Semangat Anak Muda Jogja Membangkitkan Kebijaksanaan Klasik Niti Sastra bagi Manusia Indonesia Masa Kini


1 mendengarkan presentasi

Presentasi Peserta

 

Hari Jadi Anand Ashram ke 25

Memasuki Hari Jadi Anand Ashram yang ke-25, pada tanggal 14 Januari 2015, One Earth Integral Education Foundation (OEIEF), salah satu sayap Yayasan Anand Ashram bekerjasama dengan Cafe Buku, Taman Bacaan Bende Mataram dan Koperasi Global Anand Krishna mengadakan acara Parade Resensi Buku Budaya, NITISASTRA.

 

Pentingnya Membaca Buku

Menurut Dr. Suriastini, Direktur OEIEF kegiatan yang dilakukan pada tanggal 10 Januari 2015 di Cafe Buku yang berlokasi di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman acara ini berkaitan dengan upaya membangkitkan semangat generasi muda untuk membaca buku. Paling tidak ada 20 manfaat dari membaca buku, diantaranya: meningkatkan kemampuan otak; meningkatkan kemampuan analisa; meningkatkan konsentrasi; menurunkan stress; menumbuhkan kemampuan menulis; mendukung kemapuan berbicara di muka umum; serta sarana refleksi dan pengembangan diri.

Buku (Krishna, Anand. (2008). Niti Sastra, Kebijakan Klasik bagi Manusia Indonesia Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) dipilih sebagai benih kesadaran yang perlu ditanamkan kembali kepada generasi muda untuk menghargai Warisan Klasik Leluhur yang masih relevan hingga kini.

1 foto bersama peserta dg Direktur OEIF Pak Bram, Pak Tri dan staf OEIEF

Foto Bersama

Membentengi diri agar tidak terjebak dalam budaya materialisme

Dr. Sayoga, Ketua Yayasan Anand Ashram berpesan perlunya kita menggali dan menerapkan kebijaksanaan dari khazanah Musantara sebagai upaya nyatamembentengi diri agar tidak terjebak dalam budaya materialisme. Para pemuda perlu memperhatikan pemberdayaan diri, kesehatan mental, emosional dan jiwa agar tercipta kedamaian hati, cinta kasih terhadap sesama di dalam masyarakat, bangsa dan antar bangsa, sehingga tercipta keselarasan global. Buku Niti Sastra merupakan sumber kebijaksaan klasik yang masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan Manusia Indonesia masa kini.

 

Pandangan Anak Muda Jogja terhadap Niti Sastra

Persepsi setiap orang pasti dipengaruhi oleh pandangan hidup mereka, yang terpengaruh oleh sifat  genetik bawaan, lingkungan keluarga, pendidikan dan pengalaman yang diperolehnya sampai dengan saat ini.

Ke 16 (enam belas) peserta yang terdiri dari para pelajar SMA Jogja, paling tidak sudah mewakili sebagian anak muda yang hidup pada masa kini di Jogja. Kita perlu angkat topi kepada wakil generasi muda Jogja yang dalam waktu singkat telah memahami isi buku Niti Sastra. Sinopsis dan presentasi mereka luar biasa.

Setelah membaca beberapa kali buku Niti Sastra, semua peserta menilai bahwa kebijaksaan klasik yang dibuat di zaman Majapahit ini masih relevan hingga kini. Peristiwa yang terjadi di panggung negara kita tidak jauh berbeda dengan pada saat Niti Sastra ditulis. Ternyata dibalik kemajuan yang nampak nyata, perilaku manusia Indonesia tidak banyak berubah dibanding 5 abad yang lalu.

Semua peserta menghargai upaya Bapak Anand Krishna menulis buku Nitisastra dalam bahasa populer sehingga lebih mudah dicerna oleh mereka. Ada beberapa yang pernah membaca Niti Sastra ke Perpustakaan tetapi sulit mencerna. Mungkin hanya Mbak Savitri, salah satu Juri yang juga pengamat dan pelaku budaya Jogja yang dapat memahami bahasa klasik.

Diakui oleh seorang peserta bahwa sebagian teman-teman sebayanya hanya senang membaca hal yang ringan-ringan. Akan tetapi seandainya saja mereka mau membaca buku Niti Sastra ini, teman-temannya akan berubah menjadi lebih bertanggung jawab terhadap keadaan negara kita.

Menurut para peserta, acara presentasi membuat para peserta lebih mendalami buku Niti Sastra dan bagaimana memilih kalimat-kalimat yang akan diungkapkan sebagai presentasi di muka umum. Presentasi semua peserta menjadi sangat menarik dan membangkitkan semangat, karena mereka semua mengutip pesan para Founding Fathers ataupun Nasehat Luhur dalam buku tersebut. Masalah bagaimana menjadi pemimpin yang baik, diungkapkan oleh sebagian besar peserta dengan penuh semangat.

Kegiatan semacam ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka untuk membaca buku secara benar, membuat catatan dan mengungkapkan atau berbagi/sharing kepada masyarakat umum.

Sepenggal parade resensi buku budaya ini telah memberi sharing nyata terhadap pendidikan generasi muda di negara kita walau dalam lingkup yang masih sangat kecil.

 

Kesan Para Juri

Ada 3 Juri bagi kegiatan parade resensi buku budaya ini yaitu Pak Bram Antareja, Mbak Savitri dan Pak Tri.

Pak Bram Antareja dari Radio Prambors dan Delta FM Jogja adalah dedengkot fotografi di Indonesia tempat para mahasiswa fotografi “ngangsu kawruh” tentang foto. Pandangannya yang holistik dan sangat dalam saat menyikapi kehidupan terungkap dari komentar-komentarnya yang menyentuh. Beliau adalah salah satu seniman yang bertanggung jawab dan selalu berbagi pandangan positif yang membangkitkan semangat bangsa. Di tengah media yang berbagi kecemasan dan negativitas, setiap hari beliau menulis status di twitter hal-hal yang membangkitkan semangat hidup. Foto-fotonya di Instagram dan Face Book selalu di-“likes’ oleh banyak orang. Baginya yang penting moment foto, jepret, merenungkan caption dan foto itu akan mempunyai value.

Mbak Savitri, adalah pengamat dan pelaku  berbagai acara budaya di Jogja. Komunitas seniman dikenalnya dengan baik karena suaminya adalah dosen seni di Solo. Buku-buku Sastra sudah dihayati olehnya, dan dia telah membaca Buku Niti Sastra dalam bahasa Jawa yang kini masih tersimpan di Perpustakaan Pakualaman. Sebagai generasi muda, Mbak Savitri lebih bisa memahami jiwa para anak muda.

Pak Tri, adalah anggota Anand Ashram yang suka menulis di Face Book dan Blog, terutama yang berkaitan dengan kisah-kisah spiritual dan buku-buku Bapak Anand Krishna. Pak Tri sangat mencintai buku-buku Anand Krishna, sehingga ungkapan-ungkapan penting dari buku yang biasanya diberi highlight, di stabilo, ditulis dan dikumpulkannya. Semua buku-buku Bapak Anand Krishna selalu dibacanya berulang-ulang seperti membaca surat seorang kekasih.

Pengamat kehidupan Bram Antareja, Pengamat Budaya Jogja Mbak Savitri, serta Pecinta Buku Anand Krishna Pak Tri kiranya cocok sebagai tim juri Parade Resensi Budaya Niti Sastra ini.

Dalam #InnerJourney di sebutkan bahwa walau mengawali tindakan meniti ke dalam diri dari titik yang berbeda-beda pada akhirnya mereka semua tidak mungkin bila tidak bertemu, karena tujuannya hanya satu.

Oleh karena itu tidak ada yang aneh, bila dalam menilai ketiga aspek: kesesuaian dengan isi buku; tatabahasa; dan presentasi, hasil ke-3 Juri tidak jauh berbeda dan bisa dikatakan mendekati sama.

Oleh karena itu ditetapkan:

Juara 1 adalah Ayyasi Izaz Almas, SMA N 1 Bantul

Juara 2 adalah Novembria Shindi Pawestri, SMA 6 Yogyakarta

Juara 3 adalah Via Alfian Ika Agustina, SMA 11 Yogyakarta

1 para juara dan para Juri

Para Juara berfoto bersama dengan para Juri

Menanam Benih Kesadaran

Mungkin dalam diri setiap peserta sudah ada genetika bawaan dari para nenek-moyang mereka di Zaman Majapahit yang terbawa hingga kini, sehingga Niti Sastra bukan hal yang “asing” bagi mereka.

Bagaimana pun semua peserta Parade Resensi Budaya Niti Sastra sudah membaca buku Niti Sastra dengan cermat. Dan, benih-benih kesadaran yang ditanamkan kembali dalam buku tersebut akan dapat memberdayakan diri mereka. Hanya tinggal menunggu saat yang tepat, agar benih kesadaran ini berkembang menjadi pohon yang kuat dan berbuah.

Semoga semua peserta Parade Resensi Budaya Niti Sastra, dikemudian hari dapat berkembang menjadi manusia-manusia bijak yang diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terima kasih One Earth Integral Education Foundation (OEIEF), terima kasih Anand Ashram.

1 kak Mira

foto 11

1 Mbak Savitri

1 Pak Bram Antareja

1 nbernyanyi bersama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: