“As Love dwells in every heart, so does Sufi” (Shah Abdul Latief dari Sindhi)


Cited from “Sufi solutions to world’s problem”, (Krishna, Anand. (2008). Sufi Solutions to World’s Problem, Anand Krishna Global Cooperation) page 21 in English dilengkapi dengan terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia

buku Sufi-Solutions-500x500

Cover Buku Sufi Solutions

For Sindhi Sufi Shah Abdul Latief Bhittai (1689-1752) Love and Sufi are synonymous. As Love dwells in every heart, so does Sufi. It is the life force in all beings. Listen to him:

“As breath  pervades everywhere, so Sufis live in every heart”

 

Shah Latief was a Muslim, born in a very respectable Muslim family – yet he was all praise for Nangas or the naked Sindhi Yogis and their practices. He had no political motive behind this, for Sindh was predominantly Muslim. Through his fine poetry and songs, he tried to raise the consciousness of the masses by being provocative at times:

 

Infidel nor Muslims be,

Heaven and hell are not for thee,

Sufis one who says,

“O beloved, make me Thine.”

One is the truth, and one is our Beloved,

Why then fight over names?

 

Once a group of people approached him, “Tell us, O Latief, what are you? Shiah or Sunni? These, as we all know are the two mainstreams in Islam.

Latief asked them back: “Is there anything between the two?”

Someone from the group replied, “Nothing, latief. There is nothing between  the two.”

“Yes, yes, yes, ‘that’ I am… that ‘nothing’ I am.”

Either “Nothing” or “Everything”, “Non-Existance” or “Existence” either Nirvana of Buddhas or Moksha of Rishis….

Indeed without a Sufi Approach one can hardly understand the meaning La illaha, literally meaning “No God”, and Ila Allah, meaning “but” or “only God” – The God, No God, Only God; No God, But God; No God, The God.

 

Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia

 

Untuk Sufi dari Sindhi Shah Abdul Latief Bhittai (1689-1752) Cinta dan Sufi adalah sama. Seperti Cinta yang bersemayam di setiap hati, demikian pula Sufi. Ini adalah daya hidup dalam semua makhluk. Dengarkan dia:

“Seperti napas yang tersebar di mana-mana, demikian pula sufi bersemayam di setiap hati”

Shah Latief adalah seorang Muslim, lahir di sebuah keluarga Muslim yang sangat terhormat – namun dia memuji para Nangas atau Yogi telanjang dari Sindhidan kehidupan mereka. Dia tidak punya motif politik di balik ini, karena di Sindh adalah mayoritas Muslim. Melalui puisi dan lagu-lagu, ia mencoba untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan cara provokatif:

 

Bukan Kafir atau Muslim,

Surga dan neraka bukan bagimu,

Sufi mengatakan, O Kekasih, buatlah saya milik-Mu.

Dia adalah kebenaran, Dia adalah Kekasihku,

Mengapa kemudian bertengkar memperebutkan nama?

 

Suatu kali sekelompok orang mendekatinya, “Beritahu kami, O Latief, Anda itu Syiah atau Sunni?”  Seperti kita ketahui ini adalah dua golongan utama dalam Islam.

 

Latief balik menanya mereka: “Apakah ada sesuatu di antara keduanya?”

 

Salah seorang dari kelompok itu menjawab, “Tidak ada, latief. ‘Tidak ada’ di antara keduanya. ”

 

“Ya, ya, ya, ‘itulah’ saya … Yang ‘tidak ada’ itu aku.”

 

Entah “Tidak” atau “Segalanya”, “Non-Keberadaan” atau “Keberadaan” baik Nirvana dari Buddha atau Moksha dari Resi ….

 

Sesungguhnya, tanpa Pendekatan Sufi seseorang tidak dapat memahami arti La illaha, yang secara harfiah berarti “Tidak ada Tuhan”, dan Ila Allah, yang berarti “tetapi” atau “hanya Tuhan” – Allah. Tidak ada Tuhan, Hanya Tuhan; Tidak ada Tuhan, Tapi Tuhan; Tidak ada Tuhan, Tuhan.

Dikutip dari (Krishna, Anand. (2008). Sufi Solutions to World’s Problem, Anand Krishna Global Cooperation) halaman 21

Iklan

2 Tanggapan

  1. Sepertinya buku yg sangat menarik dan patut untuk di miliki..untuk memperkaya pemahaman ttg pluralisme.toleransi serta sepiritualitas.mohon info di mana dpt buku 📚 ini untuk bisa memilikinya.suksma

    • Terima kasih, untuk check apakah buku masih tersedia, silakan kontak inbox FB Brother Ahmad Syukri atau sms/tlp/whatsapp ke 0852 9237 9943 atau pin Bb 74A5F1CC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: