NYANYIAN ILAHI 4

Anand Krishna

http://www.aumkar.org/ind/?p=20

Percakapan 4:

BERKARYALAH DENGAN PENUH SEMANGAT, NAMUN TETAP SANTAI!

Krishna:

Apa yang kusampaikan kepadamu bukanlah hal baru;

sudah berulang kali kusampaikan di masa lalu.

 

Arjuna:

Apa maksudmu dengan masa lalu? Kapan?

 

 

Krishna:

Dari masa ke masa, di setiap masa.

Sesungguhnya kita semua telah berulang kali lahir dan mati,

aku mengingat setiap kelahiran dan kematian.

Kau tidak, itu saja bedanya.

 

Setiap kali keseimbangan alam terkacaukan,

dan ketakseimbangan mengancam keselarasan alam,

maka “Aku” menjelma dari masa ke masa,

untuk mengembalikan keseimbangan alam.

 

“Aku” ini bersemayam pula di dalam dirimu,

bahkan di dalam diri setiap makhluk hidup,

segala sesuatu yang bergerak maupun tak bergerak.

Menemukan “Sang Aku” ini merupakan pencapaian tertinggi. Baca lebih lanjut

Iklan

NYANYIAN ILAHI 3

Anand Krishna

http://www.aumkar.org/ind/?p=19

Percakapan 3:

BERKARYALAH TANPA PAMRIH!

Arjuna:

Bila Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri

merupakan tujuan hidup,

maka untuk apa melibatkan diri dengan dunia?

Aku sungguh tambah bingung.

 

Krishna:

Pengendalian Diri dan Penemuan Jati Diri

memang merupakan tujuan tertinggi.

Namun, kau harus berkarya untuk mencapainya.

Dan, berkarya sesuai dengan kodratmu.

 

Bila kau seorang Pemikir,

kau dapat menggapai Kesempurnaan Diri

dengan cara mengasah

kesadaranmu saja.

 

Bila kau seorang Pekerja,

kau harus menggapainya lewat Karya Nyata,

dengan menunaikan kewajibanmu,

serta melaksanakan tugasmu. Baca lebih lanjut

NYANYIAN ILAHI 1 dan 2

Anand Krishna

http://www.aumkar.org/ind/?p=18

Percakapan 1:

KEGELISAHANMU MEMBUKTIKAN KAU MASIH HIDUP

 

Arjuna:

Mereka memang serakah, tidak sadar,

pikiran mereka pun kacau;

namun kita sadar,

 

kita masih dapat berpikir secara jernih.

Kenapa harus saling membunuh

demi memperebutkan kekuasaan?

 

Percakapan 2:

LAMPAUI KEGELISAHAN DENGAN MENEMUKAN JATIDIRI!

Krishna:

Kau tidak berperang untuk memperebutkan kekuasaan;

kau berperang demi keadilan, untuk menegakkan Kebajikan.

Janganlah kau melemah di saat yang menentukan ini.

Bangkitlah demi bangsa, negeri, dan Ibu Pertiwi.

 

 

Arjuna:

Dan, untuk itu aku harus memerangi keluarga sendiri?

Krishna, aku bingung, tunjukkan jalan kepadaku.

 

Krishna:

Kau berbicara seperti seorang bijak,

namun menangisi sesuatu yang tak patut kau tangisi.

Seorang bijak sadar bahwa kelahiran dan kematian,

dua-duanya tak langgeng.

 

Jiwa yang bersemayam dalam diri setiap insan,

sungguhnya tak pernah lahir dan tak pernah mati.

Badan yang mengalami kelahiran dan kematian

ibarat baju yang dapat kau tanggalkan sewaktu-waktu

dan menggantinya dengan yang baru.

Perubahan adalah Hukum Alam – tak patut kau tangisi.

 

Suka dan duka hanyalah perasaan sesaat,

disebabkan oleh panca-inderamu sendiri

ketika berhubungan dengan hal-hal di luar diri.

Lampauilah perasaan yang tak langgeng itu. Baca lebih lanjut

Bhagavad Gita Bab 18 Teks 64-78

 

Text 64

As you are dear to me listen to what I have to speak, I give you then most confidential knowledge, and I shall only say what is best for you.

Teks 64

Sekali lagi, dengarkan aku dengan baik. Karena kukasihi kamu, akan kuulangi lagi.

 

Text 65

Fix your mind on me. Be my devotee! Sacrifice for me. Offer obeisance unto me. In this way you surely come to me. I promise you this because you are my dear friend.

Teks 65

Berpalinglah pada “Aku”. Pusatkan pikiranmu pada “Aku” dan kau akan menyatu dengan”Aku”. Ini merupakan janjiku padamu, Arjuna, karena aku begitu mengasihi kamu.

 

Text 66

Forgoing all religious injuctions, take exclusive refuge in me. I shall deliver you from all sinful reactions. Do not fear.

Teks 66

Tinggalkan keraguanmu dan belindunglah pada “Aku”. Kau akan terbebaskan dari segala macam dosa, jangan gelisah!

 

Text 67

This should never be explained to one who is devoid of austerity, is not a devotee, does not wish to hear it or is envious me.

Teks 67

Ajaran-ajaran yang telah kusampaikan padamu ini hendaknya jangan diberikan kepada mereka yang belum siap menerimanya, atau kepada mereka yang tidak sungguh-sungguh dalam pencarian mereka akan pencerahan.

 

Text 68

One who explains this supreme secret to my devotees engages in the highest devotion to me. He will undoubtedly come to me.

Teks 68

Namun apabila kau berikan ajaran ini kepada mereka yang siap, kau akan bersatu dengan “Sang Aku”.

 

Text 69

No one in this world is more dear to me than he is, nor will there ever be anyone on earth more dear to me.

Teks 69

Tidak ada makhluk yang lebih tinggi pengabdiannya dibandingkan dengan ia yang memberikan ajaran ini kepada mereka yang sudah siap menerimanya.

 

Text 70

It is conviction tht whoever studies this sacred dialogue of ours worships me by the sacrifice of intellect.

Teks 70

Ia yang mempelajari dialog kita ini akan memperoleh manfaat yang tak terhingga.

 

Text 71

Even one who merely listen to this conversation with faith, free from envy, will become free and attain the auspicious worlds of the virtous.

Teks 71

Ia yang mendengar dialog ini dengan penuh keyakinan akan segera terbebaskan dari kegelisahan.

 

Text 72

O Prtha, have you listened to this with undivided attention? O Dhananjaya, have your ignorance and delusions been removed?

Teks 72

Apakah selama ini kau mendengarkan aku dengan penuh perhatian? Apakah keraguanmu telah lenyap, Arjuna?

 

Text 73

Arjuna said: O Acyuta, my delusion is destroyed and my memory restored by your grace I now stand free from doubt and shall do as you command.

Teks 73

Arjuna menjawab: Keraguanku telah lenyap. Aku telah ingat kembali akan tugasku. Sekarang aku teguh dan tidak bimbang lagi. Akan kulakukan apa yang kukatakan.

 

Text 74

Sanjaya said: Thus I have heard conversation between the son of Vasudeva and that great soul, Partha. Wondrous, it causes one’s hair to stand on end.

Teks 74

Sanjaya menjelaskan: Demikian telah kudenagr dialog antara Krishna dan Arjuna ini, sampai bulu romaku merinding.

 

Text 75

By grace of Vyasa I have directly heard about this highest and most confidential yoga, which Krsna, the master of yoga, has himself spoken of!

Teks 75

Dengan anugerah Vyasa, aku dapat mendengarkan dialog yang sangat mengesankan.

 

Text 76

O King, recalling again and again this wonderful and sacred conversation between Kesava and Arjuna, I am thrilled at every moment.

Teks 76

Setiap kali aku mengingat kembali dialog ini, akan kurasakan kegembiraan yang tiada tara.

 

Text 77

And remembering repeatedly that amazing form of Krisna. I am struck with wonder and rejoice again and again.

Teks 77

Apabila kuingat kembali wujud Krishna sewaktu memberika ajaran ini, aku merasa begitu bahagia.

 

Text 78

Wherever Krsna, the master of yoga and the archer Partha are, there will always be good fortune, victory, wealth, well-being, and righteousness. This is my conviction.

Teks 78

Di mana ada Krishna (Ia yang telah menyatu dengan “Sang Aku” yang sejati) dan di mana ada Arjuna (Ia yang berani menghadapi segala macam rintangan untuk mencapai kesadaran yang sama) di situ pula ada kejayaan, kesejahteraan, dan kemakmuran. Demikian keyakinanku.

Bhagavad Gita Bab 18 Teks 55-63

 

Text 55

One can understand me as the Supreme personality of God only through devotion and one who is so devoted and realises me can enter into my kingdom.

Teks 55

Ia mengenal “Sang Aku” yang sejati dan pada akhirnya menyatu dengan “Aku”.

 

Text 56

Even engaged in all kinds of activities, my sincere and pure devotees who are under my protection will realise my eternal grace.

Teks 56

Ia menganggap pekerjaannya sebagai pengabdian terhadap “Sang Aku”. Demikian ia mencapai Kesadaran Tertinggi.

 

Text 57

Surrender unto me in all activities and endeavours. Under my protection think of me.

Teks 57

Berkaryalah dengan pikiranmu terpusatkan pada “Aku”.

 

Text 58

If you fix you thoughts one me you will conquer all your problems, but if you act through egotism, thinking you know better, you will be lost.

Teks 58

Apabila kau berprilaku demikian, anugerah Tuhan, rahmat “Sang Aku” akan menghilangkan segala rintangan dalam usahamu. Namun apabila karena kesombonganmu, kau tidak mengindahkan anjuran-anjuran ini, kemerosotan jiwa pun tidak dapat dihindari.

 

Text 59

If you act of your own accord, owing to egotism and decide not fight, you will be falsely directed, as your own material nature will compel you to do so.

Teks 59

Keangkuhanmu yang menyatakan “Akutidak akan bertempur”. Padahal sifat dasarmu adalah sifat seorang satria, kau akan terdorong untuk bertempur.

 

Text 60

Whatever out delusion you wish not to do, you wish not to do, you will do anyway even against your will as you are bound by you own nature.

Teks 60

Walaupun kau tidak ingin bertempur, karena sifat dasarmu (yang disebabkan oleh tindakan-tindakan pada kelahiranmu sebelumnya), kau tidak dapat menghindari pertempuran.

 

Text 61

O Arjuna, God resides in the hearts of all beings, directing their wondering by the magical power of maya, on which they are seated as if it were a machine.

Teks 61

Wahai Arjuna, ketahuilah bahwa “Aku” bersemayam dalam diri setiap makhluk, dan dengan menggunakan kekuatan alam, menggerakkan mereka.

 

Text 62

O descendant of Bharata surrender unto him completely and his grace you will attain absolute peace and eternal abode.

Teks 62

Berlindunglah padaNya. Dengan rahmatnya, kau akan memperoleh kedamaian sejati.

 

Text 63

Thus I have explained to you knowledge that is most confidential. Meditate on it fully and do as you wish.

Teks 63

Demikian telah kujelaskan Jalan Bijak ini padamu. Sekarang pikirkan dengan baik dan bertindaklah sesuai kehendakmu.

Bhagavad Gita Bab 18 Teks 46-54

 

 

Text 46

One can attain perfection by worshipping God, who is the source of all beings and is all pervading.

Teks 46

Berada dalam kelompok apa pun, apabila ia menyadari kehadiran Tuhan pada setiap saat, dengan mudah ia dapat mencapai kesempurnaan.

 

Text 47

It is better to perform one’s own duty, even if imperfectly than to perform correctly the duties of others. By performing one’s own prescribed duty according to one’s nature, one does not incur evil.

Teks 47

Lebih baik melakukan tugas sendiri, walaupun tidak sempurna, daripada mengurus tugas orang lain, walaupun tugas itu menggiurkan.

 

Text 48

All ork is covered by some defect just as fire is covered with smoke, one should not abandon the work born of his nature.

Teks 48

Jangan tinggalkan tugasmu, Arjuna, walaupun terlihat kekurangannya. Ibarat api yang selalu diliputi oleh asap, setiap tindakan manusia diliputi oleh kekurangan-kekurangan.

 

Text 49

A person can attain the supreme state of freedom from reaction (karma) by the self control, detachment nd disregard from the material pleasures by practising renunciation.

Teks 49

Ia yang bebas dari keterikatan pada hasil akhir, walaupun bertindak, sebenarnya telah mencapai pembebasan dari segala tindakan.

 

Text 50

O son of Kunti, hear from me how one who has attained this perfection can achieve the supreme state of knowledge , Brahman.

Teks 50

Dengarkan, Arjuna, bagaimana seorang yang bertindak demikian mencapai “Kesadran Tertinggi”.

 

Text 51-53

By disciplining oneself through intelligence, by controlling the mind with determination, giving up object of sense gratification, freeing oneself from likes, residing in a secluded place, eating little, controlling one’s speech, body, and mind, constantly devoting oneself to the yoga of contemplation, detached, forsaking egotism, force, arrogance, lust, anger, and possessions, unselfish, and peaceful, one is fit for Brahman realisation.

Teks 51-53

Ia yang jernih, bersih; ia yang telah mengendalikan dirinya dan bebas dari keterikatan; ia yang tidak makan, tidak tidur, tidak bicara dan tidak menggerakkan badannya secara berlebihan; ia yang senag meditasi; ia yang bebas dari keangkuhan, kekerasan, keinginan, kebencian, rasa kepemilikan dan lain sebagainya – ia layak menyatu dengan “Sang Aku”. Ia layak mencapai Kesadaran Tertinggi.

 

Text 54

One who has realised Brahman, is content, neither hankers nor laments, who is impartial towards all, attains trancendental devotion to me.

Teks 54

Setelah mencapai Kesadaran Tertinggi itu, ia menjadi semakin tenang dan melihat sama semua makhluk.

Bhagavad Gita Bab 18 Teks 38-45

 

Text 38

Happiness that is derrived from the senses , which first taste like nectar but turns out to be poison at the end is in the nature of passion.

Teks 38

Kebahagiaan yang diperoleh lewat inderamanusia memang terasa manis pada awalnya, namunbagaikan racun pada akhirnya. Ini disebut Kebahagiaan Medio.

 

Text 39

That happiness which oblivious to self- realisation, delusional and arises from sleep and laziness is in the mode of ignorance.

Teks 39

Kebahagiaan yang diperoleh dari tidur berlebihan, menipu orang, dan sebagainya, disebut Kebahagiaan Rendah.

 

Text 40

There is no being either on earth or in heaven, which is free from the three modes of material nature.

Teks 40

Tidak ada manusia, malaikat, atau dewa, yang tidak terpengaruh oleh sifat-sifat utama alam – yaitu Sifat Tenang, Sifat Agresif, dan Sifat Malas.

 

Text 41

The duties of brahmanas, ksatriyas, vaisyas and sudras are categorised according to the material modes arising from their nature.

Teks 41

Berdasarkan sifat-sifat tersebut, umat manusia secara garis besar dikelompokkan dalam empat kelompok. Kelompok para profesional, para intelektual, para ilmuwan dan lain sebagainya disebut kelompok Brahman. Kelompok para pembela negara, pegawai negeri, prajurit, dan lain sebagainya disebut Kelompok Satria. Kelompok para pengusaha, industrialis, wiraswasta, pedagang, dan lain sebagainya disebut Kelompok Vaisya. Kelompok para pekerja, buruh, karyawan, disebut Kelompok Shudra.

 

Text 42

Serenity, self control austerity, purity, tolerance, honesty, knowledge, wisdom, and faith in god are the natural qualities by which the brahmanas work.

Teks 42

Para ilmuwan hendaknya bersifat tenang, dapat mengendalikan diri dan menekuni perkembangan mutakhir dalam bidang pengetahuan.

 

Text 43

Heroism, power, determination, resourcesfulness, courage in battle, generosity, and leadership are the natural qualities of work the ksatriyas.

Teks 43

Para pegawai negeri hendaknya bersifat satria sejati dan selalu membela kepentingan negara, dalam bidang apa pun mereka dipekerjakan.

 

Text 44

Farming, cowherding, trade and business are the natural duties of vaisyas, while service is the natural duty of the sudras.

Teks 44

Para pengusaha hendaknya menjalankan usahanya dengan jujur, dan para pekerja hendaknya membantu dalam setiap bidang.

 

Text 45

By properly performing one’s duty, everyone attains perfection, now please hear from me how this can be done.

Teks 45

Dalam bidang apa pun dan dalam tugas apa yang sedang dihadapi oleh manusia – apabila dilaksanakan dengan baik – ia akan mencapai kesempurnaan dalam bidanganya.