Berbagi Cinta, Peduli Warga Korban Banjir di Kabupaten Pati Bumi Minatani


Reporter Danar Wijayanto

Foto teman-teman Joglosemar

7 duduk hening memperhatikan nafas perut sebelum therapy for free anxiety

Kecamatan Juwana merupakan salah satu dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati (Bumi Minatani) yang paling parah menderita banjir pada bulan Januari 2014.

 

Yayasan Anand Ashram bersama Apotik Srikandi Babarsari Jogja dan Puskesmas Juwana

pada hari Minggu 16 Februari 2014 melakukan kegiatan PPSTK (Pusat Pemulihan Stress dan Trauma Keliling) di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana yang berjarak lebih kurang 15 km sebelah timur kota Pati. PPSTK merupakan wadah pelayanan kesehatan baik fisik maupun mental bagi warga korban bencana alam. Berawal dari pelayanan warga korban gempa Bantul 2006, PPSTK merupakan salah satu bentuk pelayanan masyarakat dari Yayasan Anand Ashram dengan melakukan Pelayanan Medis, Terapi untuk Menghilangkan Kecemasan (TherFA – Therapy for Free Anxiety), Terapi Ceria pada Anak dan Terapi Relaksasi bagi warga korban bencana.

 

Menurut seorang petugas BABINSA, Bintara Pembina Desa, Bapak Solikul Hadi yang ikut memantau banjir di Kecamatan Juwana hanya ada 2 desa yang benar-benar tidak terkena dampak banjir Januari tahun 2014. Banjir bulan Januari 2014 adalah banjir paling parah, jalan di muka Balai Desa terendam banjir sehingga batas jalan dan saluran pembuangan besar di tepi jalan tidak nampak, bahkan ruang PAUD terendam hingga 20 cm. Rumah warga terendam sekitar 1 betis orang dewasa. Banjir terjadi kurang lebih dua minggu, merupakan banjir terlama dan terparah dalam 50 tahun ini.

 

 

Tim PPSTK berangkat dari Jogja Sabtu 15 Februari 2014 pukul 8 pagi dan berjalan dengan kecepatan rendah melewati jalan penuh abu gunung Kelud dengan pandangan mata yang terbatas Jogja-Solo menuju Purwodadi. Setelah pertigaan Waduk Kedungombo, debu sudah menipis akan tetapi ganti kondisi jalan yang termasuk parah sehingga kendaraan tetap berjalan pelan. Sampai daerah Sukolilo sekitar 20 km dari Pati jalan kabupaten sudah lumayan baik akan tetapi kendaraan tetap berjalan pelan sekali karena terhambat rombongan acara haul warga setempat. Sampai Pati disambut hujan deras dan kemudian sekitar pukul 4 sore beberapa teman melakukan survey ke lokasi. Masuk lokasi dipandu Pak Lurah yang naik sepeda motor dan kendaraan melewati jalan kampung sempit yang terendam air sepanjang beberapa ratus meter dengan kedalaman sekitar 30 cm.

 

Acara PPSTK pada hari Minggu 16 Februari dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 12 siang memperoleh sambutan hangat dari warga sekitar.

 

Tercatat ada 119 warga memperoleh pelayanan medis oleh Dr. Djoko selaku Koordinator PPSTK, dibantu 2 orang petugas Puskesmas setempat yang telah mengenal warga dan pemberian obat oleh Sister Rina, anggota tim PPSTK yang tinggal di Pati. Pelayanan yang dilakukan di Balai Desa dipenuhi warga yang duduk menunggu panggilan untuk dicheck tekanan darahnya oleh petugas Puskesmas setempat dan Dokter PPSTK Djoko Pramono yang asli kelahiran Pati.

 

Terapi Relaksasi dengan koordinator Sister Rahma melakukan terapi terhadap 44 warga. Sebelum Terapi CeriaAnak-anak selesai Sister Rahma dan Bu Rosita tak sempat beristirahat karena banyaknya warga perempuan yang antri minta diterapi. Warga berterima kasih usai merasakan manfaat terapi dan beberapa memanggil keluarganya agar ikut mencicipi terapi.

 

11 anak-anak warga didampingi beberapa ibu anak-anak tersebut mengikuti dengan ceria kegiatan yang di bawah koordinator Kak Ganjar. Terapi Ceria bagi anak-anak warga ini melatih anak-anak bernafas dengan benar dengan analogi balon, membuang sampah, mencuci tangan dengan sabun disisipi dengan latihan yoga misalnya dalam bentuk latihan postur pohon.

 

Pada pukul 10 kegiatan Pelayanan Medis, Terapi Relaksasi dihentikan agar seluruh warga yang hadir mengikuti Terapi untuk Menghilangkan Kecemasan yang dipandu Pak Triwidodo dibantu Brother Erwin. Sambil duduk warga memperhatikan latihan yang dilakukan peraga Kak Ganjar dan Mbak Renti. Melihat wajah yang damai dan lega setelah melakukan terapi ini, nyata bahwa terapi ini sangat bermanfaat bagi warga yang rumahnya telah terendam selama 2 minggu.

Bahkan istri pak Solikul Hadi (BABINSA) sempat mencucurkan air mata secara spontan sewaktu mengikuti terapi ini.Tanya jawab usai terapi berjalan seru dan warga berterima kasih dan merasa enteng dan bersemangat untuk menghadapi kehidupan nyata sehari-hari

 

Seperti PPSTK sebelumnya di Kebonharjo Semarang, para pemuka masyarakat mengatakan masih ada warga di Kecamatan yang sama memerlukan kegiatan yang sama.

1 kompasiana

Warga memenuhi Balai Desa Growonglor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati menunggu terapi medis

 

4 kompasiana

Terapi Medis

 

2 kompasiana

Pemberian obat

 

3 kompasiana

Terapi rileksasi

 

5 terapi relaksasi

Terapi Relaksasi

 

6 terapi ceria

Menekankan value kebersihan dan kesehatan dengan belajar mencuci tangan dengan sabun

 

6 postur pohon anak-anak warga korban banjir Juana bersama kak Ayiek

Postur Pohon menjadi favorit anak-anak warga korban banjir.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Penjelasan Manfaat Latihan Therapy For Free Anxiety bagi warga korban bencana

 

8 PPSTK Anand Ashram dari Joglosemar Bro Tunggul diwakili His Son

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: