh. Walaupun dalam kehidupan berikutnya ada yang sudah pindah negara, akan tetapi akan datang masanya dia kembali ke tempat tersebut untuk dibunuh. Dan masyarakat yang diam dengan membiarkan seorang Guru Spiritual dianiaya atau dibunuh akan mengalami kecemasan dalam masyarakat, dalam berkali-kali kehidupannya. Hanya orang yang sadar yang selamat, seperti beberapa pujangga Yahudi yang selamat kala pembunuhan dilakukan Hitler, karena mereka telah sadar. Apa pun yang terjadi pada Bapak Anand Krishna, kami tetap menghormatinya. Dengan melakukan nasehatnya seperti melakukan yoga secara rutin, maka segala kebaikan akan tercurah kepada Beliau. Disusun oleh TW.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Salam dan selamat pagi pak triwidodo,poro sepuh&sedulur semua,..

    Saya sangat menyukai artikel yg bapak tulis,namun baru skrg ini sy bisa melayangkan sebuah komentar,..

    Mohon maaf pak triwidodo,.jika komentar saya kurang sesuai dengan tema,..bisakah saya/kami menghubungi bapak secara pribadi(private),.itupun jika bapak berkenan,..
    Terima-kasih,..

    Rahayu,..

    • Silakan brother Nurkahuripan. apabila punya akun di FB silakan add Triwidodo Djokorahardjo dan kita bisa kontak via inbox. Terima kasih __/\__

  2. Terima-kasih pak Triwidodo atas semuanya,..
    Namaste,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: