Berjalan Sendirian


Jika mereka menjawab “tidak” terhadap panggilanmu, jalan sendirian.
Jika mereka takut dan meringkuk dalam kebisuan menghadap dinding,
wahai engkau yang tidak beruntung,
buka pikiranmu dan teriak sendirian.
Jika mereka berpaling, dan meninggalkanmu ketika melintasi padang gurun,
wahai engkau yang tidak beruntung,
injak-injak duri di bawah telapak kakimu,
sepanjang jejak berdarah langkahkan kaki sendirian.
Jika mereka tidak menjaga cahaya ketika malam terganggu badai,
wahai engkau yang tidak beruntung,
dengan api guntur dari rasa sakit yang membakar hatimu,
biarkan membakar sendirian.

Terjemahan bebas dari Walk Alone dari Rabindaranath Tagore

Salah satu program e-learning dari One Earth College (http://www.oneearthcollege.com/) adalah Neo Interfaith Studies (http://interfaith.oneearthcollege.com/) yang mempunyai tujuan agar para peserta program dapat memberikan apresiasi terhadap keyakinan yang berbeda. Kemudian ada program Ancient Indonesian History And Culture (http://history.oneearthcollege.com/) agar para peserta program dapat mengetahui dan menghargai sejarah awal Kepulauan Nusantara. Dan ada lagi program Neo Transpersonal Psychology (http://stponline.oneearthcollege.com/) yang membahas tentang peningkatan kesadaran dari keadaan personal, ego-based menuju keadaan transpersonal, integensia-based sehingga kita dapat bekerja tanpa pamrih pribadi.

Situs artikel terkait
http://www.oneearthmedia.org/ind/
http://triwidodo.com
https://triwidodo.wordpress.com
http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo
http://www.kompasiana.com/triwidodo
http://blog.oneearthcollege.com/

Mei 2012

Mempersiapkan Kematian

Dijiwai Buku “SAI ANAND GITA Kidung Mulia Kebahagiaan Sejati”, Sai Das, Koperasi Global Anand Krishna Indonesia, 2012

 

Suatu ketika Brahma Sang Pencipta bertanya kepada Narada

Adakah kaulihat hal yang paling menakjubkan di dunia?

Narada kemudian menjawabnya,

Orang yang sekarat sedang menangisi mereka yang sudah mati.

Mereka yang sedang mendekati kematian, sedang menangisi mereka yang sudah mati.

Seakan-akan tangisan mereka akan menghidupkan kembali yang sudah mati

Ataupun mencegah kematian mereka sendiri……………

 

 

Hendak pergi ke bioskop, atau sekedar jalan-jalan sore, sepatu disiapkan.

Saat akan bepergian ke kota lain, tas berisi pakaian pun dipersiapkan.

Namun persiapan apa yang sudah kita lakukan?

Untuk perjalanan terakhir menuju kematian??????????

 

 

Apakah kita sudah melakoni nilai-nilai keagamaan?

Kasih-sayang, keadilan, kebenaran, kesetiakawanan, kedamaian?

Perilaku tanpa kekerasan, tanpa paksaan, penuh rasa kebersamaan?

Cukupkah kita beribadah rutin sesuai anjuran?

Tetapi tidak menjalani nilai-nilai keagamaan?

Esensi dari ibadah, jiwa dari ritual-ritual keagamaan???????

 

 

Teruskan ibadahmu sesuai dengan kepercayaan.

Namun, janganlah berhenti di sana.

Janganlah berhenti pada tahap ibadah saja.

Melayani sesama sama dengan melayani Tuhan.

Ibadah dan Pelayanan Tak Terpisahkan.

Pelayanan,

Kepedulian terhadap setiap bentuk dan wujud kehidupan……….

 

 

Awali harimu dengan Cinta…………

Isi harimu dengan cinta…………

Akhiri harimu dengan cinta………….

 

 

Hidup diawali dengan sebuah tangisan,

harus diakhiri dengan sebuah senyuman.

Ketika engkau masih bayi,

orang-orang disekitarmu tetap tersenyum walaupun engkau menangis tanpa henti

Ketika engkau mati,

orang-orang disekitarmu akan meratapi kehilangan ini,

namun engkau semestinya tersenyum dalam kedamaian diri

Dan, kemudian mengundurkan diri dari dunia ini………..

 

Salah satu program e-learning dari One Earth College (http://www.oneearthcollege.com/) adalah Neo Interfaith  Studies (http://interfaith.oneearthcollege.com/) yang mempunyai tujuan agar para peserta program dapat memberikan apresiasi terhadap keyakinan yang berbeda. Kemudian ada program Ancient  Indonesian History And Culture (http://history.oneearthcollege.com/) agar para peserta program dapat mengetahui dan menghargai sejarah awal Kepulauan Nusantara. Dan ada lagi program Neo Transpersonal Psychology (http://stponline.oneearthcollege.com/) yang membahas tentang peningkatan kesadaran dari keadaan personal, ego-based menuju keadaan transpersonal, integensia-based sehingga kita dapat bekerja tanpa pamrih pribadi.

 

Situs artikel terkait

http://www.oneearthmedia.org/ind/

http://triwidodo.com

https://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

http://www.kompasiana.com/triwidodo

http://blog.oneearthcollege.com/

 

April 2012

Tetaplah Bersuara Kawan…………….

Setelah puluhan tahun Arjuna berdampingan dengan Sri Krishna

Sampailah hari dimulainya Perang Bharatayuda di Kurukshetra

Beberapa kalimat terakhir Sri Krishna mengubah kesadaran Arjuna

Viyasa begitu pandainya mengukir kata

Menjadi  delapan belas bab buku Bhagavad Gita

Pedoman umat manusia

Tetapi hanya Arjuna yang telah memahaminya………….. Baca lebih lanjut

Ajaran “Terima Kasih” Dalam Ruwatan Nusantara

Ajaran “Terima Kasih” dari Bumi Pertiwi

Diberikan oleh Guru Besar Dharmakirti Svarnadvippi

Guru Besar India Atisha menekuni

Menyebarluaskan di Tibet terpelihara sampai kini

Terkenal dengan nama “Tong-Len” meditasi unik yang tetap lestari

Dalai Lama pun masih melaksanakannya sehari-hari

Ajaran itu telah dibawa kembali ke Bumi Pertiwi

Patung Buddha dikirim ke Dalai Lama bulan Januari

Sebagai rasa terima kasih kepada yang telah memelihara sampai kini

Semoga ajaran sejati ini lestari di Bumi Pertiwi

Baca lebih lanjut

Ajaran “Agama” Baru yang Cepat Berkembang Mendunia

Kitabnya menjelaskan seluruh kegiatan manusia

Ibadah tak dibatasi, sehari bisa berapa saja

Ajaran baru berkembang pesat mendunia

Kuil ibadah begitu banyak, sampai di pelosok-pelosok desa

 

Jutaan pengikut dicerahkan dengan berbagai macam ilmu

Sabda diulang-ulang, tetapi pengikut tak pernah jemu

Repetitif intensif di setiap waktu

Jutaan pengikut setia melakukan tanpa ragu

Baca lebih lanjut

Manusia dan Keselarasan dengan Alam Semesta

 

Ribuan kalimat pun tak sempurna tuk mengungkap kecamuk perasaan

Sudut pandang terbatas tak mampu ungkap tiga ratus enam puluh derajat melingkari diri

Namun kucoba jua sebatas kemampuan

Sampaikan pandangan yang amat pribadi

 

Pesan Guru begitu sederhana

Doa ajaran Guru begitu bersahaja

Maksimalkan potensi yang ada

Bertindak selaras dengan alam semesta

Setiap saat lakukan dengan penuh kesadaran

 

Potensi diri belum juga maksimal

Sang Keledai pembawa beban buku-buku tebal

Tetap keledai juga

Belum manusia juga

Pengetahuan yang banyak menggembungkan ego manusia

Kekuasaan dan materi yang banyak melupakan jatidirinya

Makin menjauh dari keselarasan alam semesta

 

Ada saatnya

Pengetahuan yang dimiliki tidak bisa membantu

Ada saatnya

Kekuasaan dan materi yang dimiliki tidak juga bisa membantu

 

Manusia sungguh unik

Wajah setiap orang berbeda

Pengalaman setiap orang juga berbeda

Pemikiran setiap orang pun berbeda

Hanya Guru berkata,

Semuanya bisa selaras dengan alam semesta

 

Bertindak selaras dengan alam tidak mudah dilakukan

Perasaan, pikiran, ucapan dan tindakan sulit diselaraskan

Watak manusia sangat tergantung pada apa yang dia rasakan

Alam luas tak bisa diwakili sempitnya pemikiran

Bertentangan dengan nurani tanda belum selarasnya ucapan dan tindakan

 

Kata Guru solusinya bukan di luar

Solusinya di dalam

Solusinya selaras dengan alam

Pikiran berhasrat diri menjadi luar biasa

Berbeda dengan lainnya

Sungguh tidak mudah menjadi manusia biasa

Yang selaras dengan alam semesta

Yang terus memaksimalkan potensi dirinya

 

Sudahlah Guru

Kami tidak tahu

Apapun panduanmu

Guru lebih tahu

 

Triwidodo

Juli 2008 dari “Be The Change”.

Kasihilah Diriku! Bukan Maksudku Menyengsarakanmu

 

Tersebutlah kisah tentang pemanasan dunia

Temperatur cenderung meningkat di bumi dan juga air laut di samudera

Air jauh lebih cepat menguap menjadi awan tebal di angkasa

Hujan turun menjadi lebih lebat dibanding sebelumnya

Akibat pemanasan dunia

Sebagian es di kutub meleleh juga

Permukaan air laut menjadi lebih tinggi

Kalau saja terus dibiarkan tetap terjadi

Tak sampai setengah abad banyak sekali pulau tergenangi

Manusia di seluruh dunia akan mengungsi ke tempat lebih tinggi

Kesemrawutan akan terjadi

Keributan masyarakat dunia sudahlah pasti

 

Pencairan es di kutub merubah gerakan angin di dunia

Beberapa topan dan badai sering menimpa

Masyarakat semakin sengsara

Ingin menyalahkan siapa?

Seluruh dunia harus kompak melakukan penyelamatan dunia

 

Dahulu di atas gunung dengan hutan belantara yang nyaman

Air biasa menginap berbulan-bulan

Membasahi bumi lebih lama merupakan dharma air yang harus dijalankan

Kini habis dibabat tak ada hutan di perbukitan

Kedatangan air ditolak, disuruh pergi membawa tanah bebutiran

Air yang mengalir di permukaan berwarna kecoklat-coklatan

Dilepaskan di sungai menjadikan pendangkalan

Perjalanan air pun melambat terjadi banyak hambatan

 

Di daerah datar Aku ingin segera pergi menuju tujuan

Menuju samudera raya nan luas tak terperikan

Untuk mendapatkan kelegaan setelah penat memikirkan masyarakat yang tak peduli lingkungan

Keserakahan manusia menyempitkan sungai yang kujadikan tempat perjalanan

Aku terpaksa meluap menggenangi daratan

Aku terperangkap dalam permukiman

Aku tidak ingin menggenangi aspal dan merusak jalan

Bukan maksudku merendam mobil merusak mesin kendaraan

Sumpah! Aku tidak suka juga masuk kamar tidur kamu sekalian

 

Di puncak gunung kembalikan tempat kesukaanku hutan yang rindang

Lebarkan sungai beri aku jalan yang lapang

Aku menikmati dunia yang sejuk nyaman

Sebagian dariku di kedua kutub biarlah berupa es jangan cairkan

Agar temperaturku di laut tidak naik lagi

Agar tidak terpaksa menguap menjadi awan di langit tinggi

Aku juga tak ingin permukaanku di laut meninggi

Aku tidak suka bila banyak pulau kugenangi

 

Kutunggu tindakanmu sahabatku, tindakan yang penuh kesadaran

Alam ini pada dasarnya diliputi Tuhan

Semua benda merupakan proyeksi Keberadaan

Aku ingat kata Guru kalian

Hanya pikiran insan yang bisa menjadi tempat tak ber-Tuhan

Jangan biarkan pikiranmu mengikuti ketidaksadaran

Biarkan nurani di relung hati nan suci yang mengendalikan pikiran

 

Triwidodo. Maret 2008.