Sifat Feminin Energi Dalam Diri dan Festival Navaratri


Navratri Durga artikel 1 sumber dussehrawishes 2013

Ilustrasi Celebrate Navrati sumber Dussehrawishes in

Kali Maha Shakti

“Dewi Kali adalah personifikasi dari kekuasaan Ilahi yang menguasai Kala, Sang Waktu. Shiva atau Sang Kala, berada di bawah kakinya. Tidak hanya waktu, ia juga melampaui Ruang. Karena, Waktu dan Ruang tidak dapat dipisahkan. Sebab itu Kali adalah personifikasi Ilahi yang Tertinggi. Ia adalah Maha Shakti, The Supreme Energy. Tidak ada kekuatan yang lebih tinggi darinya. Ia memiliki banyak nama, banyak sebutan. Bahkan, sesungguhnya setiap nama dan setiap sebutan yang ada di jagat raya ini Menunjuk kepadanya.” (Krishna, Anand. (2006). Surat Cinta Bagi Anak Bangsa. One Earth Media)

 

Penghormatan terhadap Penguasa Alam Semesta sebagai Ibu

Bunda Alam Semesta, dalam lingkup yang lebih kecil Bunda Bumi atau Ibu Pertiwi adalah personifikasi alam dalam wujud seorang ibu. Bila sewaktu masih bayi, makan dan minum kita disediakan oleh ibu, maka sampai dewasa pun apa yang kita makan dan minum disediakan oleh Bunda Bumi. Rumah dan kendaraan yang kita gunakan sumbernya berasal dari Bunda Bumi. Bahkan mereka yang bepergian ke bulan membawa oksigen, air, makanan dan menggunakan pesawat luar angkasa yang semua bahannya berasal dari Bunda Bumi.

Pada zaman dahulu, leluhur kita menghormati Bunda Alam semesta yang dikaitkan dengan kesuburan tanah dan karunia pertanian. Pada Candi Jago di Jawa Timur ada arca Bhrkuti Tara. Pada Candi Prambanan di Jawa Tengah ada arca Durga. Pada Candi Kalasan di Yogyakarta ada arca Tara. Sejak dulu masyarakat menghormati Dewi Sri. Masyarakat kita mengenal istilah Ibu Kota, Ibu Jari, Ibu Pertiwi, Sel Induk dan sebagainya. Setelah kejatuhan Majapahit, Dewi Durga yang dipuja Raja Erlangga mulai dijelek-jelekkan dengan kisah-kisah tambahan seperti Calon Arang  pemuja Bathari Durga yang jahat. Selanjutnya, Dewi Durga diungkapkan sebagai Bathari Durga yang jahat seperti dalam kisah Sudamala yang merupakan relief tambahan pada Candi Sukuh. Ratu Selatan pun dijelekkan namanya menjadi Siluman Ratu Kidul tempat orang mencari kekayaan dengan cara tidak halal. Adalah tidak mudah mengembalikan masyarakat untuk menghormati Ilahi dalam wujud feminin. Hanya mereka yang sadar, yang penuh kasih, yang tidak angkuh, yang tidak bias gender yang diberkati sifat feminin dalam diri.

 

Candi Bunda Ilahi

Istilah Candi dari Candika adalah nama Bunda Ilahi sebagaimana dimaksud dalam Kisah Dewi Mahatmyam. Silakan baca:

http://sosbud.kompasiana.com/2013/10/04/perang-batin-tak-kunjung-usai-kisah-shumbha-nishumbha-dalam-devi-mahatmyam-598280.html

http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/27/menaklukkan-rasa-angkuh-dalam-diri-kisah-chanda-munda-dalam-devi-mahatmyam-596249.html

http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/21/menaklukkan-nafsu-agresif-dengan-seribu-wujud-kisah-mahishasura-pada-candi-prambanan–594528.html

http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/16/menaklukkan-kejahatan-dalam-diri-kisah-madhu-dan-kaitabha-dalam-devi-mahatmyam-592958.html

http://sosbud.kompasiana.com/2013/09/10/pengantar-kisah-devi-mahatmyam-dalam-markandeya-purana-591239.html

Sejak zaman dahulu, masyarakat memuja Durga, Lakshmi dan Sarasvati sebagai wujud Bunda Ilahi yang mewakili tiga jenis potensi dalam diri manusia. Shakti adalah energi, bahkan ShIva tanpa I (energi) adalah Shava yang berarti jasad. Tanpa energi bahkan dewa pun tidak bisa bergerak.

“X adalah energi Feminin, yang menggerakkan kita. Seorang laki-laki tidak akan tercipta tanpa X, dia tidak bisa hidup hanya dengan kombinasi Y-Y. Sedangkan perempuan bisa hidup tanpa Y, dia bisa  hidup hanya dengan kombinasi X-X. Di balik kesuksesan seorang laki-laki ada perempuan yang berperan. Dan pernyataan ini pun memang benar karena perempuan merupakan personifikasi dari Sumber Kekuatan. Dalam tradisi Veda, ini disebut Shakti. Dan, Shakti bermakna Energi, Sumber Kekuatan. (Krishna, Anand. (2009). The Gospel Of Obama. Koperasi Global Anand Krishna bekerja sama dengan Yayasan Anand Ashram)

 

Potensi Bunda Ilahi dalam Diri

Ada 3 potensi dalam diri manusia yang dilambangkan dengan 3 shakti. Energi feminin dalam diri dilambangkan dengan: Icchaashakti atau Lakshmi, Gyaanshakti atau Sarasvati dan Kriyashakti atau Durga.

Iccha Shakti atau The Power of Firm Will, Kekuatan Niat, Tekad yang Bulat. Gyaan Shakti atau The Power of Expansive Wisdom, Kekuatan Kebijaksanaan yang Meluas dan Meliputi Segalanya. Kebijaksaan yang memperluas wawasan kita. Sesuatu yang mempersempit wawasan bukanlah kebijaksanaan. Itu adalah pengetahuan belaka. Kriya Shakti atau The Power of Right and Effective Action, Kekuatan Tindakan yang Tepat dan Efektif, Berguna.” (Krishna, Anand. (2009). Total Success Meraih Keberhasilan Sejati. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Ketika manusia melupakan Ilahi dan terobsesi untuk menikmati manfaat alam, ia menjadi seperti Rahvana yang membawa kehancuran bagi diri sendiri. Untuk selalu mengingat keilahian, seseorang perlu memiliki kemurnian hati, diwakili oleh jantung yang merupakan wujud kesejahteraan atau Lakshmi.  Dia juga perlu melengkapi diri dengan kemurnian dalam ucapan, yang merupakan wujud kebijaksanaan atau Sarasvati. Dia perlu menyempurnakan dengan kemurnian dalam tindakan yang diwakili oleh Parvati. Ketiga kemurnian ini dalam vedanta disebut sebagai Tripurasundari.

Sejak dahulu, manusia menggambarkan potensi halus dalam diri mereka dengan gambaran Lakshmi, Sarasvati dan Parvati. Hubungan antara materi dan yang lebih halus perlu dipahami. Obat bagi kehidupan manusia terkandung di dalam diri. Patut disayangkan bahwa manusia melupakan kekuatan dalam diri dan tertarik terhadap bentuk fisik yang berada di luar diri.

 

Kisah Devi Mahatmyam sebagai latar belakang Festival Navaratri

Ketiga aspek Dewi Durga dapat langsung dipetakan kepada tiga atribut makhluk hidup yaitu Satvik, Rajas dan Tamas. Ketiga sifat satvik, rajas dan tamas harus dikendalikan dan dilampaui.

Madhu-Kaitabha merupakan wujud kasar dari karakter rendah (asura) manusia, ego palsu yang membuat orang lupa akan jatidirinya. Mempercayai ego palsu termasuk kemalasan untuk berupaya menemukan jatidiri (Sifat Tamas). Madhu Kaithaba muncul kala Kesadaran Vishnu di dalam diri sedang tidur.

Mahishasura adalah simbol dari obsesi (kama, nafsu) asura dalam diri yang bertindak penuh kemarahan (krodha) bila obsesinya tidak tercapai. Apabila obsesi tersebut tercapai justru membuatnya menjadi semakin serakah (lobha). Mahishasura merupakan kejahatan yang bersifat dinamis (Sifat Rajas).

Shumbha dan Nishumbha adalah asura dengan jenis jauh lebih halus, dia adalah raja, sangat kaya, sangat berbudaya, tetapi sangat angkuh. Dia memiliki dominasi atas semua  kebaikan dan ia memiliki seluruh kekayaan dunia. Segala sesuatu yang diinginkan, semua yang terbaik dimiliki oleh dia yang tak terkalahkan dan dia memerintah sejumlah besar panglima. Salah satu panglimanya adalah kejahatan yang disebut Rakthabija yang disamakan dengan karakter jahat yang disebabkan genetik bawaan manusia. Setelah terjadi transformasi dengan mengubah karakter maka kehancuran terakhir dari Shumbha dan Nishumbha baru mungkin terlaksana. Ego yang halus adalah penghalang terakhir hubungan antara manusia dengan Tuhan. Selama masih ada ego masih terjadi dualitas dalam diri.

 

Navaratri

Arti harafiahnya adalah sembilan malam (prakteknya bisa lebih panjang, bisa lebih pendek). Dalam waktu tersebut manusia melakukan penghormatan terhadap Energi Feminin dalam Diri, yang dilambangkan dengan Durga, Laksmi dan Sarasvati. Sesuai dengan ilmu pengetahuan maka energi adalah kekal, tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, selalu eksis.

Seorang bayi menghormati ibunya yang baginya merupakan segala-galanya, demikian juga manusia menganggap Bunda Ilahi sebagai kekuatan Ilahi yang menghidupinya.

Manusia yakin bahwa kekuatan energi matahari menyebabkan beberapa perubahan pada alam. Awal Musim Semi dan Awal Musim Gugur adalah waktu penting terjadinya perubahan alam. Manusia perlu berterima kasih kepada Energi yang memelihara keseimbangan bumi. Karena perubahan alam, maka tubuh dan pikiran manusia juga mengalami perubahan. Manusia perlu menghormati perubahan alam ini untuk menjaga keseimbangan fisik dan mentalnya.

Puasa Navaratri dilakukan 7-9 hari sebagai penghormatan terhadap energi feminin dalam diri. Kecenderungan manusia adalah terjebak dalam pola tertentu. Pola makan tertentu sebenarnya adalah tanda disiplin dari diri, akan tetapi pola yang membelenggu juga merupakan kelemahan. Saat terlibat dalam makanan kita sering lupa bahwa seharusnya kita makan untuk hidup dan bukan sebaliknya. Tubuh mempunyai kapasitas tertentu, akan tetapi indra kita selalu craving, sangat butuh untuk dipenuhi. Puasa memberi kesempatan pada tubuh untuk keluar dari pola lama yang membelenggu dan memberi arah yang baru.

Menghormati Durga, energi feminin dalam diri dipercayai akan memberikan keberuntungan, kesejahteraan, pengetahuan dan kekuatan ampuh untuk menyeberangi samudera rintangan kehidupan.

 

Situs artikel terkait

http://kisahspiritualtaklekangzaman.wordpress.com/

http://www.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

Oktober 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: