Antara Zaman ‘On-Line’ & Zaman ‘In-Line’

Materi Teknologi Informasi di Balikpapan oleh Dosen Unsud Purwokerto

….It is not the biggest or the strongest who survive, but the one is responsive to change…… demikian akhir penjelasan Materi Dr. Ali Rokhman pada tanggal 23 April 2009 di Hotel Bahtera Balikpapan, yang ketika kuliah di Jepang dipanggil Ari Rokumon-san (bahasa Jepang tidak punya huruf ‘l’ dan tidak ada huruf mati kecuali ‘n’)dan beliau mengatakan telah meng ‘quote’ dari Yuki Uchida. Mungkin Pak Dosen Unsud ini penggemar aktris, model, penyanyi dan idola masyarakat Jepang, Yuki Uchida yang cantik.

Yang Jelas Opa Charles Darwin mengatakan:  “It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change”. Bukan yang terkuat atau yang paling cerdas yang dapat ‘survive’, tetapi dia yang tanggap terhadap perubahan.

Artikel ini berdasarkan materi TI dari ‘Dr. Ari Rokumon-san’…………….

Pesan Bill Gates tentang TI

Bill Gates pada tahun 2007 berpesan: “Kita sedang melintasi suatu batas teknologi yang akan senantiasa merubah cara kita baik tentang: belajar; bekerja; bergaul; berbelanja. Teknologi tersebut akan mempengaruhi dan lebih merasuk pada cara hidup kita yang belum kita kenal  sebelumnya”. Baca lebih lanjut

Iklan

Antara Materi dan Energi dan Ruh

Nyawa yang melayang

Di tahun enam-puluhan, banyak anak-anak remaja di Indonesia suka membaca buku komik Perang Bharatayuda oleh RA Kosasih. Di buku komik tersebut digambarkan ketika seorang prajurit Korawa terkena anak panah oleh Prajurit Pandawa, disebutkan nyawanya telah melayang. Leluhur kita meyakini bahwa setelah meninggal dunia, nyawa tidak musnah, tetapi ‘melayang’. Leluhur kita juga mengatakan bahwa kita hidup di ‘mayapada’. Kehidupan itu maya, ilusi bukan sejati. Masih relevankah pernyataan para leluhur kita tersebut pada masa kini?

 

Pandangan Einstein

Kepada para murid SMA sudah diberikan rumus Einstein: E=MC2 dimana E adalah energi, M adalah massa materi dan C adalah konstanta kecepatan cahaya. Semua materi dalam fungsi kecepatan cahaya tertentu adalah energi. Pada pelajaran biologi disebutkan karbohidrat (materi) ditambah oksigen (materi) dengan sebuah proses di dalam tubuh diubah menjadi energi dan air (materi). Ada hubungan antara materi dan energi yang dikenal sebagai hukum kekekalan energi. Baca lebih lanjut

Masyarakat Kodok Rebus

Sambil menunggu kedatangan ‘Kereta Harina’ jurusan Bandung di Stasiun Tawang Semarang, seorang bapak setengah umur dan berkacamata tebal mengajak bicara seorang anak muda yang nampaknya masih kuliah. Sang Mahasiswa, sesekali melihat netbook di pangkuannya, nampaknya dia sedang ‘browsing’. Percakapan antara generasi tua dengan generasi muda tersebut menarik perhatian orang.

Sang Generasi Tua: Berangkat ke Bandung dik? Saya duduk di sini ya, tadi saya duduk di sana, tetapi ada dua orang duduk di sebelah saya. Mereka sih diam, tetapi keduanya merokok yang asapnya seperti sepur, maka saya lebih baik pindah ke sini.

Sang Mahasiswa: Benar Pak, saya mau ke Bandung. Ngomong-ngomong rasanya sulit mencari ruang publik tanpa pencemaran ya Pak? Saya baru baca ‘download’ artikel bahwa asap kendaraan bermotor dapat mengeluarkan partikel Pb, Timbal yang dapat mencemari ke dalam makanan yang dijajakan di pinggir jalan atau terserap manusia melalui pernapasan. Katanya, Pb dapat merusak jaringan saraf, fungsi ginjal, menurunkan kemampuan belajar dan membuat anak-anak hiperaktif. Tingkat kecerdasan seorang anak yang tubuhnya telah terkontaminasi Pb sampai 10 mikrogram bisa menurun atau menjadi idiot. Pada ibu hamil yang terkontaminasi Pb dapat menyebabkan berkurangnya kesuburan, keguguran atau paling tidak, sel otak jabang bayi menjadi tidak bisa berkembang. Mengerikan ya Pak?

  Baca lebih lanjut

Hiburan bagi Raga dan hiburan bagi Jiwa

Spiritualitas adalah hiburan bagi jiwa. Bila kita masih mencari hiburan lain, maka itu membuktikan kita belum mengetahui kebutuhan jiwa, baru bersentuhan dengan raga (SMS Wisdom, Anand Krishna).

 

Kenyamanan dan kebahagiaan

            Seekor kambing berbahagia selama masih bisa makan rumput dan hidup dalam kandang. Seekor binatang belum bisa membedakan antara kebahagiaan dan kenyamanan. Apabila manusia dapat memenuhi kebutuhan dasarnya yaitu makan, minum, tidur dan seks, maka manusia pun merasa nyaman. Akan tetapi rasa nyaman tidak sama dengan rasa bahagia, banyak orang berharta yang sangat nyaman tetapi belum merasakan kebahagiaan. Manusia memiliki kemampuan untuk membedakan antara kenyamanan dan kebahagiaan.

Baca lebih lanjut

Panduan Guru dalam Menghilangkan Kemelekatan Dunia

Tuhan berada di mana-mana, di dalam dan diluar dirimu. Rasa takutmu hanyalah membuktikan bila kau belum menyadari kehadirannya. Sadarilah.(SMS Wisdom, Anand Krishna)

 

Cara teratai menghilangkan debu kemelekatan pada dirinya

Bunga teratai tumbuh di lingkungan kotor berlumpur, walaupun demikian daunnya selalu bersih. Apabila datang butiran debu pada permukaan daunnya, maka teratai mengalirkan tetesan air hujan pada permukaan daunnya ke arah butiran debu tersebut, menghimpun seluruh debu, dan membawanya mengalir ke bawah hingga jatuh ke permukaan air. Pada akhirnya, daun pun kembali bersih tanpa noda.

Baca lebih lanjut

Keselarasan Ajaran Leluhur Dalam Menghadapi Alam Semesta Dengan Pengetahuan Ilmiah

Antara Manusia dan alam Semesta

Dengan panca inderanya manusia mengetahui bahwa di antara bumi dan langit terdapat tumbuh-tumbuhan dan hewan dengan sifat tertentu. Matahari, bulan, bintang, dan bumi dengan gunung dan samuderanya juga mempunyai sifat tertentu. Di luar manusia, lingkungan alam mempunyai sifat, kodrat tertentu. Manusia mempunyai akal, dan dapat berpikir, berbicara serta bertindak berdasarkan akalnya, itulah yang membedakan manusia dengan lingkungannya. Apabila terjadi suatu aksi terhadap suatu benda di alam, maka benda tersebut selalu bereaksi secara alami. Bagi hewan reaksi terhadap hal yang membahayakan dirinya adalah fight or flight, melawan atau melarikan diri. Manusia mempunyai pikiran, maka dia dapat memilih apa yang akan dilakukannya terhadap aksi terhadapnya.

Baca lebih lanjut

Menafikan Ego dengan Lagu Rohani

Menyanyikan bersama lagu spiritual

            Seorang penyanyi dengan suara merdu menyanyikan lagu spiritual dengan diiringi musik sebagai latar belakangnya. Keberadaan musik sebagai pengantar lirik Sang penyanyi, tidak mengganggu suara Sang penyanyi. Lirik Sang Penyanyi begitu jelas terdengar menyentuh kalbu para pendengarnya. Seluruh yang hadir kemudian menirukan lirik Sang Penyanyi Bait demi bait dengan segenap rasa. Kegiatan menyanyi bersama ini disebut bhajan. Bhajan akan terasa lebih berjiwa ketika sang Guru, Murshid mengikuti kegiatan bhajan tersebut.

Baca lebih lanjut